Extra Chapter - 2 (end)

7.2K 297 14
                                        

Flashback on

seorang anak laki-laki dengan seragam kotor menenteng bola dan tas ransel di pundaknya. Berdiri di gerbang rumahnya memperhatikan rumah sebelah yang terlihat sangat sibuk orang-orang hilir mudik membawa perabotan rumah, dua truck besar dan satu mobil keluarga terpakir di depannya. sepintas leon melihat anak perempuan berkacamata duduk di mobil van, sedang tertunduk membaca buku.

"Sayang, sudah pulang?" Tanya seorang ibu yang berdiri  di sampingnya, anaknya hanya menjawab dengan deheman. Matanya masih asik memperhatikan orang-orang tersebut.

"Siapa mereka Mi? rumah oom Dody disewakan?" tanya Leon kepada ibunya.

"Bukan, mereka pemilik baru, mau pindahan kayaknya," ucap ibu Leon sambil ikut melihat rumah sebelah.

"Sudah kamu mandi sana. Astagfirulloh anak mami, seragam udah kaya keset!" ucap ibunya gregetan sambil menjewer kuping Leon dan menggiringnya ke kamar mandi.

"Aduh, ampun Mi, ampun!! tadi habis tanding bola sama temen-temen, terus hujan-hujanan," ucap Leon sambil mengusap kupingnya dengan bibir cemberut.

Saat dengan hebohnya Leon berteriak, anak gadis itu sepintas terlihat menahan senyum geli melihat Leon dan ibunya, namun langsung menunduk lagi memutus kontak matanya dengan Leon, wajahnya tidak terlalu jelas karena dibingkai oleh poni dan rambut tebalnya, tapi matanya cakep.

"Kamu benar-benar ya! sudah mau masuk SMP masih aja main, belajar yang rajin, minggu depan sudah Unas!" Geram mami Leon sambil bertolak pinggang, Leon langsung lari ke lantai dua saat lihat gelagat ibunya mau jewer kupingnya lagi.

----------

"Terima kasih ya bapak sekeluarga mau hadir di acara selamat rumah kami, saya Ryan Ibrahim dan ini istri saya Rachel, putri saya masih ada les Kumon di tempat yang lama jadi belum sampai," ucap seorang laki-laki menyambut tamu di depan rumah, rumah masih sepi karena sebagai tetangga paling depan mereka adalah tamu pertama.

"Tidak merepotkan sama sekali pak, perkenalkan saya Danu Sastranegara, ini istri saya Sandra dan anak saya satu-satunya, Leon." ucap Danu memperkenalkan keluarganya.

"Mari masuk pa Danu, ibu sandra dan Leon," ucap Rachel mempersilahkan mereka masuk dan tamu-tamu yang lain, tetangga mereka mulai berdatangan.

leon yang merasa salah tempat berada diantara orang dewasa, menyingkir ke halaman belakang tempat biasanya dia bermain dengan Desta, temanya yang sudah pindah, memainkan bola basket di ring yang mereka buat dulu.

"Leon! sini...... " teriak ibunya dari teras belakang, Leon menghampiri ibunya yang berdiri bersama dengan gadis berkacamata yang sebulan lalu dia lihat dan menertawakannya, wajahnya menunduk dan entah kenapa terlihat memerah.

"Leon, kenalkan ini anak om Ryan," ucap mama Leon mencolek bahu Leon yang dari tadi hanya diam memperhatikan gadis manis itu, Leon mengulurkan tangannya.

"Lionel," ucap Leon saat menyodorkan tangannya.

"Shasha," ucap Sasha pelan, wajahnya memerah lagi lalu menunduk lagi, astaga lugu banget nih bocah, Leon menahan senyumnya.

"Mami tinggal ya, ajak ngobrol Sasha-nya," ucap Sandra lalu masuk ke dalam rumah lagi. tampaknya pengajiannya sudah mau dimulai. mereka berdua berhadapan dalam diam, Leon menggaruk kepalanya bingung....

ya elahhh, suruh ngasuh bocah!

"Hem kamu sekolah dimana ?" Tanya Leon setelah mengajak duduk di bawah pohon tempat dia biasa duduk dengan Desta.

"Nanti masuk SMP 1 Taruna Jaya," jawab Sasha lirih kembali menundukan wajah.

"Oh, sama donk, gw juga sudah daftar disitu, lo pindahan dari mana sih?" tanya Leon lagi.

My SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang