16. Nice to meet you Sir

3.7K 299 3
                                        

Status : Republish

Jadwal up date : Setiap Rabu

Genre : Romance

Plot : Plot maju mundur

---o0o---

Adi Perkasa Tower, Saturday, 12.00.

Hari ini Leon meminta Sasha untuk datang ke kantor Leon, kebetulan hari Sabtu Leon dan teamnya masuk karena adanya dateline pekerjaan.

Leon memang sedang sibuk-sibuknya di bulan bulan ini karena kerjasama dengan Sidney semakin meningkat, bahkan dalam sebulan Leon beberapa kali kesana untuk mengecek sendiri progressnya.

Padahal Jumat pagi Leon baru pulang dari sana, Sabtu dia harus meeting lagi dengan teamnya.

Taksi yang dinaiki Sasha berhenti di depan gedung yang menjulang tinggi itu, Sasha berjalan sambil menenteng tas berisi makan siang Leon karena Leon meminta Sasha membawakannya.

Lobby terlihat sepi di hati Sabtu, hanya penjaga yang terlihat sedang memeriksa ruangan.

"Selamat siang bu Sasha, mau ketemu pak Leon ya," tanya seorang security sopan.

"Selamat siang, iya pak," ucap Sasha sambil tersenyum.

"Saya bawakan bu, kelihatannya berat," ucap security bernama Suhardi itu.

"Oh iya, tolong ya pak, terima kasih," ucap Sasha, mereka naik lift ke ruang Leon.

Setelah melihat ruang Leon masih kosong, akhirnya security itu undur diri. Lalu Sasha mempersiapkan makan siang mereka.

"Hai, sudah dari tadi Sha?" ucap Leon yang baru masuk ruangan, Leon terlihat capek dengan beban pekerjaannya.

"Iya, ayo makan pasti sudah lapar kan?" ucap Sasha sambil mengisi piring Leon.

"Makasih ya istriku" Leon tersenyum, mencium kening Sasha dan mengelus rambutnya dengan sayang, mereka makan sambil bercerita dengan seru, tentang pekerjaan Leon atau Sasha.

Malam nanti mereka akan menghabiskan waktu menikmati Jakarta dan makan malam di Wilshire restoran di Senopati.

-----------

At Wilshire Restauran, 19.00 WIB.

Leon membawa Sasha ke Wilshire Restauran, restauran Italia dan western food yang mewah, bangunan yang terdiri dari banyak kaca dan lampu-lampu yang cantik membuat tampilannya romantis sekaligus eksklusif.

Seorang butler menggiring mereka ke reserved table di pojok dengan pemandangan lampu kota yang cantik dimalam hari.

Setelah memesan Risotto dan Ravioli, mereka mengobrol dengan santai, mata Leon tidak mampu menoleh sedikitpun dari Sasha, wanita anggun yang ada didepannya.

Sebelum mereka pergi dari kantor Leon sore tadi, Sasha mengganti bajunya dengan dress panjang tanpa lengan berwarna peach, simple tapi manis, dan menata rambutnya kesamping, dan Leon memakai celana chino dan kemeja hitam yang digulung sampai siku lengan.

Suara dering telpon Leon menghentikannya dari lamunannya, dahinya berkerut melihat nomor tak dikenal masuk ke hpnya, dia merejectnya tapi kemudian berdering lagi.

"Kenapa tidak diangkat?" tanya Sasha yang ikut memperhatikan.

"Nomor tidak dikenal, malas," ucap leon, biasanya hanya orang yang menawarkan kerjasama. Telpon tersebut mati, namun tiba-tiba masuk notif pesan dan Leon membacanya, dahinya berkerut membaca pesan itu.

"Kenapa Leon, dari siapa?" tanya Sasha, Sasha menangkap keterkejutan wajah Leon saat membaca pesan tersebut membuat Sasha penasaran.

"Nothing, hanya notif email laporan saja," jawab Leon gugup membuat Sasha makin penasaran, saat akan menanyakan kembali waitress datang membawa pesanan mereka.

"Aku ke toilet dulu ya Sha." sebelum Sasha menjawab Leon sudah melesat ke kamar mandi entah dimana.

Ada apa dengan Leon hari, ada berita apa yang membuat dia seperti itu, batin Sasha penasaran. Sudahlah nanti saat Leon siap dia akan cerita.

Sambil menunggu Leon, Sasha berjalan ketepi jendela dan melihat kebawah ke jalanan Jakarta dari ketinggan lt 10.

"Sasha...," panggil seorang pria dari belakang saat Sasha menoleh dia begitu terkejut

"Mr. Valdez! Anda sedang apa disini?" Tanya Sasha terkejut.

"Makan malam tentu saja, kenapa melamun disini? Ayo temani aku makan" ucap Revian sambil menarik tangan Sasha.

"Maaf Pak kami sudah reserved table, saya dengan suami saya," tolak Sasha dengan sopan.

"Oh sayang sekali, lalu kenapa istri secantik ini malah ditinggal sendiri, apa tidak takut seseorang ambil nanti?" ucap Revian sambil tersenyum, Sasha ikut tersenyum.

Tidak sengaja mata Sasha menangkap sosok Leon dibalkon restoran yang sedikit tersembunyi, tapi sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang wanita, tidak jelas karena wanita itu membelakangi Sasha.

"Sasha..... " panggil Revian sepertinya dia menanyakan sesuatu, tapi perhatian Sasha masih kedua orang dua orang itu yg sepertinya sedang berdebat. Ada apa dengan Leon?

"Apa dia suamimu Sha? Sepertinya akrab sekali dengan wanita itu," ternyata Revian ikut melihat sesuatu yang menarik perhatian Sasha.

Dua orang yg sepertinya sedang bertengkar. Akhirnya Sasha mengenali perempuan itu.

Alice...??

Entah mengapa melihat Leon bersama dengan Alice membuatnya sesak, sikap Leon yang akhir akhir ini sangat manis, perhatian dan seakan menjadi suami yang normal membuatnya lupa mengenai bagaimana awal mereka menikah, membuat perasaan entah apa tumbuh dihati Sasha dengan sangat subur.

Apakah Sasha harus mengubur kembali rasa yang sudah mulai tumbuh ini terhadap Leon, karena Leon sepertinya belum berubah.

  

---o0o---
First Publish : 27 November 2016

My SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang