[ Complete ] Only 19+.Follow dulu biar bisa baca semua part.
REPOST (part 1-31) MonoDrama yang telah dihapus oleh wattpad,
Dia dan aku dipisahkan oleh berjuta juta fans. Dia menyatakan cintanya kepadaku tapi meminta maaf karena tidak bisa melindung...
Sean membukakan pintu mobil untukku . Aku masuk di mobil warna hitam yang mewah. Aku melambaikan tangan kearah orang tua sean saat mobil berjalan.
"Sepertinya kamu sudah mengambil hati orang tuaku. Dasar muka dua"
"Apa maksudmu?" Aku memicingkan mata.
"kamu berusaha mendekati mereka. Dan menyuruh mereka memerintahku agar jadian denganmu, iya kan??"
"Kenapa ya otakmu sungguh picik??" Aku memasang muka kesal.
"Ya semua gadis seperti itu" jawabnya dengan ketus.
"Sebaiknya kamu fokus dijalan. Aku tak mau mati karena mu" aku memutar mataku.
Hari ini aku ga ingin meladeni mulut kasarnya. Anak ini berbeda sekali dengan orang tuanya.rasanya pengen aku cekik cowok ini.
"Hei!!sepertinya ini bukan arah jalan pulang"aku menyadari saat jalan mulai sepi.
"Kamu orang baru disini. Aku yang penduduk asli sini lebih tau jalan"
Iya benar juga sih. Tapi ini mencurigakan, karena jalan makin sepi dan kenapa ga sampai sampai dari tadi.
"Hei kamu mau bawa aku kemana. Turunkan aku sekarang!!!" aku berteriak kesal.
Dia langsung menepikan mobil. "Silahkan kalo kamu mau turun. Disini tidak ada taxi ataupun bus. Tetaplah duduk tenang atau mau bersikeras turun"
Tak ada pilihan yang lain selain duduk diam menuruti orang gila ini.aku ga bisa turun karena disini jalannya terlalu gelap bahkan rumah warga sudah gelap semua.
Setelah melewati jalan tanjakan yang panjang kami sampai di daerah berbukit sean memakirkan mobil. Dia berjalan dan berdiri menatap lurus kedepan.
Ngapain dia ngajak aku kesini.
"Turunlah kau akan menyesal. Tidak melihat ini"
Seenaknya sendiri memerintah, dengan hati dongkol aku turun.
Oh my god ini amazing.
Aku bisa melihat view lampu kota yang menyala terang. Ditambah lagi bintang yang bersinar terang malam ini membuat kombinasi pemandangan indah yang belum pernah aku lihat. Angin yang berhembus pelan membuat hatiku damai.
"Bukankah ini sangat indah"
"Iya ini sungguh indah"aku menyandarkan badanku di kap mobil.
"Disinilah tempat aku memenangkan diri, biasanya aku sendirian kalo kesini, aku bisa melihat langit yang luas."
"Rasanya begitu damai hatiku yang tadi panas langsung adem"
"Hatimu panas?" Dia menatapku
"Ya karena harus memendam kekesalanku sama kamu"
"Karena aku? Harusnya ga usah kamu pendam langsung ngomong ja"
"Percuma ngotot kalo sama orang lagi sedih"
"Bagaimana kamu tahu aku sedang sedih?"
"Terlihat dari matamu. Tidak terlihat seperti terakhir kita bertemu"
Dia tertawa terbahak bahak
"Apa yang lucu?" Tertawanya seperti mengejek. Padahal aku sudah serius.
"Sorry" dia duduk di sebelahku"aku gak tau kamu sampai memperhatikan sedetil itu"
"Memang itu yang aku lihat" cemberutku.
Dia menghela nafas panjang dan mulai bercerita"Aku kehilangan banyak waktu karena pekerjaan. Aku jarang bertemu dengan pacarku dan akhirnya dia meninggalkanku".
Ternyata dia baru putus, begitu cintakah dia sampai membuatnya sedih??
Aku mengusap punggungnya dengan lembut. Tak ada ucapan yang keluar dari mulutku karena aku yakin dia ga butuh nasehat.
Sudah lebih 10 menit kami berdua diam menikmati pemandangan ke depan.
"Makasih mau menemaniku"
"Iya... aku juga senang kamu mau membagi tempat rahasiamu disini sungguh menakjubkan" aku memejamkan mata merasakan kesejukan anginnya.
Tiba tiba aku merasakan daging yang lembut menempel di bibirku. Aku terkejut saat ku buka mata, sean menciumku. Ke dua tangannya berada ditengkuk kepalaku sekarang.
Ini ciuman yang sangat hangat, aku memejamkan mata dan membuka sedikit mulutku memberikan jalan untuk lidahnya masuk. Tak kusadari tangganku pun aku taruh di tengkuk kepalanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku terlena dengan ciumannya yang panas dan lama. Aku langsung melepaskan bibirnya kalo tidak aku bisa mati terbakar oleh ciumannya. Dia mengambil nafas pelan masih menatapku tapi aku ga berani melihat matanya.
"Aku ingin pulang" pintaku dengan menunduk.
"Uhm....iya aku antar kamu pulang" dia terlihat canggung dan binggung.