Nancy prov
Aku melemparkan badanku kesofa mencari sandaran untuk kepalaku, aku pulang cepat hari ini. Aku sungguh lelah aku benar benar ga konsentrasi akhir akhir ini setelah kejadian 3 hari yang lalu.
Tuan park mengetahui kondisiku akhirnya memberiku ijin untuk beristrahat.
Aku mengingat kembali kejadian malam itu...
Dia terlihat canggung saat mengantarku pulang. Apalagi aku yang tak berani melihat matanya, jantungku terus berdebar waktu perjalanan dari sana.
Ciuman itu masih terasa. Bibirnya sungguh lembut. Lidahnya begitu penuh dimulutku.dia benar benar good kisser.
Apa maksudnya dia menciumku ya? Apa dia menyukaiku? No...no dia hanya terbawa suasana. Dia begitu tampan mungkin dia sering mencium banyak perempuan. Uh rasanya sakit ya kalo itu ciuman hanya mainan.
Apa dia mengingat ciuman ini ya?
Akkh...bodo amat yang penting aku bisa merasakan ciumannya.
Sudah pernah liat dia naked sekarang dapat ciumannya.
"Lagi mikirin apa?"
Sepertinya suara itu familiar ditelingaku jangan jangan...
Aku membuka mataku. Lagi lagi wajahnya berjarak 15cm. Mukaku langsung memerah seperti udang rebus.
"Akkkhh" teriakku
"Duh.. bisa ga kamu sekali ga teriak gitu" dia memegang ke dua telinganya.
"Kenapa kamu bisa masuk?"
"Aku kan tau passwordnya"
Oh ya lupa... goblok banget aku.
"Aku tidak mendengar pintu terbuka" aku mencari cari alasan.
"Bagaimana kamu mendengarkan, bahkan say hello sudah ku ucapkan 3x kamu ga merespon. Kamu senyum senyum sendiri gitu. Aku kira kamu kemasukan setan. Tapi masak setan kemasukan setan lagi."
Oh god dia sangat menyebalkan seenaknya bilang aku setan padahal aku tadi begitu memujanya.
"Memang kamu mikir apa sih" dia memandangku kepo.
"Bukan urusanmu" wajahku memerah.
"Mau ngapain kesini, felix belum pulang dari jerman. Besuk baru pulang"kataku ketus.
"Kata siapa? Tuh datang"
Klik.. pintu masuk terbuka
"Nancy aku pulang" teriak felix.
aku langsung melihat sean bagaimana dia bisa tau kalo felix pulang. Telepatinya sungguh hebat.
"Nancy. Do u miss me?" Felix datang memelukku.
"Bukankah besuk ya kamu baru datang" aku tak percaya.
"Penerbangan aku percepat karena aku ingin datang ke pesta temanku sekarang"
"Hai sean.." dia juga memeluk sahabatnya. "U're ready to night bro?"
"Tentu aku sudah siap" sambil menunjukkan sebuah tas yang ia bawa.
"Kemana?" Aku bertanya kepo.
"Kita mau party" felix menjawab dengan berteriak gembira. Sedangkan aku hanya melongo liat tingkahnya.
"Engga deh aku ga ikut" aku memang sangat capek. Yang ku inginkan cuma tidur sekarang.
"No.. wajib harus ikut.segeralah mandi dan ganti bajumu"
"Felix aku ga mau". Dia tidak mau mendengar penolakanku terus mendorong ke kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
MonoDrama-Promise You
Romance[ Complete ] Only 19+.Follow dulu biar bisa baca semua part. REPOST (part 1-31) MonoDrama yang telah dihapus oleh wattpad, Dia dan aku dipisahkan oleh berjuta juta fans. Dia menyatakan cintanya kepadaku tapi meminta maaf karena tidak bisa melindung...
