27 "Maple?"

145K 7K 101
                                        

Malam semakin larut, tapi pesta resepsi pernikahan Elma dan Kris semakin ramai dan seru. Elma dan Kris tampak sedang bertemu sapa dengan para tamu,  mereka ikut larut di lantai dansa.

Elma tampak cantik balutan gaun berwarna merah marun, yang panjangnya menutupi mata kakinya tapi memiliki belahan sampai lutut, potongan dada rendah untungnya dengan lengan panjang. Kris, pria itu terus bergumam tiada henti. Dia sangat tidak suka tubuh Elma menjadi bahan tonton lelaki hidung belang. Sudah beberapa kali Kris ingin menghampirkan jasnya di bahu Elma, tapi wanita hamil itu menolaknya mentah-mentah.

Kris menghela napas panjang, kalau bukan karena anaknya, mungkin Kris akan menyeret Elma dan menguncinya di kamar pengantin mereka.

"Kau kenapa Kris?" Tanya Elvin, pria itu menepuk bahu Kris.

"Lihat sana," katanya menunjuk dengan dagunya. Elvin memaikan sebelah alisnya, "Elma? Memangnya ada apa dengan Elma." Kris menatap Elvin dengan tatapan malas.

"Aku cemburu, El." Dan pecahlah tawa Elvin. "Kau cemburu? Kris, Kris, biarkan saja. Nanti kau hukum saja," kata Elvin di sela tawanya.

"Iya biarkan, tapi lihat di sana ada para pria yang mengidolakan Elma waktu Senior high school," kata Kris pasrah. "Dan dengan tampang bodohmu, kau memilih duduk disini. Ckckc kau bukan Kris yang ku kenal, seharusnya kau ada di sana merangkul pinggang Elma dengan mesra dan tunjukan pada mereka kau adalah pemilik wanita itu."

Kris menatap sahabatnya lalu menganggukan kepalanya, dengan gagahnya Kris berjalan ke arah Elma dan grepp pria yang akan segera menjadi ayah itu merangkul pinggang wanita yang ia cintai.

"Sayang, kenapa kau meninggalkan aku," ucap Kris dengan gaya yang dibuat-buat, dan Elma menatapnya tidak percaya, lalu tersenyum.

Elvin, pria itu masih tertawa. Ia mentertawakan sahabatnya.

🎋🎋🎋

Dansa waltz di mulai, setiap tamu mulai berdansa dengan pasangannya, Elma dan Kris memulainya. momen yang tak terlupakan seperti prosesi first dance. Bagi pasangan pengantin baru ini, dansa perdana  merupakan simbol dan awal perjalanan hidup baru.

Dan satu persatu tamu undangan mulai mengikuti alunan lagu, "maukah??" Tanya Mr Abrial, Mrs tersipu malu,"kita ini sudah tua, biarkan saja mereka yang muda." Mr Abrial menggele-ngkan kepalanya ia tidak sutuju dengan pendapat sang istri. Dengan cepat tangan William sudah bertengger manis di pinggang istrinya, mau tidak mau Sofia mengikuti keinginan sang suami.

"Hahaha itu pasti sangat memalukan," ucap Erin di sela Dansanya, ia mentertawakan cerita sang kakak, Elvin. "memang, tapi aku tidak merasa malu, aku bahkan menciumnya lagi." Erin membulatkan matanya sempurna. "Se-serius kak, Kau menciumnya lagi?" Elvin menganggukan kepalanya.
"Aku penasaran dengan wanita itu," katanya. Tapi saat Elvin ingin menjawab harus di tunda dulu. Pola dansa yang harus mengubah pasangan membuat Elvin menemukan wanita yang ia bicarakan.

Alda? Ya wanita itu sekarang berada dalam dekapan Elvin, "Hallo Honey, kau sangat cantik malam ini, membuatku ingin mencium lagi," katanya berbisik, Tubuh Alda merinding saat helaan napas Elvin menerpa lehernya.

"Dalam mimpimu saja Tuan." Elvin semakin mengeratkan tanganya di pinggang Alda, "Tapi kenyataannya tidak Honey," ucapnya yakin, Alda berdecih tidak suka. Elvin menatap Alda yang terus menunduk, pria itu tersenyum, ia mengedarkan pandanganya, dapat dilihat semuanya larut dalam dansa waltz. Ada rasa curiga di hatinya saat matanya menatap sosok pria dengan setelan hitam, Elvin mengikuti arah pandangannya, pria itu menapa ke arah anak kembarnya berada?? Ada apa ini? Kenapa pria itu menatap Leon dan Ceon? Pikiran negatif mulai bermunculan. Sekali lagi Elvin mengikuti arah pandangan pria itu, sekali lagi ia tertegun, kenapa pria dengan setelan hitam itu mengarahkan pandanganya keatas, ke arah lampu kristal yang tepat berada di atas kepala ke dua anaknya, tapi ada yang salah di sana, mata Elvin menangkap kalau pegangan lampu itu hanya tinggal sedikit, sekali hentakan saja lampu itu bisa jatuh dan menimpa kedua balita itu.

M (Aku, Kamu, Maple.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang