Elgin Prov
"El kamu punya orang tua yang sangat baik walaupun Dilla Ibu tiri mu tapi terlihat dia sangat sayang kamu" Dari kami pamit pulang sampai sekarang perjalanan menuju rumahku Nancy tidak henti-hentinya berargumen tentang mereka.
"Stop Nancy kamu terus berkomentar tentang mereka lalu bagaimana dengan aku kamu tidak pernah memujiku" aku meliriknya
"Iih ngambek ternyata kamu bisa manyun juga ya" dia justru menertawakanku
"Lihat kota London malam hari bagus banget ya"
aku memang suka London tapi aku lebih suka karena ada kamu.
Kami pun sampai ke rumah yang aku tempati kalau aku ke London. Dia sudah berjalan duluan melihat isi dalamnya" El, pilihanmu sangat bagus rumah ini sangat indah"
"Tidak ada yang lebih indah darimu Nancy" aku menarik tangannya ke arahku.pinggangnya yang ramping sudah kupeluk aku sudah berfokus ke bibirnya.
"Aku mau mandi badanku sudah lengket" dia mencoba membebaskan tangannya. Nancy buru buru pergi ke kamarnya dia menghindariku lagi.
Aku membuka baju melakukan pemanasan sebentar dan masuk ke kolam renang.
Kenapa dia susah sekali didapatkan dia berbeda dengan wanita yang selama ini Ku kencani ataukah dia masih mencintai orang itu.
Aku merasa kakiku ditarik dari dalam air, Aku tenggelam berusaha melihat Siapa yang menarik tapi dia sudah ke permukaan dengan tertawa terbahak-bahak.
Aku akan mengerjaimu Nancy.
dia mulai mencariku saat aku tak kunjung ke permukaan dia mulai mencari dan berenang mendekatiku. Aku berpura pura diam tak bergerak.
Dan ketika dia sudah di depanku, aku langsung menciumnya sempat dia terkejut tapi dia mulai tak menolak ciumanku. aku membawanya ke permukaan kami berdua mengambil nafas setelah menahan nya di dalam air dan berciuman kembali.
Posisiku sekarang aku menggendong nya dan tangan Nancy berada di tengkukku.
Dia seperti roller coaster sungguh tak tertebak sama sekali tadi dia menolak ciumanku sekarang dia tak menghindarinya.
Entah sudah berapa lama kami berciuman, air kolam yang dingin justru membuat kami semakin intim.
Tanganku membelai punggungnya yang halus sekali meremas pantatnya, aku pikir perutnya pun merasa kalau batang ku sudah Berdiri Tegak, aku mengirimnya ke atas Lihatlah tubuhnya dia sangat seksi dengan bikini itu aku langsung menggendong bridal menuju kamarku dia hanya menatapku seperti meyakinkan dirinya sendiri.
Aku tidak peduli dengan apa yang dipikirkan sekarang aku cuma ingin dia
Aku mengeringkan tubuhnya dengan handuk saat sudah sampai kamar dia tak henti-hentinya menatapku dari tadi, aku membalas dengan tersenyum.
Malam ini aku ingin kamu Nancy
Aku mencium bibir ranumnya lagi dia pun membalas dengan sangat lembut. Handuk yang Iya pakai jatuh ke lantai aku mulai membalik tubuhnya menciumi dari bahu naik sampai ke leher merasakan kulitnya dengan lidahku akhirnya bibir kami bertemu aku menyelipkan lidah kedalam mulutnya
Aku merasa tubuhnya mulai lemas karena seranganku tapi tiba-tiba dia mendorongku menjauh dan seketika dia mulai menitikkan air mata.
"Maaf...maafkan aku Elgin"
Aku memang menginginkan Dia Tapi Aku nggak ingin melihat dia menitikkan air mata.
Aku memeluknya mencoba menenangkannya mungkin belum sekarang.
****
"Morning elgin"
"Morning Nancy" aku melihatnya sedang menyiapkan makanan dia sudah ceria lagi setelah dia menangis semalaman
"Bagaimana keadaanmu Nancy?" dia membawa dua piring ke meja makan yang berisi waffel yang ia campur dengan raspberry.
"Sudah lebih baik"dia memberiku kopi.
aku sudah melihat senyuman yang selalu membuatku ceria."Apa kamu mau Weekend di London Nancy Aku siap menemanimu"
"Maaf El, tapi aku sudah ada janji temanku akan datang mengunjungiku. Mungkin lain waktu"
"Lain kali kamu harus mau Nancy"
"Siap"
Meeting kami berjalan dengan lancar dan selesai dengan cepat. Kami langsung kembali ke New York di dalam pesawat aku masih menatap laptop mempelajari Hasil meeting tadi.
Dia duduk disampingku Aku menoleh kearahnya ternyata dia sudah tertidur
You're mine you should know it
Aku mencium bibirnya pelan agar tak membangunkannya.
****
Dia masih terdiam didalam mobil di perjalanan aku akan mengantarkan ke apartemennya,
"Mau langsung pulang Nancy?"
"Kenapa memang?"
"Bagaimana kalau beberapa gelas Cocktail di 169 Club"
"Uhm.. boleh ide bagus" dia mulai tersenyum
"Jo...Tolong antar kami"
"Tentu Mr. Thomson"
Aku meraih tangannya dan menggenggam ketika kami masuk dalam bar. Sebenarnya aku ingin memprivate tempat ini tapi Nancy sudah melototiku saat aku akan berbicara dengan owner bar.
"Kerjamu sangat bagus Nancy, Nam Factory sungguh beruntung punya karyawan sepertimu"
"Aku masih belum punya pengalaman sebanyak dirimu kamu sungguh hebat di Usia muda tapi sudah bisa memimpin skyblue sampai sebesar ini semua yang kamu bisa raih dengan mudah" dia mengosongkan gelas yang iya pegang.
"Sayangnya kamu salah ada yang aku inginkan bahkan sampai sekarang aku masih mengejarnya belum dapat"
"Oh ya...Apa itu?"
"Memilikimu seutuhnya"
Dia terdiam walau lampu bar ini minim tapi aku bisa melihat wajahnya memerah
"Lihatlah mukamu seperti udang rebus Nancy" aku sedikit menggodanya.
"El, berhenti menggodaku dia melemparkan tisu kearahku"Sambil tertawa.
"Nancy" aku memanggilnya pelan.
Aku sudah mendapatkan matanya yang memandangku,
Mungkinkah ini waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaanku kepadanya. Bagaimana kalau aku ditolak? Kenapa jantungku berdetak kencang ya?Kenapa aku gugup seperti ini?.
"Hai Babe" suara pria itu mengagetkanku.
Dia menaruh tangannya di pinggang Nancy, aku melihat Nancy terkejut melihat pria itu. Siapa laki-laki itu berani sekali dia menyentuh nancy?
"Sean" nama itu keluar dari mulut Nancy.
Siapa dia?apa dia temanmu?kalau dia temanmu kamu gak mungkin gemetaran seperti ini.
"Perkenalkan kami Nancy" laki-laki itu mendekatkan suaranya ke telinga Nancy.
"El, ini Sean...Sean ini Elgin partner kerjaku" aku menjabat tangannya yang sudah Iya ulurkan. Terlihat dari matanya Dia sangat tak suka denganku.
Sama dengannya aku pun juga tidak suka keberadaannya disini dan memanggil mesra nancy.
"Maaf kita bertemu dengan suasana seperti ini tapi aku dan Nancy harus segera pulang"
"Ayo Babe" dia menarik nancy dan kopernya keluar dari bar.Nancy terlihat shock dan menuruti keinginan pria itu.
Kenapa aku diam saja dia membawa Nancy pergi? Tunggu Nancy adalah milikku tak ada yang boleh memilikinya selain aku.
aku mengepalkan tangan ku menahan emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MonoDrama-Promise You
Romansa[ Complete ] Only 19+.Follow dulu biar bisa baca semua part. REPOST (part 1-31) MonoDrama yang telah dihapus oleh wattpad, Dia dan aku dipisahkan oleh berjuta juta fans. Dia menyatakan cintanya kepadaku tapi meminta maaf karena tidak bisa melindung...
