"Hai , ketemu lagi sama kita. Kita lagi jalan jalan ceritanya. Kira kira kita lagi dimana ya ? Tanya Bos Bobby yuk" ucapnya dengan penuh senyum dengan kamera yang tak lepas dari tangan nya. Dan kini aku tengah fokus dengan jalanan. Tapi jika bersamanya mana bisa aku fokus ? Bahkan sedari tadi dia terus bernyanyi, berbicara dengan kamera, dan kini dia sedang mewawancaraiku. Dan mana mungkin aku bisa membagi fokus ku terhadap bidadari hidupku ini ?
"Kemana ya ? Enaknya kemana ?" Jawabku .
"Aduh kemana ya ? Jadi penasaran ya ?" ucapnya terkekeh.
*****
"Akhirnya sampai juga. Kira kira kita Dimana ya sekarang ? Kita berada di..........mana bos Bobby ?"
"Di hatimu" ucapku menggoda.
"Aish, gombal" ucapnya datar.
"Hehehe, canda canda. Aku emang gak ada di hatimu kok. Emang disini kan cuman aku yang mencinta. Jadi wajar kalo aku gak pernah di hatimu. Biarin aku aja yang menyimpan mu di hatiku, itu udah cukup kok." Ucapku mendramatisir. Dia pun hanya mendengus malas.
"Ngelantur ya ? Gak usah mendramatisir. Cari perhatian banget. Jangan harap ya mereka peduli. Apaan tuh, terus selama ini ngapain aku mau jomblo bertahun tahu" ucapnya kesal.
"Hihihi, akhirnya ngaku juga ya selama ini nungguin ?" Ucapku menggoda.
"Ih, pede banget." Ucapnya tsundere.
"Aduh, tsundere nya pacarku." Ucapku merangkul pundaknya dan segera menyeret masuk.
Setelah membeli tiket masuk kita mulai jalan jalan. Saling bergandengan tangan dengan penuh senyuman. Dan tak lupa kamera yang selalu menyorot kita.
"Oh iya, kita tadi belum kasih tau ya dimana ? Jadi kita ada ....." ucapnya .
"Di Dufan.." teriak kita bersama.
"Hore... hore. .. lets have fun" teriaknya bersorak gembira. Aku pun ikut tersenyum melihat tingkahnya.
Sedari tadi kami terus berjalan jalan. Entah mengapa kita belum tertarik untuk menaiki wahana berupa apapun. Kita masih saja mengelilingi luasnya Dufan. Mungkin jika dilihat kita seperti orang hilang yang tak jelas tujuannya. Kita hanya asyik dengan diri kita bersama. Kamera yang selalu menemani kita terus mengabadikan wajah wajah aneh kita. Rasanya aku telah kehilangan apa itu kesedihan jika bersama wanitaku ini. Dia sangat bersemangat, bahkan mungkin Tak ada kata lelah jika berhubungan dengan jalan jalan. Tak lagi tersisa hampa, hanya kebahagian dan keceriaan yang ada jika bersamanya.
Kita berjalan beriringan. Atau terkadang dia berjalan mendahului ku. Sesekali dia memasang wajah lucu nya ke kamera, Menyorot mukaku yang datar atau mungkin aku akan mengikutinya bertingkah konyol. Memeletkan lidah, memasak wajah bebek, sok cemberut, tersenyum dengan deretan gigi putih dan tak tertinggal lesung pipi. Jika aku sudah senyum hingga terlihat lesung pipi maka bisa dipastikan tangan jahil nya akan menekan pipi ini.
"Ih, pipinya bolong. Lucu deh, badan nya keker tapi pipinya bolong" ucapnya jika sudah melihat ku tersenyum dengan lesung pipi.
Tak hentinya kita tertawa, memancarkan kebahagian setelah sekian lama bergelut dengan tugas kampus yang membeludak. Itulah kenapa kita memutuskan jalan jalan kala liburan semester tiba. Bahkan kita sudah menyiapkan list jalan jalan kita untuk beberapa hari ke depan selama liburan. Dan salah satunya tempat favorit kita berdua, sangat favorit.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lensa, Senja, Dan Kita
FanficSelama nafasku masih berdesah Dan jantungku terus memanggil indah namamu kan ku jaga segenap cinta yang ada percayalah satu cintaku untukmu