[ Complete ] Only 19+.Follow dulu biar bisa baca semua part.
REPOST (part 1-31) MonoDrama yang telah dihapus oleh wattpad,
Dia dan aku dipisahkan oleh berjuta juta fans. Dia menyatakan cintanya kepadaku tapi meminta maaf karena tidak bisa melindung...
Dia memutar badanku dan mengambil kotak P3K dari tanganku dan dilemparkan ke tempat tidur aku terkejut tak siap melawannya.
Dia mendorongku menuju dinding tubuhnya yang besar mengunciku, dia memindahkan tangannya Kewajahku hingga membuatku tidak bisa menjauh dan dengan sengaja menurunkan mulutnya ke mulutku.
Bibirnya yang lembut menyentuh bibirku lidahnya sedikit memaksa masuk ke Mulutku. Aku terbuai dengan rasa rindu yang dalam akhirnya aku pun memberi jalan dengan membuka sedikit dan dengan segera lidahnya membalas seluruh bagian mulutku.
Bahkan dia mendorong lebih dekat tubuhnya ke tubuhku hingga aku merasakan batang kemaluannya sudah siap sedia.
Aku mendorongnya menjauh nafasnya masih menggebu-gebu matanya dan tubuhnya masih panas dan juga sangat horny.
Dia menciumku paksa lagi aku menolak tak ingin, tanganku masih di dadanya mencoba lepas tapi kedua tanganku malah diangkat keatas dan dikunci hanya dengan tangan kirinya digigitnya pelan bibir bawahku hingga merasuk dalam tubuhku dan sekarang aku tidak bisa lagi berkutik ciumannya membuat nafsuku bangun dan dicampur dengan rasa marah dan rindu. Ciuman ini makin panas saat aku membalas ciuman hingga tanganku perlahan dilepaskannya tanpa aku arahkan sekarang sudah ada di rambutnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lagi lagi dia dengan mudah membuka tali kecil bajuku yang langsung meluncur turun hingga aku hanya terlihat memakai lingerie saja.
Ciumannya turun ke leher tangannya pun sudah meremas payudaraku dia membuat kakiku lemas sensasi yang sangat luar biasa.
aku begitu merindukannya tapi sakit hati saat dia meninggalkanku sendirian di apartemen itu kembali muncul.
Rasa sakit itu membuatku punya tenaga yang kuat untuk mendorongnya lagi, ia terkejut akan sikapku dia mencoba meneruskan ciuman itu lagi tapi aku mendorongnya dan memberi sebuah tamparan ke pipinya.
"Cukup jangan sentuh aku lagi" aku memakai kembali bajuku dan bergegas keluar, air mataku sudah di ujung mata.
"Jangan Pergi"Dia meraih tangan kananku penuh harap.
Kuhempaskan tangannya "aku sangat membencimu".
Maafkan aku sean sungguh Maafkan Aku
Tangisanku mulai turun dan kembali ke dapur Untung saja Nyonya Choi tidak ada aku menghapus air mataku agar mereka tidak curiga.
"Nancy Bagaimana lukanya"Nyonya Choi muncul di belakang.
"Sudah ku obati dan dia segera turun" kataku yang disambut dengan senyuman. Aku sempat schock kedatangan nyonya choi cukup mengangetkanku.
Makanan Pun siap di taman belakang yang penuh dengan bunga, Hawa segar sungguh membuat tempat ini sangat indah.
Dia duduk bersebrangan dengan ku matanya masih tajam melihatku Bahkan dia mengacuhkan pertanyaan ibunya karena dia hanya memandangku.
"Uhuk..uhuk" Tuan choi mencoba menetralkan suasana, sean pun akhirnya fokus kembali ke makanan. aku pun melihat kedua orang tua itu tertawa melihat tingkah Sean.
"Terima kasih Nyonya aku harus segera pulang" aku berpamit setelah makan siang selesai.
"Ayo kuantar kau pulang" Sean sudah siap dengan kunci mobilnya.
"Tidak usah repot repot aku akan naik taxi saja"aku menolak halus karena aku harus menjaga sikap di depan orang tuanya.
Tapi dia tidak peduli langsung pergi menunggu di luar.
"Biar Sean yang mengantarmu dia Memang agak keras kepala tapi dia sangat baik Aku harap kamu membuka hatimu untuknya" Nyonya Choi tersenyum penuh arti.
Aneh memang tapi kurasa Nyonya Choi mengirim sinyal merestui jika aku bersama anaknya.
Aku pun menuruti dan masuk ke mobil saat Sean membukakan pintu untukku.
Di dalam mobil kami hanya terdiam membisu tidak ada kata yang kami ucapkan aku hanya memandang ke arah jendela.
Ponselku berbunyi "Halo" "....." "Ya tunggu di rumah aku dalam perjalanan pulang" "....." "Oke Bye"
"Siapa dia?" tanya sean dengan nada kesal.
"Bukan urusanmu"jawabku Ketus masih memandang arah jendela.
"Jadi nancy di mana aku akan mengantarmu?"
"Tak perlu turunkan Aku di halte depan"
"Nancy,Jangan keras kepala" dia mulai frustasi menahan amarah.
"Kamu bisa turunkan aku didepan atau aku akan turun sekarang juga" aku terpaksa mengancamnya.
Dia langsung menepikan mobil dengan tiba-tiba,aku sempat terlempar ke depan Untung saja aku pakai safety belt.
"Oww....Kamu mau mati ya"aku memegang kepalaku yang terbentur kursi.
Dia langsung merebut ponsel yang berada di tanganku "kembalikan Sean".
Dia tidak mendengarkanku terus mencoba membuka unlock layar ponsel, aku melepaskan sabuk yang menjadi penghalang dan tanganku berusaha merebutnya kembali tapi dia masih berusaha menghindari. Tanganku ditariknya ke atas hingga Posisiku sekarang menindihiyah dan Wajah kami sangat dekat hanya beberapa inci saja.
"Kamu bilang dong kalau mau meneruskan yang tadi" senyumnya nakal.
"Sean lepaskan atau aku akan Teriak" Aku masih berusaha melepaskan tanganku yang dikunci.
"Silakan saja aku malah senang karena aku akan membuat dunia tahu kalau kau akan memperkosaku"
"Cih...fikiranmu sungguh picik"
"Jadi berapa passwordnya?" dia menatapku dengan senyum kemenangan.
"2810"
jangan kumohon jangan!! dia pasti akan tahu rahasiaku. kumohon jangan dibuka,ow tidak....terlambat!!!
Dia berhasil membuka ponselku dan terkejut melihat wallpaper ku aku langsung menunduk lemas rahasiaku terbongkar sudah.
"Harusnya kamu bilang sendiri kalau mau fotoku" dia tersenyum melihat fotonya menjadi wallpaper depan ponselku.
"Curang Kenapa kamu sudah tahu nomorku? apa ini Cassanova? Uhmm,artinya sangat luas."
"Sean lepaskan aku" aku menggoyangkan tubuhku minta dilepaskan.
"Have a sex with me?"
Suaranya yang lembut membuatku merinding, tatapan yang tajam memberitahuku kalau dia menginginkanku.
"Kau gila sean" aku merebut ponselku dan segera keluar dari mobilnya.