Status : Republish
Jadwal up date : Setiap Rabu
Genre : Romance
Plot : Plot maju mundur
---o0o---
Senin pagi, kembali ke rutinitas masing-masing. Jalanan yang macet membuat penjalanan menjadi terasa membosankan dan lama, suasana yang buruk untuk mengawali minggu. Itulah Jakarta, sangat mesra dengan kemacetan.
Seorang wanita melamun di belakang kemudi sambil menunggu lampu merah berubah, tangannya di tumpukan pada dagunya sambil memandangi kaca mobilnya yang basah terkena rintik hujan.
Flashback on
"Lin, Leon udah parkir di basement katanya mau samperin kita disini."
"ya udah gw menyingkir ya, mau ke toko kue sekalian mau ke tempat tante gw, bye Sha." Marline berpamitan.
Aku berjalan sambil melihat-lihat etalase di lt 3. terlihat seorang anak kecil yang sedang bergandengan tangan dengan kedua orang tuanya, tampak bahagia.
Saat bola yang dia pegang jatuh dan menggelinding kearah kakiku, akupun jongkok dan mengambilnya. Dengan lucunya anak kecil itu jalan dengan susah payah kearahku dengan tangan terulur meminta bolanya.
"ini bolanya gadis cantik...,"ucapku sambil memangkunya dikakiku, ku elus pipinya yang tembem kemerahan.
Gadis itu terlihat senang saat mendapat bolanya, setelah itu dia merosot turun dan lari menghampiri orang tuanya lagi. Mereka pergi sambil bergandengan tangan setelah mengucapkan terima kasih padaku.
Aku berdiri dan tersenyum melihat mereka, mungkin jika pernikahanku tidak seaneh ini, aku mungkin sudah memiliki anak semanis itu, saling tersenyum bahagia menghabiskan hari bersama.
"Hei, melamun...." tangan kekar menyapaku dengan mengelus punggungku, aku menoleh dan melihat mata coklat terangnya yang teduh, sama teduhnya seperti 7 tahun lalu saat kami begitu dekat.
Mata yang sering menatapku...
"Ah gak kok. Sekarang kita mau kemana?, aku temani." tanyaku menyudahi pandangan mata kami yang sudah terlalu lama. Dia tersenyum manis
"Mereka sepertinya bahagia ya sha?" tunjuk Leon ke keluarga kecil tadi.
Aku mengangguk menyetujuinya, tiba tiba dia menggandengku setelah mengambil belanjaanku, kami berjalan dalam diam. Ku pandang wajahnya, senyum tipis diwajahnya membuatku ikut tersenyum.
"Biar seperti mereka Sha, bedanya belum ada dedeknya aja," ucap Leon, aku menunduk malu karena mukaku yang panas ini pasti lucu.
"Ayo temani aku cari baju, biar serasi dengan gaun gaun pesta yang kamu beli tadi, biar kita serasi kalau ke pesta." mata Leon mengerling jahil padaku dan menarikku ke butik khusus keperluan pria.
"Kamu mau ke pesta siapa Leon?" tanyaku heran, dia gak bilang mau ada pesta yang dia akan hadiri.
"Ke pernikahan teman kamu lah, memangnya kamu gak ngajak aku?" ucap Leon cemberut, wajahnya lucu sekali.
"Kepedean, siapa juga yg mau ngajak kamu...." godaku dengan mencibir.
"Kok gitu, inget ya Sha aku kan suami kamu, remember? dan aku mau cari makan gratis dari pada makan sendiri dirumah??" gerutunya sambil membalik balikan baju satu persatu mencari yang cocok dengan gaunku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Serendipity
RomanceWARNING!! First Story, jangan teruskan baca kalau sudah kejang2. *** "Tujuan kita menikah demi orang tua, tapi gw gak akan mengekang lo, begitu juga dengan gw, kita tetap seperti ini, berteman seperti dulu, kita tetap jalani hidup kita masing-masing...
