33

15.2K 589 7
                                        

Elgin prov

Aku melihat kearah jendela besar kantorku. Terlihat kota new york dari atas tak membuat hatiku tenang.

Lelaki yang bernama Sean itu menarik paksa Nancy keluar dari 169 club malam itu. Aku sangat marah melihatnya dan bodohnya aku tak bisa berbuat apa apa.

Apakah lelaki itu orang yang ia hindari, lelaki yang selalu ada difikirannya. Bahkan aku harus berhati hati saat akan masuk kedalam hatinya karena masih ada pria itu.

Damn!! Sialan !!!

Aku bersandarkan kepalaku di kursi. Kepalaku sangat pening, otakku sudah teracuni oleh Nancy. Aku masih terhipnotis ciumannya, aku hampir mendapatkannya kalau saja dia tak mendorongku waktu itu. Andai dia tak memikirkan pria jelek itu,aku mungkin mendapatkan seluruh jiwanya.

Handphonenya mati, Semua pesan ku tak dibalas. Malam itu Aku menunggu ia pulang sampai fajar didepan apartemennnya tapi dia tak kunjung datang. Aku rela melawan rasa dingin hanya untuk menunggu dia pulang.

Kemana kamu Nancy, aku berharap jangan bersama pria itu. Aku ga ingin kamu bersama orang lain. Kamu adalah milikku.... Hanya milikku!!!

Jam 10.10 Harusnya dia sudah datang 10 menit yang lalu menunjukkan laporannya kepadaku.

Kemana kamu Nancy??? Taukah aku sangat kuatir.

"Selamat pagi Mr.Thomson. Miss Liona ingin menemuimu". Casey memberitahuku lewat phone yang ku speaker.

Itu dia datang, apa yang harus aku perbuat. Expresi apa yang akan ia tunjukkan kepadaku. Kumohon jangan expresi kesenangan karena itu menandakan ia punya weekend yang indah bersama pria itu.

"Morning Mr.thomson" suara itu yang aku tunggu dari tadi.

Aku membalikkan kursi menghadapnya. Dia memakai terusan warna putih dan blazer hitam. Lihatlah dia begitu cantik, auranya sangat cerah. Aku ga ingin dia seperti itu.

"Ada apa?" Aku melihatnya dengan tatapan dingin.

"Saya akan menjelaskan hasil meeting kita di london kemarin" dia masih saja memberikan senyuman yang lebar. Sikap dinginku tak menjadikannya dia takut.

"Kamu terlambat 10 menit. Bukankah kamu sudah tau kamu harus datang ke kantor ku jam 10"

"Maaf saya masih mempersiapkannya tadi"

"Bukankah ini pekerjaanmu. Mengapa kau tidak melakukannya dengan baik??"

"ini takkan terjadi lagi, maafkan saya Mr.Thomson"

"Baiklah" aku menuju meja meeting. Dia mengikutiku dan menyiapkan presentasinya.

Disini lah aku melihatnya ke 2 kali, saat itu dia juga memberi presentasi proposal project. Berbeda jauh saat pertama kali aku bertemu dengannya, dia dulu begitu dingin tapi lihatlah sekarang dia terlihat sangat senang, auranya cantikknya sungguh terpancar terang.

Harusnya aura itu untukku bukan orang lain. Dan seharusnya aku yang membuatmu senang.

Aku lagi lagi tak memperhatikkan penjelasannya. Aku sibuk menyalahkan diri sendiri karena terlalu lama membiarkannya hingga dia bisa saja kembali ke pria itu.

"Kemana kamu malam itu" kataku memotong presentasinya.

"Maaf Mr.Thomson ini masih jam kerja". Dia melihatku sebentar dan meneruskan laporannya.

"Mengapa kau tak membalas pesanku" aku mulai berbicara agak keras

"Maaf bisakah aku menyelesaikan ini Mr.Thomson" dia menghela nafas panjang dan kembali berbicara tentang pekerjaan.

MonoDrama-Promise YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang