O1O.

1.3K 232 12
                                        

Sudah satu jam June duduk di kedai biasa ia tempati bersama Yeri yang biasa mereka singgahi sepulang sekolah, akan tetapi June masih belum beranjak karena masih menanti kedatangan Yeri.

Hanbin yang sedari tadi menemaninya itu menghela napas panjang, "Jun, Jun. Kalah cepet lu sama adek kelas sendiri," katanya setengah mengejek.

June tidak menanggapinya.

Sementara Yeri sendiri sedang berada di mobil dalam perjalanan pulang bersama Papa. Dalam benaknya masih memikirkan sosok June dan bertanya-tanya, apakah June masih sering makan di kedai? Atau... apakah June sempat memikirkan perubahannya?

"Dek?"

"Iya, Pa?" Yeri mengalihkan tatapannya ke sang ayah.

"Jangan berantem terus sama Abang, ya." Ujar Papa lembut. "Abang kayak gitu, soalnya Abang sayang kamu. Semuanya pengen yang terbaik buat kamu,"

Yeri tampak kebingungan sebelum akhirnya ia tersenyum tipis. "Iya, Pa, nanti Yeri minta maaf ke Bang Jongin."

Papa tersenyum lega mendengar jawaban Yeri itu, kemudian mengusap ujung rambut anak gadisnya sambil terus fokus menyetir.




&&&

June : Keluar

Yeri yang sedang mengerjakan tugas itu kebingungan ketika melihat notifikasi masuk dari June. Sekarang sudah jam 9 malam, tetapi kenapa June mengiriminya pesan seperti ini?

Yeri : maksudnya?

June : Gua ada di depan rmh lo

Sontak Yeri melompat dari kasur dan mencoba untuk mengintip dari jendela. Ternyata benar, persis di depan rumahnya, ada sosok June beserta motor ninja hitamnya. June sedang menatap pagar rumahnya dengan tangan yang memainkan ponsel.

Yeri langsung bergegas keluar kamar dan menuruni tangga, dalam hati ia masih bimbang juga bingung, untuk apa June datang kemari?

"Hayo! Ngapain?" seru Jongin, membuat Yeri sedikit terkejut karena ia tengah memperhatikan June dari jendela. By the way, keduanya sudah berbaikan tadi sore.

"Bang, tolong, usir dia."

Jongin mengerutkan keningnya heran, kemudian mengikuti arah pandang sang adik, tepatnya pada sosok lelaki di depan rumah. Jongin tahu, siapa sosok anak lelaki yang masih memakai seragam sekolah tersebut.

"Kenapa harus di usir?" tanya Jongin kemudian.

Yeri tidak menjawab, melainkan menatap sang kakak dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan Jongin hanya menghela napas sembari beranjak dan menemui June di luar.

Tidak lama, Jongin kembali masuk ke dalam saat Yeri sudah menunggunya tanpa melihat Jongin yang berbicara pada June tadi.

"Dia udah pulang kan, Bang?" tanya Yeri memastikan.

Jongin hanya menatap adiknya dengan dingin, sebelum akhirnya ia beranjak pergi ke kamarnya tanpa menutup pintu utama yang sedikit terbuka.

Yeri menggumamkan bersyukur, lalu ia beranjak menutup pintu rumahnya, akan tetapi sebuah sepatu menahan pintu agar tidak tertutup.

"Yer, kita harus ngomong."

Yeri terkejut karena Jongin ternyata tidak mengusir June dari rumah. "Udah malem, Kak. Besok aja." Tolak Yeri tanpa bergerak sedari tadi.

June masih menahan kakinya di pintu dengan memandang pintu rumah Yeri sedih. "Seolhyun mantan gue." Jelasnya setelah terdiam lama.

Yeri tidak bersuara, namun terdengar helaan napas dari June.

JUNE & YERITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang