Sekilas, Niel, Rain, dan Haafu melihat aura biru di sekitar tubuh Reus. Lalu aura tersebut menghilang lagi.
"Ini bukunya."
"Kapan kau mencarinya?" tanya Rain sedikit keheranan, sama seperti Haafu.
Reus tersenyum tipis sedangkan Sera nyengir. Reus menutup mata, lalu mulutnya berkomat-kamit mengucapkan mantra. Halaman-halaman buku pun terbuka sendirinya.
"Kakak punya sihir untuk mencari semua buku yang telah dilihatnya. Daya ingatnya sangat tinggi. Kakak bisa melacak urutan semua buku di sini ataupun di mana saja. Kakak bahkan dijuluki "Sang Penguasa Buku" di sini," jelas Sera.
"Ah, lalu aura biru tadi ...." Niel, Rain, dan Haafu berucap bersamaan.
Sera menatap ketiga orang tersebut tidak percaya. "Kalian bisa melihatnya?"
Niel mengenyrit heran.
"Maksudnya?"
"Aura biru itu adalah tanda bahwa sihir Kak Reus sedang digunakan. Biasanya hanya orang-orang dengan tingkat sihir tinggi yang mungkin setara atau malah melampaui Kakak. Aku bisa melihatnya, sih."
Semuanya pun hanya ber-oh ria. Kemudian kembali beralih kepada Reus.
"Ini dia," ucap Reus dengan helaan nafas lega. Semua orang segera mendekat.
Reus berdeham. Kemudian, dia segera membacakan halaman tersebut.
"Jika kau ingin ke Kota Cornës, maka kau harus melewati tiga kota dahulu, yakni, Kota Föurness, Kota Jugnës, dan Kota Dcërlnes. Teruslah jalan ke arah barat daya Kota Yüna sebab ketiga kota tersebut berjajar.
Sebenarnya, Cornës bukanlah sebuah kota, melainkan desa kecil yang menjaga sesuatu amat berharga, Gerbang Marcloirsa II. Dan jalan yang ada di sana disebut dengan jalan Marcloirsa. Kemudian, menurut legenda, di dalam gerbang tersebut bersemayamlah seorang Dewa yang akan memenuhi permohonanmu.
Tapi, permohonan yang bisa dikabulkan hanyalah satu. Karena itu, pikirkanlah baik-baik keinginanmu."
Keheningan meliputi mereka.
"Tunggu, Gerbang Marcloirsa II? Jadi nama gerbang terakhir itu sama seperti Gerbang Marcloirsa?!"
"Semuanya Marcloirsa?! Tak bisa kupercaya!"
"Fakta baru terungkap!"
Sera menutup telinganya karena mendengar suara Rain yang cempreng sekali. Niel cuek saja sedangkan Haafu memijit pelipisnya.
Di sisi lain, Reus tampak tidak peduli jadi ia hanya diam dan menutup buku besar tersebut.
"Kota Föurness yang pertama ... kira-kira kotanya seperti apa?" Niel bertanya.
Reus menoleh, menatap lurus petarung yang sejenis dengannya itu. "Itu kota buangan. Sekarang, kota itu sudah tak terpakai. Dengan kata lain, menjadi kota tua."
Niel manggut-manggut mengerti.
"Lalu? Kita sepakat mau ke Kota Föurness?" tanya Sera.
Niel melihat Rain. Gadis itu hanya mengangkat bahu.
"Hm, baiklah. Kurasa, besok kita akan berangkat. Tidak ada yang menentang kan?" ujar Niel seraya menatap teman-temannya satu persatu.
Tanggapannya positif. Tidak ada yang menentang.
Niel tersenyum. "Kalau begitu, sekarang kita kembali ke kamar masing-masing dan persiapkan diri kalian untuk besok."
Ia pun bangkit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marcloirsa
FantasíaGerbang Clair. Menurut legenda, jika kau memasuki gerbang ini, maka kau akan berada di suatu tempat legendaris yang menyimpan sesuatu yang dapat mengabulkan permohonanmu. Tapi sesuatu yang tidak terduga terkuak. Gerbang Clair adalah gerbang palsu. M...
