Sean prov
Cewek ini jadi ikut ga sih, lama banget dandanya.Lagian kenapa felix ngajak cewek cupu tukang nyolot ini.
Aku adalah teman kecil felix. Kami sangat dekat walau sekarang aku punya boyband yang sedang naik daun tapi aku selalu nyaman dengannya.
Aku excited mendengat curhatannya bahwa ibu felix mengirim seorang cewek cantik untuk menjaganya.
Felix anak tunggal seperti aku makanya ibunya sangat kuatir saat felix bersikeras ingin tinggal di apartemen. Padahal sebenarnya felix ingin bebas membawa tidur cewek yang ia kencani.
Awal pertemuan kami sungguh menyebalkan. Apa dia ga mengenaliku ya?masak sih dia ga tau? Padahal dia pakai ringtone ponselnya lagu groupku.
Aku Bahkan sempat menggodanya saat dia tiba tiba masuk ke kamar mandi, aku juga lupa kalo itu sekarang kamar mandi miliknya, kebiasaan sebelum dia datang aku selalu memakai kamar mandi itu. aku yakin dia melihatku naked dari belakang, entah justru aku tak menghindar saat dia sudah panik melihatku. aku melihat dadanya yang membusung indah dengan bra hitam.
Sebenarnya aku sangat malu tapi melihat expresinya yang lucu aku malah semakin ingin menggodanya.
Hingga beberapa hari yang lalu aku terkejut dia bisa mengenal orang tuaku. Ternyata dia cewek yang diceritakan mom saat aku datang makan malam.
Dia sungguh dapat mengambil hati mereka, belum pernah meja makan keluargaku begitu hangat dengan canda tawa. Apalagi masakannya sangat lezat walaupun aku cuma bercanda saat mengkritik masakannya asin.
Dia telihat sangat manis dengan rambut blonde panjangnya, aku tau dia sangat kesal kepadaku tapi dia acuh tak menaggapinya.
Bahkan aku terkejut dia mengetahui kalo aku sedang sedih, ya memang aku sedih karena sandra tidak tahan karena kesibukkan pekerjaanku yang tidak punya waktu buatnya hingga dia meninggalkan aku.
Sebenarnya aku juga ga begitu cinta dengannya. Tapi rada sakit juga saat dia meninggalkanku dan lebih memilih orang lain.
Dia hanya diam saat aku menceritakan kegalauan ku.aku memang ga butuh belas kasiannya, Aku cuma ingin teman untuk mendengarkan.
Aku baru menyadari kalau senyumannya sungguh menyenangkan.Dia begitu cantik, matanya sungguh melihatkan dia cewek yang polos, bibirnya begitu menggodaku.
Entah setan apa yang membisikiku atau mungkin terbawa suasana. Aku langsung memegang tengkuk kepalanya dan menciumnya.
Aku merasakan tubuhnya kaget dengan apa yang aku lakukan tapi aku ga ingin melepaskannya.Bibirnya begitu lembut dan ranum. Ciuman ini sangat nikmat apalagi dia membuka mulutnya membuat lidah ku bisa memenuhi mulutnya. Kalau saja dia tak melepaskan ciuman itu mungkin aku bisa mencumbu bagian lainnya.
Dan tadi aku mendapatinya tidur di sofa tersenyum sendiri. Apa yang dia fikirkan? Apa ciuman itu??
Aku bukan seperti felix yang suka berganti pasangan, hanya 2 orang mantan pacarku dulu yang aku cium. Tapi ciuman dengannya kemarin membuatku terus menerus memikirkannya.
Ini sudah terlalu lama menunggu bahkan aku ga pernah menunggu cewek sebelumnya.
"Ooiii lama banget, bisa telat ney"
Sengaja Teriakku lv.10 biar dia mendengar.
"Apaan sih. Aku denger tau"
Mataku terbuka lebar. Dia keluar dari kamar dengan mini dress hitam yang bagian atasnya terbuka buah dadanya pun mengitip bahkan tubuhnya yang berisi itu terlihat bak gitar spanyol. Rambutnya di curly wave menambah aura sexy nya keluar.
"Felix aku sudah siap" teriaknya ke kamar felix.
"Dia sudah pergi duluan mau jemput seseorang katanya"
"Lah aku sama sapa pergi kesana"
"Ya aku.."
"Ga deh... aku naik taxi ja"
"Terserahmu jalah"
Dasar kepala batu. Sudah membuatku menunggu sekarang seenaknya jidatnya mau naik taxi.
Aku mengambil kunci mobilku keluar dari apartemen felix menuju lift. Dia pun berjalan dibelakangku. Suara high heels nya pun terdengar cantik.
Aku masuk ke lift bisa ku lihat dia berjalan cepat sebelum pintu ditutup.
Dia menekan lantai 1 tempat lobi tapi aku menekan lantai 2 disitu mobilku diparkir. Gengsinya sekeras beton ternyata.
Dia berdiri didepanku. Rambutnya di kesampingkan. Jelas dia mencoba menggodaku.
Bisa kulihat punggungnya yang mulus dan pantat yang berisi. Aku ga menyangka dia berubah semenarik ini.
Mataku terus terfokus ke pantatnya yang bulat. Aku membayangkan dia pose doggy style. Aku merasakan ada yang kebangun dari celanaku.
Aku langsung menarik tangganya ketika pintu lift terbuka di lantai 2. Dia memberontak mencoba lepas tapi aku yakin dia tidak akan bisa karena aku menggengamnya erat.
"Apaan sih, aku ga mau semobil denganmu. Aku bisa naik taxi" dia terus berusaha melepas tanganku
"Tapi aku ga mau tubuhmu dibuat tontonan orang"
Dia menatapku tajam kemudian terdiam tak ada penolakan lagi. Aku juga binggung kata kata itu spontan terucap begitu saja
Dia terdiam melihat kaca samping. Aku bisa melihat pahanya yang putih mulus.
"Sebaiknya kamu fokus ke depan. Aku ga mau mati tertabrak nanti"
Ternyata dia memperhtikanku. Aku tersenyum melihat sikap cueknya.
"Kamu sering diajak felix ke party seperti ini" tanyaku.
"Hanya acara formal kantor saja itu pun aku sibuk jadi panitianya"
"apa kamu suka pergi ke club?"
"Menginjakkan lantainya saja belum pernah"
"u're sure?" Aku sama sekali ga percaya.
Dia sungguh tidak tau dunia malam bahkan diumurnya yang cukup dewasa. Dia memang terlihat anak rumahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MonoDrama-Promise You
Romance[ Complete ] Only 19+.Follow dulu biar bisa baca semua part. REPOST (part 1-31) MonoDrama yang telah dihapus oleh wattpad, Dia dan aku dipisahkan oleh berjuta juta fans. Dia menyatakan cintanya kepadaku tapi meminta maaf karena tidak bisa melindung...
