Status : Republish
Jadwal up date : Setiap Rabu
Genre : Romance
Plot : Plot maju mundur
---o0o---
"Buenos dia Madre.........." sapa Sasha sambil mencium pipi wanita paruh baya bernama leti, ibu Revian. (selamat pagi mama)
"Buenos dia bonita, desayuno?" ucap Leti sambil menyodorkan coklat hangat dan churros (Selamat pagi cantik, sarapan pagi)
"Gracias Madre..." ucap sasha sambil mengambil minuman coklat dan churros tersebut. Sasha dan Leti bercerita sambil menikmati sarapan mereka, untungnya leti sangat lancar berbahasa inggris sehingga memudahkan sasha dalam berkomunikasi. (terima kasih Mama)
"Kemana dua anak tua nakal itu? Apa iya masih pada tidur mereka?" ucap Leti sambil menggerutu, Sasha tertawa.
"Mereka sepertinya begadang bermain ps tadi malam madre," ucap Sasha. Sasha bingung dengan mereka, megang perusahaan tapi masih seperti anak kuliahan. Kerja hanya menggunakan laptop dan ponsel canggih mereka.
"Heh entah sampai kapan mereka dewasa," ucap Leti, Leti memandang dengan sayang wanita di depannya itu, entah saat pertama kali memandang Sasha saat Revian membawanya, hatinya langsung jatuh hati pada mata Sasha yang memancarkan luka dan beban.
Leti memegang tangan Sasha dan mengelusnya.
"Terima kasih Sasha atas apa yang kamu lakukan kepada Revian, dulu saat dia kembali ke Spanyol untuk melanjutkan kuliah dan membantu madre diperusahaan, dia sering menceritakan dirimu ke madre," ucap Leti pelan.
"Dia tidak pernah satu hari pun tanpa menceritakanmu, madre tidak pernah melihatnya memiliki seorang teman dulu. Sehingga saat dia dengan sangat antusiasnya menceritakan dirimu, madre begitu bahagia. Entah bagaimana Revian sekarang jika dulu dia tidak bertemu denganmu, kau adalah penyelamat hidupnya Sasha, kau menyelamatkan jiwa Revian dari kesepian..." ucap Leti lembut, Sasha hanya tersenyum mengangguk.
"Ridak madre, kami adalah teman. Kami saling mendukung walaupun kami tidak pernah bertemu. Sekarang malah aku yang membebaninya dengan semua masalahku, bukan hanya Revian, tapi Silly dan madre juga," ucap Sasha sedih.
"No bonita..., kamu tidak pernah menyusahkan siapapun, kami sangat menyayangimu. Madre malah sangat senang kamu disini seakan madre memiliki anak perempuan dan akan miliki cucu..." ucap madre sambil mengelus perut Sasha, membuat Sasha terharu. Sasha jadi teringat dengan orang tuanya dan orang tua Leon, apa kabar mereka sekarang...
"Heii siapa yang kalian bicarakan?!" ucap Revian berjalan menuju pantry dan disusul Willy dibelakangnya.
"Oh thanks God, akhirnya anak ayam sudah keluar..." ucap Sasha dengan suara datar, yang dihadiahi pelototan kedua sahabatnya, Leti terkekeh.
"Bagaimana keadaanmu keponakan...." ucap Willy sambil mengelus perut Sasha, wajah ngantuknya terlihat lucu, bahkan rambutnya masih acak acakan tidak jauh berbeda dengan Revian yang duduk disamping Leti.
"I'm Fine grandpa....." ucap Sasha menirukan suara anak kecil.
"Hei, aku masih muda...." Ucap Willy sewot, membuat ketiga orang di dapur tertawa.
Revian bersyukur melihat Sasha sudah mulai gembira, setidaknya keputusan membawa Sasha ke Spanyol sudah tepat. Dia tidak tega meninggalkan Sasha dalam keadaan yang menyedihkan seperti kemarin.
"Madre, terima kasih sarapan enaknya, aku akan menemanimu berbelanja hari ini, aku bosan di rumah..." ucap Sasha dijawab anggukan oleh madre.
"Tentu sayang, kamu harus ikut dan kita bisa mencoba semua makanan khas Spanyol hari ini..." ucap Leti antusias, lalu sama sama pergi mempersiapkan diri.
"Aah.... Las Fallas Festival, banyak makanan enak disana. Nanti kami menyusul..." Sasha mengacungkan ibu jari, berjalan keluar rumah setelah memakai mantel dan tas selempang. Revian dan Willy memperhatikan interaksi Leti dan Sasha yang masalah seperti anak dan ibu, Revian tersenyum.
"Menurutmu, apakah memisahkan Sasha dengan suami itu jalan terbaik Revian?" ucap Willy sambil menyesap coklat panas yang disediakan Leti. Leti dan Sasha sudah pergi keluar untuk berbelanja.
"Entahlah, tapi menurutku keputusan ini sudah tepat, melihat kondisi sasha waktu itu begitu terguncang dan labil aku tidak tega meninggalkannya. Dan disini setidaknya dia tidak melihat hal hal yg berhubungan dengan pria itu" ucap revian, willy mengangguk setuju
"Sudah ada kabar dari Jakarta?" Tanya Willy, Revian menggeleng.
"Sepertinya sudah ada titik temu, kita tinggal menunggu saja..." ucap Revian
"Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitinya lebih dalam lagi, sudah cukup tahun tahunnya merasa tidak bahagia..." ucap willy, Revian kembali mengangguk, tangannya memainkan mug sambil melamun.
Andai boleh egois, Revian senang sekali jika Sasha melupakan masa lalunya, dan memulai hidup barunya bersamanya sebagai keluarga kecil. Ada Leti, ada Sasha dan tentu anak dikandungnya...
Tapi.... Apa Sasha bahagia bersamanya? apakah wanita itu mampu melupakan laki-laki yang seumur hidup dikenalnya dan dicintainya??
Kenapa Tuhan harus memberikan rasa sayang ini....
Revian hanya berharap.... Tapi, sudahlah.....
Nikmati saja waktu sekarang, menikmati senyum manis wanita itu setiap saat...
KAMU SEDANG MEMBACA
My Serendipity
RomanceWARNING!! First Story, jangan teruskan baca kalau sudah kejang2. *** "Tujuan kita menikah demi orang tua, tapi gw gak akan mengekang lo, begitu juga dengan gw, kita tetap seperti ini, berteman seperti dulu, kita tetap jalani hidup kita masing-masing...
