19. Kejutan Diluar Dugaan

5.9K 529 253
                                        

"Dia yang telah mengajariku tentang manisnya jatuh cinta. Dia yang menciptakan kenyamanan dengan cara sederhana. Dia yang berhasil membuatku bergantung padanya. Dan dia juga yang telah menghancurkan harapan itu dengan kenyataan yang ada." -Lova-

***

Oksigen seakan-akan telah hilang dan membuat Lova merasa sulit untuk bernapas. Setetes cairan bening tiba-tiba jatuh dari mata Lova. Dia menangis tanpa mengeluarkan suara. Dia berharap ini tidak nyata. Ini hanya mimpi buruknya.

Dia ingin melihat Vegi tersenyum manis untuknya, bukan untuk Selina. Dia ingin Vegi yang perhatian padanya, bukan pada Selina. Dia ingin Vegi hanya bersamanya, bukan bersama Selina.

Tidak ada yang menyadari kehadiran Lova, selain Anissa. Semua siswa sibuk memerhatikan Vegi dan Selina. Anissa tahu, sahabatnya kini benar-benar terluka. Anissa tidak peduli pada Vegi ataupun Selina. Dia peduli dengan Lova. Dia sangat memedulikan perasaan sahabatnya. Melihat Lova menangis, membuat hati Anissa juga ikut teriris.

Semua siswa masih setia menyaksikan aksi tembak-menembak itu. Karena Selina memang belum menjawab pertanyaan dari Vegi. Tapi, semua orang pasti sudah tahu jawaban Selina. Selina menyukai Vegi, lalu Vegi menyatakan perasaannya pada Selina. Bukankah itu sudah sangat jelas?

"Be mine, please?" Vegi mengulangi pertanyaannya sekali lagi.

"TERIMA! TERIMA! TERIMA!" Penonton yang sebelumnya diam membisu, kini mulai mengeluarkan suaranya.

Dengan wajah merona, Selina menjawab pertanyaan Vegi. "Iya."

"Iya apa?" Vegi menaik-naikkan alisnya, berniat untuk menggoda Selina.

Aneh rasanya, melihat Vegi yang biasanya menggoda Lova, kini malah menggoda Selina. Semuanya tak lagi sama, karena sekarang posisi Lova telah Vegi ganti dengan Selina.

Wajah Selina semakin berubah warna menjadi merah sempurna. Dengan malu-malu dia memperjelas jawabannya. "Iya, aku mau jadi pacar kakak."

Jawaban dari Selina langsung membuat penonton berteriak histeris. Tidak ada yang sadar kalau satu hati benar-benar telah dilukai. Mereka melupakan fakta, bahwa Lova adalah ratu-nya Vegi. Ralat, pernah dianggap sebagai ratu di hati Vegi.

Senyum bahagia tercetak jelas di bibir Vegi. Tanpa basa-basi lagi, Vegi langsung membawa Selina ke dalam pelukannya. Lagi-lagi, hal kecil yang dilakukan Vegi, berhasil membuat para penonton semakin menjerit tidak karuan.

Beberapa dari penonton, khususnya kaum perempuan, merasa sangat cemburu pada Selina. Tapi, melihat kebahagian yang terpancar dari wajah Vegi, kaum perempuan mencoba untuk merelakan idolanya itu berpacaran dengan Selina. Meskipun, tidak sedikit dari mereka yang mendoakan pasangan baru itu agar mengakhiri hubungannya dalam waktu dekat.

Bagi Selina, ini adalah hari spesialnya. Tapi bagi Lova, ini adalah hari terburuknya. Bolehkah Lova menyalahkan Tuhan atas semua yang dia dapatkan? Pantaskah Lova marah pada Vegi yang nyatanya hanya berstatus sebagai teman sebangkunya?

Karena yang sekarang Lova sadari, mencintai seseorang hanya akan meciptakan luka di hati.

Jadi, untuk apa Lova masih berdiam di tempatnya? Vegi telah merebut hatinya dan saat ini hatinya telah Vegi hancurkan. Hancur berkeping-keping, hingga Lova tidak tahu bagaimana cara untuk mengobatinya. Karena obatnya adalah seseorang yang sukses menghancurkan hatinya sendiri.

Dan seseorang itu kini tengah berpelukan dengan perempuan lain. Lova sudah berulang kali menghapus air matanya yang bercucuran dengan deras. Dia tidak mengerti, mengapa air matanya tak kunjung berhenti. Seandainya Vegi sekarang melihat Lova menangis, apa Vegi akan membawa Lova ke dalam dekapannya sama seperti hari-hari sebelumnya?

Jemuran Zone Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang