25. Emergency call

4.4K 279 3
                                        

Status : Republish

Jadwal up date : Setiap Rabu

Genre : Romance

Plot : Plot maju mundur

---o0o---


Hari ini adalah hari terakhir mereka di Bali, mereka memutuskan untuk pergi ke Kuta dan menghabiskan hari sebelum penerbangan malam mereka.

Di rumah makan tidak jauh dari pantai Kuta, Sasha dan Leon sedang menghabiskan makan siang mereka sambil bercerita, kadang menertawakan kekonyolan Leon saat mereka masih SMA.

Cuaca pantai yang panas dan musik yang romantis membuat mereka segan untuk beranjak dari restauran tempat mereka duduk di sofa panjang menghadap laut. Leon dan Sasha duduk berdampingan sambil berpelukan memandang pantai Kuta yang tidak pernah sepi pengunjung.

Dering telpon Sasha membuyarkan lamunan mereka.

"Halo, Iya Revian?" ucap Sasha, Leon melirik Sasha dengan raut tidak suka.

"....."

"Apa? Kapan terjadi, sekarang Willy dimana?" ucap Sasha panik. Air matanya mengalir, Leon panik melihat raut pucat Sasha.

"....."

"Bagaimana keadaanya, Revian?" terlihat raut Sasha penuh kekawatiran, Leon meraih pundak Sasha yang bergetar.

"......"

"Aku akan segera kesana, Revian."

----------------------

"Willy..." ucap Sasha sambil menangis memegang tangan Willy. Sasha sedih melihat teman baiknya tak berdaya, selang infus dan oksigen menjadi penopang hidupnya sekarang.

"Aku akan menunggumu sampai kamu buka mata kamu," Sasha memanggil lirih Willy yang masih terpejam.

"Aku janji kalau kamu udah bangun, aku akan buatin puding kesukaanmu, ayo bangun Willy," ucap Sasha, Sasha menangis ditangan Willy.

Leon yang berada dibelakang Sasha hanya bisa mengelus punggungnya untuk menguatkanya. Leon menarik Sasha agar duduk di sofa.

Leon menyadari ada rasa khawatir yang sangat besar di wajah Sasha saat mendapat kabar Willy kecelakaan, dia tahu bagaimana akrabnya Sasha dan Willy saat di Inggris dan di tempat kerjanya.

Leon juga memahami arti sorot mata Willy terhadap istrinya, sorot mata cinta yang sangat besar dan sikap protektif Willy pada Sasha terlihat jelas bahkan bagi mereka yang tidak mengenal mereka.

Leon mendesah melihat Sasha yang shock dan tidak berhenti menangis, tangan Sasha yang digenggamnya begitu dingin.

"Sudah sayang jangan menangis lagi, Willy sudah ditangani dokter handal, kita tinggal berdoa saja," hibur Leon sambil memeluk Sasha yang duduk diruang tunggu kamar VIP Willy.

"Kamu lihat sendiri Leon gimana keadaan Willy? Selang dimana mana aku gak tega melihatnya, bahkan dia belum sadar dari komanya," Sasha kembali menangis, diusapnya air matanya namun kembali mengalir.

"Ssshhh sudah sayang, kalau kamu menangis terus Willy akan sedih," ucap Leon sambil mengelus punggung Sasha sayang.

Tiba tiba pintu terbuka dan seseorang yang tadi menelponnya sudah berada di depannya, Sasha melihat Revian masih menggunakan baju kerjanya, rambutnya sudah kusut, kemejanya sudah tidak rapi lagi.

My SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang