Elgin prov
Tahukah kalian kalau seminggu ini aku sangat bersemangat bekerja. Suasana hatiku selalu baik setelah bertemu dengannya, aku memang gak percaya Cinta pada pandangan pertama tapi aku sangat yakin dia cintaku.
Dia bagai vitamin untuk ku yang selalu membuatku semangat apalagi sejak dia bekerja di kantor aku semakin sering bertemu dengannya.
Aku mengingat kembali saat aku menyatakan cinta di Rooftop Mr.Purple, dia tidak mengatakan apapun tapi dia diam saat aku menyentuh bibirnya.
Aku mendapatkan informasi dari Jo kalau tujuan datang ke New York adalah melarikan diri dari seseorang di Seoul. Aku memang tidak tahu siapa laki-laki itu, Tapi aku harap laki-laki itu tidak menemui Nancy lagi.
"Apa aku mengganggumu Mr. Thomson?" dia sudah berdiri di depan mejaku.
Lihatlah dia semakin seksi dengan baju kemeja warna hitam"Berapa kali aku bilang Panggil Namaku saja Nancy"
"Maafkan aku tapi ini masih di lingkungan kerja dan anda adalah bosku"
"Terserahlah. Ada apa, kamu merindukanku?" aku mengedipkan mata kepadanya
"Sudahlah, saya ingin memberikan laporan tentang perkembangan Project kita"
"Baiklah Silahkan duduk" aku berdiri mempersilahkan duduk di kursi tamu.
Nancy duduk bersebrangan denganku dia membetulkan kemeja yang sangat press body dengannya aku tahu dia membetulkan kemejanya untuk menutupi tubuhnya agar tidak terlihat oleh ku tapi sepertinya dia tidak sadar bahwa saat dia menunduk menjelaskan Project kepadaku aku bisa melihat gundukan dadanya dan bra berwarna merah muda.
Aku yakin semua Laki-laki pasti mengatakan Dia sangat cantik dan sexy pasti tergoda dengannya, aku bukan pria yang hypersex seperti Felix tapi aku memilih wanita yang akan ku tiduri tapi aku sangat ingin bercinta dengannya.
"Apa anda mengerti yang ku Jelaskan Mr. Thomson?" dia menggigit Bibir bawahnya.
"Lanjutkan Nancy aku mendengarkan", Bohong banget!!! Aku sungguh tidak berkonsentrasi dengan yang ia katakan.
Celanaku pun mengetat dan milikku pun mengeras kuharap Nancy tidak menyadarinya.
Aku ingin mendorong tubuhnya ke dinding mengangkatnya dan melingkarkan kakinya di Pinggangku menciumnya dan mencumbunya.
"Mr. Thomson apa ada pertanyaan?" suaranya membuyarkan fantasiku Sepertinya dia sudah selesai menjelaskan.
" uhm...Tidak Nancy"
" Baiklah kalau begitu aku harus kembali ke mejaku" dia membereskan kertas-kertas yang iya jelaskan tadi
"Apa kamu sudah bersiap-siap untuk besok?"
"Bersiap-siap untuk apa?"
"Apa aku tidak mengatakan kepada mu kalau kita akan ke London."
"Bukankah kamu sendiri yang akan ke sana?"
"Kamu harus ikut nency Kau adalah consult project ini"
"Jadi aku akan ikut ke London?" dia menunggu jawabanku dengan ekspresi imut.
Aku mengangguk pelan senyumnya langsung mengembang.
"Terima kasih Elgin, sampai jumpa esok" dia mengedipkan mata dan keluar dari ruangan ku
Sial!! Bagaimana ini batangku sudah terlanjur mengeras.
*****
"Elgin Kenapa sih kamu cepet banget jemputnya Katanya jam 10 pagi ini masih jam 09"
"Pesawatku sudah siap dari tadi Nancy"
"Iya kah? kenapa kamu berjalan pelan nanti ketinggalan pesawat kasihan penumpang yang lain Ayo kita lari " dia sudah berjalan cepat.
"Hey...kamu lupa ya aku bisa pakai pesawat pribadi punyaku sendiri jadi nyantai saja"
"Aku lupa kamu orang kaya, apaan sih El, Udah dong jangan foto-foto mulu"
"Sayang sekali Kalau gak diabadikan kamu cantik banget soalnya"
"Apa sih!! Sini biarku hapus" dia mencoba merebut ponselku.
"Tidak bisa ini milik pribadi, kamu mau melawan Miss Liona"
"Iiih dasar Bossy" dia langsung manyun.
Perjalanan dari New York Ke London dibutuhkan waktu 5 jam saja, aku dan nancy sudah di tunggu sopir ketika baru sampai di London Heatrow Airport
"Acaranya baru besok di mana kita akan menginap?"
"Tenang saja kita akan menginap di rumahku"
"Kamu punya rumah di London, ow ya lupa kamu lahir di London" dia hanya menatap arah jendela melihat kota London.
Aku memang lahir di London tapi setelah Mom meninggal aku diboyong oleh Dad ke New York.
Dan setelah Dad menikah dengan Dilla mereka memutuskan untuk kembali ke London.
"El, Inikah rumahmu dia menanyakannya ketika kami sudah sampai pintu gerbang"
"Bukan ini rumah orang tuaku"
"Apa kita mau ketemu orang tuamu?" Dia menatapku penuh tanya.
"Iya kita akan malam di sini"
"Kenapa kamu gak bilang aku belum dandan" Dia mengambil tasnya mencari make up.
Dagunya aku pegang untuk menatap mataku" kamu sudah sangat cantik Nancy bahkan lebih cantik dari bidadari"
Aku melihat seketika mukanya merah cerry dan ku genggam tangannya saat akan masuk ke dalam rumah
"Selamat datang tuan"
"hai Dorothy Bagaimana kabarmu" dia adalah kepala pembantu yang bekerja di keluargaku Sejak aku kecil.
"Sangat baik Tuan anda sudah ditunggu di ruang keluarga"
Rumah ini masih sama seperti delapan tahun yang lalu saat Dad membeli rumah ini untuk tinggal dengan Dilla, aku tidak membenci Dilla karena aku tahu dia sangat mencintai Ayahku sudah sejak lama. Tapi aku bersikeras untuk menolak tinggal disini agar aku bisa bebas di New York. Karena Dilla tidak punya anak dia pun mencintaiku seperti anak kandungnya sendiri sesekali mengunjungiku di New York.
"Elgin sayang" Dilla langsung memelukku ketika aku baru masuk ke ruang keluarga. umurnya sudah setengah abad lebih tapi dia masih terlihat segar dan cantik
"Dad" aku menghampiri dan langsung memeluknya.
"Aku kangen sekali denganmu Elgin" Elgin melepas Rindunya dengan memelukku erat.
"Apa dia Kekasihmu El?" suara Dilla membuat menoleh ke arah.
"Merliona Nancy, senang berkenalan dengan anda" Dia sangat manis saat tersenyum seperti itu
"Panggil aku Dilla Nancy" Dilla menggengam erat tangan Nancy.
"Dilla apa Makan malam sudah siap Aku sangat lapar?" Aku mencoba mempercepat acara agar segera pergi dari sini.
"Tentu Ayo kita makan"
Suasana di meja makan sangat hangat tidak ada membicarakan bisnis dan Artisnya adalah Nancy.
Dilla tidak henti-hentinya mengintrogasi nancy, untung saja Nancy adalah perempuan yang cerdas hingga bisa membuat suasana tidak canggung.
"Kamu perempuan pertama yang diperkenalkan Elgin ke kami Kamu sangat cantik nancy" Dilla terlihat sangat senang dengan keberadaan Nancy di sini.
"Sudah berapa lama kalian berpacaran?" tanya Dad penasaran.
Apa yang akan dijawab Nancy? please Nancy Buatlah aku senang dengan jawabanmu.
"Maaf tapi kami hanya teman" ucap Nancy pelan.
Kata-kata Itu sebenarnya tak ingin aku dengar tapi itu memang kenyataan aku masih berjalan pelan membuka hatinya.
"Kenapa kamu harus segera Kalau tidak dia akan direbut orang lain lo" Dilla menggodaku
Iya sepertinya Bener kata Dilla memang aku harus bergerak lebih cepat. Nancy harus menjadi milikku
KAMU SEDANG MEMBACA
MonoDrama-Promise You
Romansa[ Complete ] Only 19+.Follow dulu biar bisa baca semua part. REPOST (part 1-31) MonoDrama yang telah dihapus oleh wattpad, Dia dan aku dipisahkan oleh berjuta juta fans. Dia menyatakan cintanya kepadaku tapi meminta maaf karena tidak bisa melindung...
