7

25.3K 906 6
                                        

Nancy prov

Dia sungguh seperti pangeran di negeri dongeng. Bagaimana bisa walau hanya memakai kemeja putih dan celana jeans tapi pesonanya sungguh luar biasa. Aku seperti melayang hanya karena melihatnya.

Bisa kulihat matanya yang coklat itu bersinar saat dia memandangku. Aku mencoba menginjak tanah lagi.

"Felix aku sudah siap"panggilku.

"Dia udah pergi duluan mau jemput seseorang katanya"

Sial felix pasti mau menjemput perempuan lagi.

"Lah aku sama sapa pergi kesana."

"Ya aku.."

Hiiii Beneran? Aku akan semobil dengan pangeran ini. Ow tidak... aku ga selevel dengan dia.

"Ga deh... aku naik taxi ja"

"Terserahmu ja lah"

Dia terlihat dongkol bisa diliat raut mukanya tegang. Tapi kenapa dia terlihat unyu jadinya.

Aku berdiri membelakangi dia. Feelingku bisa merasakan dia memandangiku. Baju ini terlalu terbuka, felix yang memberikannya sebagai oleh oleh dari paris beberapa waktu yang lalu.

Aku merasa ditelanjangi dari belakang. Aku tak berani menegurnya takut ini cuma perasaanku saja.

Pintu lift terbuka dilantai 2,Cepatlah keluar mr.perfect..

Aku sontak kaget saat telapak tanganku di genggamnya. Aku melihat dirinya, wajah tenang walau aku memberontak untuk dilepaskan.

"apaan sih aku ga mau semobil denganmu. Aku bisa naik taxi" aku masih berusaha melepaskannya.

"Tapi aku ga mau tubuhmu dibuat tontonan orang"

Aku terpaku mendengar jawabannya. Entah seketika aku menjadi menurut.
Genggaman tangannya sungguh hangat. Bahkan dia membukakan pintu mobil sport hitam miliknya yang terlihat sangat mahal.

Entah antara senang dan beban. Siapa yang ga senang semobil dengan cowok yang sangat handsome ini tapi aku merasa canggung karena dia sangat kaya.

Aku melirik sedikit, dia mulai menelanjangi diriku lewat samping.
Cowok ini sungguh punya otak mesum ternyata. Bahkan dia hanya tersenyum polos saat aku memperingatkan untuk fokus menyetir.

Dia bahkan ga percaya saat aku bilang belum pernah masuk club. aku memang belum pernah menginjakkan kakiku di club manapun  aku lebih suka menghabiskan waktu dirumah.

Kami sudah sampai di club dari luar saja terlihat Sangat ramai. Bisa kulihat banyak bodyguard berbadan kekar dan besar di pintu masuk. Dia lagi lagi membuatku terkesan dengan membukakan pintu.

Dia mencoba mengenggamku lagi tapi urung dilakukan karena aku melipat ke dua tanganku dan berjalan duluan menuju pintu masuk.

"Maaf nona anda tidak dapat masuk hari ini club private"

"Teman saya felix nam ada didalam"

"Apa anda punya undangannya?"

God... aku ga punya undangannya. Bagaimana ini??

Aku merasa pundakku dipegang oleh tangan yang hangat.

"Dia bersama saya"

"Ow tuan sean silahkan masuk. Maaf nona" bodyguard itu menunduk meminta maaf .

Tanganku kembali digenggamnya aliran darahku seketika naik. Untung dia melihat kedepan aku ga mau dia melihat muka merahku.

"Sean..nancy"

Aku mencari suara felix yang terdengar samar karena suara musik sungguh keras.

Dia melambaikan tanggannya dari atas lantai dua. Aku langsung menarik tangganku dari sean dan menuju ke felix, aku harus menjauhi sean sebelum aku meledak karena keegeran.

Aku melihat felix sedang duduk disamping cewek bule sexy.

"Hei Nancy, u're so sexy. Baju itu pas sekali denganmu" dia terkesima melihatku.

Aku memutar mata, aku masih sebal karena dia meninggalkanku dan terpaksa aku bersama cowok mesum ini.

"sorry ya... aku tadi pergi duluan karena harus menjemput cewek cantik ini" dia mencubit pipi cewek yang memang cantik bak model itu.

Mereka bermesraan tanpa canggung dilihat orang lain. Aku salah terjebak disini.

"Felix... sean what's up bro" cowok korea blesteran itu menghampiri meja kami.

"Happy brithday Daniell" sean dan felix bergantian memeluk cowok itu

"Siapa cewek manis ini". Dia tersenyum menatapku.

"Apa dia gadismu yang baru sean?"

Apa aku bukanlah cewek sean!! Gadis yang baru? Uhh ternyata dia playboy sama seperti felix

"Kenalin daniell ini nancy" felix memperkenalkan ku. Aku mengulurkan tangan kepadanya

"Nancy? Roommate mu itu. Ow...felix aku pasti ga akan keluar kalo roommateku sexy dan secantik ini" dia mencium punggung tanganku.

Langsung kutarik dari tanggannya, dasar sableng juga cowok ini Seenak sejidatnya kalo mgomong. Mereka sekumpulan cowok cakep tapi otak mesum semua.

"Kalo gitu aku harus berkeliling. Enjoy party boys. Nancy jika kita bertemu lagi jadilah pacarku okey... bye" wink daniell.

Ow...manisnya dia,aku tersenyum malu.Felix dan cewek bule itu tertawa geli, sean hanya terdiam dengan muka dinginnya.

Aku berdiri melihat kebawah di dance floor. Dj nya begitu mahir membuat semua orang bergoyang banyak mereka terlihat menggila. Banyak pasangan bermesraan tanpa malu dilihat sekitarnya. Bahkan felix pun bercumbu hebat.

Uhh harusnya mereka mencari kamar saja...

"Apa pesta ini membosankan?" dia berdiri di sampingku.

"Ya mereka semua harusnya pergi dari sini mencari kamar.ini kan tempat umum."

"Ini belum seberapa.tunggulah sebentar lagi. Daniel adalah raja party, dia ga mungkin membuat party yang biasa."

Aku masih mencerna perkataanya
Tiba..tiba semua lampu padam. musiknya pun berhenti.

"Ladies and gantleman... applouse to sexy dancer on the dance floor"

Seketika musik menyala lagi dan lampu menyoroti 5 orang. 3 cewek berbikini dan 2 cowok hanya memakai boxer menari gemulai. Dan semua bertepuk tanggan dan menari kegilaan.

Oh my god... aku berada ditempat yang salah. Aku ingin segera pulang.

Dengan segera ku ambil tasku dimeja.

"Nancy mau kemanaa? Jangan pulang dulu" felix menahan tanganku.

"Aku mau ke kamar mandi. Mau ikut?"

"Mau..." dia mencoba menggodaku. Bisa kuliat cewek bule itu langsung cemberut. Walau dia tau felix hanya bercanda.

"Aku antar" sean menghalangi jalanku.

"Aku bisa sendiri tanpa perlu kamu antar"

MonoDrama-Promise YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang