9. Meet you again...

4.7K 337 9
                                        

Status : Republish

Jadwal up date : Setiap Rabu

Genre : Romance

Plot : Plot maju mundur

---o0o---

At Grand Antares Hotel, 19.00 WIB

Aku kirim via line tentang posisiku pada Mr. Sawamura untuk memudahkan pencarian, restoran dihotel ini cukup mewah untuk menjamu client sehingga aku tak perlu repot mencari restaurant di daerah sini karena aku juga belum hapal jalan-jalan disini.

Beberapa menit kemudian datang Mr. Sawamura dengan asistennya, sepertinya seorang penerjemah. Setelah basa basi, kami duduk sambil memesan makanan, asistennya mengatakan masih menunggu satu orang lagi, masih cek in dihotel ini juga.

Sambil mengisi waktu kami membahas kondisi, budaya dan cuaca di Indonesia, Mr. Sawamura orang yg supel, pandangan hidupnya sangat jauh kedepan, memang pantas menjadi seorang CEO perusahaan besar.

"I'm sorry, am I too late?" ucap seseorang dibelakangku, mungkin dia teman yg dimaksud translator-nya.

"Not at all, please have a sit Mr. Valdez" ucap Mr. Sawamura dengan aksen Jepang yang kental, seseorang duduk disampingku, kuhirup wanginya seperti pohon pinus dan citrus.

Dia menyodorkan tangannya padaku setelah menjabat tangan Mr. Sawamura, demi kesopanan langsung ku sambut, kupandang wajahnya, loh dia kan... Revian??

"good afternoon Sir" sapaku sopan, Revian mengangguk.

Mr. Sawamura memperkenalkan Revian sebagai perwakilan perusahaan yang berbasis di Spanyol. Perusahaannya dan perusahaan Revian berkerja sama atas project yang sedang aku tangani, dan rencananya Revian yang akan mengawasi.

Berarti selama dua minggu ke depan, aku akan berkomunikasi dengannya mengenai progres  pekerjaan kami.

Pertemuan ini diakhiri dengan perbincangan ringan setelah makan malam, berbincang dengan seorang Top Leader yang memiliki pemikiran-pemikiran cemerlang, sangat menyenangkan. Mereka berwawasan luas, cara berpikir mereka inovatif dan problem solver.

Mr. Sawamura sangat low profile, mau meminta saran atau pendapatku dari topik-topik yang sedang mereka obrolkan. Seru dan menarik, tidak ada rasa sungkan saat memberikan argumen walaupun terpaut usia cukup jauh mungkin 15 tahunan, Mr. Sawamura sepertinya berusia kisaran 45 dan Revian berusia 30'an.

Sebenarnya yang aktif berkomunikasi denganku hanya Mr. Sawamura, karena yang satunya lagi hanya memandangku lalu mengobrol lagi dengan Mr. Sawamura, ugh sial......

Pertemuan kami berakhir jam 11 malam, dan tubuhku sudah sangat lelah. Aku kembali ke kamar ditemani oleh Mr. Sawamura, kami berjalan bersisian kearah lift. Sedang teman diskusi satunya sudah asik dengan minuman pesanannya sambil menikmati lagu yang dibawakan penyanyi cafe.

Heran dengan orang itu, waktu pertama kali ketemu manisnya minta ampun sampai cium tangan segala, dan tadi dingin kaya es balok mukanya, untung boss!!

"Senang diskusi dengan Anda Sasha, you're brilliant girl, pemikiran Anda mengenai permasalahan perancangan sistem kerja sangat menarik. Semoga itu masuk ke laporan riset anda akan proyek yang akan saya bangun" puji Mr. Sawamura, mau gak mau aku tersenyum atas pujian itu, terus terang aku tersanjung.

"Terima kasih, mudah-mudahan hasil kerja tim kami sesuai keinginan Mr. Sawamura," ucapku sambil memencet tombol lift.

"Dan mengenai Revian, dia adalah orang yang pintar tapi memang irit bicara seperti tadi, tapi percayalah sebenarnya orangnya baik." 

Sepertinya menghadapi proyek kerjasama kali ini harus lebih, lebih sabar, bukan hanya karena medan kerja yang asing tapi juga tuntutan- tuntutan perfectionisme-nya Mr. Revian, meminta kinerja tim Sasha sesuai dengan kualifikasinya, cepat dan akurat.

Dilihat dari karakternya yang to the point sudah jelas dia tidak mengerti yang namanya bersabar tanpa alasan. Sasha harus makin berhati hati saat kolektif data dan penarikan kesimpulan, agar keputusan yang nantinya diambil tidak salah dan Mr. Revian bisa tidur dengan tenang.

"It's okay Sir, semoga selama dua minggu di sini akan terselesaikan sesuai jadwal," ucapku sambil tersenyum padanya, setelah lift terbuka kami masuk ke lift dan memencet angka 17, dan sebelum lift tertutup orang yang tadi menjadi subject lamunanku masuk kedalam lift.

Sasha hanya berdiam di pojok lift saat Mr. Sawamura dan Revian mengobrol sampai akhirnya Mr. Sawamura berhenti di lantai delapan dan berpamitan kepada Sasha, tinggalan hanya mereka berdua didalam lift.

"Lantai berapa Pak?" ucap Sasha sopan.

"Sama dengan mu." 

Akhirnya lift berhenti di lantai 17 dan mereka berdua menuju ke lorong yang sama hingga akhirnya berhenti di depan pintu kamar Sasha, membuat Sasha menoleh ke lawan bicaranya dengan bingung.

"Ehm.... ini kamar saya pak?" ucap Sasha bermaksud menyadarkan bahwa dia harusnya ke kamar dia sendiri, bukannya mengekor Sasha. Duh, badanku udah lelah banget.

"Saya tahu," ucap Revian datar, kedua tangannya dimasukan ke dalam sakut, menyandar dinding kamar Sasha.

"Kamar Bapak disebelah mana pak?" ucap sasha masih heran karena revian hanya diam saja seolah menunggu sasha membuka pintu. setelah Sasha membuka pintu kamar, Revian berdiri tegak lalu bergerak masuk ke kamar Sasha.

"Saya tidak tau, kunci dibawa supir, saya di sini dulu sampai supir datang," ucap Revian sambil masuk kedalam kamar meninggal kan Sasha yang masih bengong. Benar benar...!!

"Kenapa tidak tunggu dilobby sih pak, badan saya capek mau istirahat," ucap Sasha kesal melihat Revian yang sudah tiduran di ranjangnya.

"Saya ngantuk, dan saya bukan gelandangan, saya disini juga harus jadi prioritas pelayanan perusahaan kamu," ucap revian sambil memejamkan mata

Sial sial sial........ kenapa harus ketemu sama client yg beginian!

Sial, udah jam segini, badan capek, dan kenapa orang ini jadi banyak tingkah???

"Silahkan... take your time," ucap Sasha lalu masuk kamar mandi, hanya berganti baju dan mencuci muka dan melanjutkan kerja, membuka laptop di meja kamarnya. Sasha melirik Revian yang masih menutup mata dengan tangan disatukan diatas perut, orang yang aneh.

ganteng, tapi aneh.....

"Jangan pedulikan saya," ucap Revian masih memejamkan mata membuat Sasha mendengus pelan membuat Revian tersenyum samar.

Sebenarnya Sasha sudah ngantuk berat karena semalaman tidak tidur, lembur di kantor bersama team menyelesaikan persiapan ke Kualanamu dan pagi tadi sudah harus take off ke sini. Sasha bekerja sambil menguap entah yang keberapa kali, dan orang yang dengan enaknya tidur ranjangnya berbaring dengan begitu nyaman...

Lama lama mata Sasha tidak kuat juga dan entah kapan dia berjalan sempoyongan ke arah sofa yang ada disana dan tertidur, entahlah logika Sasha sudah gak jalan membiarkan dirinya terlelap tidak sadar diruangan bersama orang yang tidak dia kenal, Sasha sudah teramat lelah...

ddrtt ddrrtt..........

Suara ponsel membangunkan Sasha yang tertidur pulas, matanya mengerjap beberapa kali karena matanya yg masih sangat mengantuk membuatnya susah untuk terbuka. Sasha mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar dengan bingung dan menyadari bahwa dirinya berada diranjang empuk dan selimut tebal dibadannya, siapa yang memindahkan dirinya ?

Sasha mengedarkan sekali lagi mencari sosok yang tadi telah mengganggu jam istirahatnya, dan kosong... kunci kamar Sasha berada dibawah pintu kamarnya. apakah Revian yang telah memindahkan dirinya dari sofa ke ranjang ?

Jadi pas aku tidur, dia yg pindahin aku? angkat tubuh aku?...........

Ooh my.........



My SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang