Don't be a silent reader and happy reading
👌👌👌👌
Elvin memandangi berkas-berkas, yang ada di atas meja kerjanya.
Kenapa kertas dengan coretan tinta itu, bernilai sampai treliunan dollar. Pikir Elvin.
Entah, sudah berapa kali Elvin membaca dan memahami kertas dengan tinta itu tapi, satu pun tidak ada yang mampir atau pun tertinggal di otaknya.
Ia meremas rambutnya frustrasi, jika ia meremas salah satu kertas itu, bisa-bisa ia dikirim ke Amerika. Bukan lagi Amerika mungkin kakeknya mengirimnya ke Afrika atau mungkin Palestina.
Membayangkan nya saja membuat bulu-bulu halus Elvin meremang. Bukan karena ia takut, melainkan ia tidak ingin pergi sebelum menemukan gadis itu dan juga anaknya.
Ada satu hal yang memenuhi pikiranya bukan pagi ini tapi itu sejak tadi malam setelah, Ia dan OG yang bernama Alda itu melakukan perdebatan yang membuat Alda menangis.
Apa salah ku??? Batin Elvin bertanya-tanya.
Memang apa yang salah dengan omongan Elvin.
Elvin terus mengingat-ingat apa yang,ia katakan pada Alda.
"Jika kau bukan wanita simpanan bagaimana Kau bisa tinggal di penthouse ini jika hanya mengandalkan gaji seorang OG."
"Itu bukan urusan Anda. Jika saya menjadi wanita simpana mana mungkin saya mau bekerja menjadi OG pekerjaan yang cukup kasar lebih baik saya menghamburkan uang dari Pria yang menjadikan saya simpananya!!!!"
Setelah beberapa menit Elvin berkutan dengan pikiranya,ia tertegun dengan perkatanya semalam tanpa ia sadari.
Elvin mengatakan jika Alda adalah seorang wanita simpanan yang langsung membuat wanita itu marah terhadapnya dan langsung pergi meninggalkan Elvin.
Lagi-lagi ia tidak bisa berpikir dengan jernih, kenapa setiap wanita ia cap sebagai wanita murah seperti halnya Kana mantan kekasihnya.
Mengingat Kana membuat Elvin naik pitam, sampai sekarang ia tidak pernah bertemu dengan si jalang itu. Bertemu??? Itu tidak terpikirkan oleh Elvin.
Entah kenapa hati kecil Elvin mengatakan jika Alda bukan lah tipe wanita seperti Kana.
Lagi-lagi rasa bersalah itu kembali bagaikan hujan di musim semi.
Peperangan batin Elvin, egonya yang tinggi. Tidak mungkin ia meminta maaf atas ucapanya kemarim malam, namun hati nuraninya seolah-olah menyuruh Elvin untuk meminta maaf atas kesalahanya.
Elvin menghembuskan napas berat dan akhirnya ia lebih merendahkan egonya dan mengikuti kata hatinya, untuk meminta maaf kepada Alda. Wanita yang mirip dengan gadis yang Ia perkosa 4 tahun yang lalu.
🍁🍁🍁
Sinar mentari yang masuk melalui sela-sela gorden, mengusik tidur wanita yang sedang bergelud dalam selimutnya.
"Whhaaamm." Wanita itu bangun dari tidur cantiknya.
Mata bengkak dan hidung yang memerah mengiasi wajah cantiknya. Mata yang menandakan kemarin ia habis menangis.
Dengan kesadaran yang belum penuh, wanita itu berjalan menuju kamar mandi.
Setelah mencuci muka, wajahnya terlihat lebih cerah dari sebelumnya.
Ia menggulung rambutnya asal, dengan langkah malas, ia keluar dari kamarnya.
Enak. Gumam wanita itu seraya mengusap perutnya, yang mulai berdemo.
KAMU SEDANG MEMBACA
M (Aku, Kamu, Maple.)
General FictionTerima kasih, untuk mu (Laki-laki berengsek) yang telah tega membuatku, kehilangan hal yang paling berharga di hidupku, secara paksa dan sekarang, benih mu tumbuh di dalam rahimku. Alda Roseline
