[ Complete ] Only 19+.Follow dulu biar bisa baca semua part.
REPOST (part 1-31) MonoDrama yang telah dihapus oleh wattpad,
Dia dan aku dipisahkan oleh berjuta juta fans. Dia menyatakan cintanya kepadaku tapi meminta maaf karena tidak bisa melindung...
Suara sirine polisi terdengar saat aku sudah hanya pasrah tubuhku dipukuli oleh tiga orang preman yang tidak terima karena aku menggagalkan rencana mereka yang akan memukul bocah kecil.
Sebenarnya aku berhasil melawan satu orang dari mereka tapi tak akan berhasil jikalau kamu dikeroyok tiga orang dan aku hanya pasrah berharap ada yang menolong.
Hingga aku mendengar suara sirine polisi yang membuat mereka takut dan meninggalkanku.
"Are you okay?" wanita itu mencoba mematikan musik sirine itu, ternyata sirine itu dari ponsel, sayangnya aku tidak bisa tertawa ataupun menjawab pertanyaannya.
Badanku sangat sakit dan aku tak tahu apa yang terjadi selanjutnya karena aku terbangun sudah ada di Emergency Room.
"Maafkan saya Mr. Thomson" pengawal peribadi ku tertunduk
"Tidak apa Jo aku yang memintamu untuk tidak bersamaku waktu itu"aku mencoba untuk duduk perutku sangat kaku ketika aku bergerak.
"Sekali lagi Maafkan saya, saya sudah menyuruh polisi untuk Menindak lanjuti pemukulan ini"
"Bagaimana dengan wanita yang menolongku?"
"Saya tidak sempat menemui penolong anda karena polisi mengatakan informasi penolong Anda dirahasiakan"
"Kenapa?"
"Sepertinya wanita itu yang meminta polisi untuk merahasiakannya."
"Cari tahu siapa dia besok pagi harus kamu laporkan ke aku"
"Baik Mr. Thomson" Jo mengerti dan pamit keluar.
Aku harus bertemu denganmu
****
"Namanya Merliona Nancy 26 tahun anak pertama dari tiga bersaudara berasal dari Indonesia. Baru dua minggu di New York, Sebelumnya dia bekerja di Seoul di perusahaan Nam Factory dan dia dipindah tugaskan ke kantor cabang Amerika. Sekarang dia tinggal sendiri di apartemen daerah Manghattan di Washington Heights" Jo menjelaskan secara rinci saat aku memakan sarapanku.
Nam factory Bukankah itu perusahaan yang dipimpin oleh Bailey, Kebetulan sekali aku kenal baik dengan nya
"Baiklah Aku ingin kamu mengatur pertemuan ku dengan dia dan aku ingin siang ini juga bisa keluar dari sini. Makanan ini membuatku ingin muntah" Jo mengangguk Mengerti
Jo sudah bekerja kepadaku selama 8 tahun saat Ayah ku ingin keselamatan ku terjaga karena aku menolak untuk tinggal di London bersama istri barunya.
Aku tak mempermasalahkan Ayahku menikah lagi karena memang ibuku sudah meninggal 15 tahun yang lalu sudah cukup lama jika tidak menyalurkan nafsu nya apalagi Dia menikahi Dilla yang tak lain Cinta Pertamanya.
Saat melihat pertama kali bertemu dengannya di Per se, aku langsung terpesona oleh kecantikannya yang alami. Sayangnya dia tak tertarik dengan ku walau Aku sudah mengeluarkan jurus rayuan ku yang selalu berhasil di semua wanita yang ku tiduri.
Bahkan aku meminta bailey untuk mempercepat pertemuan itu saat aku tahu dia yang akan persentasi.
Lihatlah badannya sangat proporsional untuk jujur aku tak konsentrasi dengan apa yang dia presentasikan karena aku sibuk mengira kira berapa ya Ukuran dadanya membayang lingerie yang ia pakai sekarang pakai hari ini
Dia sangat seksi dengan dress pendek warna biru saat aku mengajak lunch di delmonico's secara privat dengan alasan akan menandatangani perjanjian.
Sebenarnya itu cuma alasan karena aku ingin bertemu dengannya rasanya hatiku ingin selalu bersamanya tapi apa yang kudapat dia menyiramku saat dia mengetahui kalau dia adalah syarat perjanjian kerja itu.
Aku memang selalu mendapatkan apa yang aku inginkan dari kecil, apa yang aku minta selalu terpenuhi bahkan sekarang aku akan menempuh cara apapun untuk mendapatkan keinginanku.
Dan sekarang aku melihatnya sendirian di 169 club.
"One more again please" ucapnya
"Satu gelas seperti dia" dia menoleh kearahku dan memasang muka datar saat aku duduk disampingnya.
"Mau apalagi kamu mau mengosongkan bar ini dengan uangmu?" Dia memutar matanya.
"Sayangnya tanpa aku mengeluarkan uang bar ini memang belum ada pengunjungnya" dia menoleh melihat di sekitar memang hanya ada dua pasangan yang sedang mengobrol di meja sudut dia menghela nafas panjang dan menatap gelas yang ia pegang.
"Apa aku menganggumu Nancy?"
Dia menggelengkan kepala
"Apa hari ini sangatlah buruk?"
"Ya kurasa seperti itu"
Dia masih menatap gelas di depannya "Apa karena aku?"
"Ya kau sangat menyebalkan Elgin" akhirnya dia mulai memanggil namaku
"Apa aku sangat keterlaluan?"
"Ya...Kau sangat pemaksa Tapi itu semua karena kau bosnya"
"Kau sangat pintar nancy" aku tersenyum memulai mencairkan suasana yang tegang ini.
"Maafkan perbuatanku tadi aku sungguh keterlaluan kan" dia sampai menggigit Bibir bawahnya
"Akan ada balasan untuk itu"
"Apa?" aku menyodorkan gelas yang aku minum. Dia akhirnya tersenyum lebar mengerti yang aku maksud.
Sungguh dia cantik sekali "Apa lukamu sudah sembuh?"
"Ya tentu kalau bukan karenamu Aku akan mati mungkin"
"Kamu terlalu berlebihan" Dia mulai tertawa lepas.
Thanks God Kau memberikan Malam yang menyenangkan dia berbicara banyak hal melihatnya tertawa membuat hatiku senang.Nancy kenapa Aku ingin selalu didekatmu.
Akhirnya hubungan kami makin dekat bahkan sekarang dia tidak menolak saat aku meminta untuk mengantarkannya pulang.
"Terima kasih kau sampai repot repot mengantarkanku pulang" mobilnya sudah sampai di apartemenku.
"Tidak masalah masuk lah kau harus beristirahat"
"Tentu kau juga Good night elgin".dia sudah keluar dari mobilku dan berbalik tersenyum kepadaku.
"Nancy tunggu..."
Matanya mengikuti arah langkahku Entah setan apa yang mengompori Hawa nafsuku untuk keluar dari mobil untuk menghampirinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.