13. Quality time ala Sasha & Leon

4.7K 355 10
                                        

Status : Republish

Jadwal up date : Setiap Rabu

Genre : Romance

Plot : Plot maju mundur

---o0o---

[ Mature content ]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[ Mature content ]

please be wise,

and happy reading.

**************************

Matahari sudah berada diperaduannya, memancarkan kehangatan pagi dan membagi sinarnya, menyusup dijendela kamar Leon yang tidak tertutup hordeng sehingga membuat sepasang mata yang masih mengantuk terasa terganggu.

Sasha menggeliat dan mengerjapkan matanya terusik oleh silau cahaya.

Setengah linglung, dia bangun dan menyadari jika dia tertidur di kamar Leon, dan benar Sasha melihat Leon yang masih tertidur dengan nyenyak dengan wajah terlihat tenang. Disentuhnya dahi Leon sudah tidak sepanas tadi malam, dia tersenyum dan mengusap dengan lembut kepala Leon, menyelimuti badan besar itu.

Sasha beranjak dari kamar Leon, dibawanya baskom bekas kompres dan handuk ke dapur. Lalu Sasha memulai harinya dengan memasak kesukaan Leon, dengan semangat dia kerahkan kemampuannya yang untuk memberikan masakan terbaik.

"Wangi banget masak apa Sha?" tiba-tiba Leon sudah duduk di dapur sambil menumpukan tangannya di meja untuk menyangga kepalanya. Mata ngantuknya masih terlihat membuat Sasha tersenyum.

"Lho kok udah bangun, udah enakan badannya?" tanya Sasha sambil mengaduk sop ayamnya.

"Udah sembuh, berkat suster cantik yang merawatku tadi malam. Coba suster di Rumah Sakit punya SOP seperti itu, aduh!" Leon meringis setelah potongan kentang goreng menimpa kepalanya, Sasha melotot dengan lucunya. 

"Yang ada Rumah Sakit penuh oleh pria-pria hidung belang kayak situ." 

"Aku gak harus ke rumah sakit, kan yang di rumah udah ada satu," ucap leon sambil tersenyum, dia terus memandang wajah cantik istrinya yang sibuk memasak.

Entahlah kenapa setiap kata istri terlintas di otaknya, hatinya langsung menghangat tapi juga seketika membuat wajahnya sendu, kata suami dan istri dipernikahan mereka masih jauh dari normal.

Sungguh Leon ingin merubahnya dan menjadikan Sasha sebagai istrinya seutuhnya, bukan hanya sebagai teman bicara dan room mate'nya, tapi seseorang yang bisa berbagi rasa sayang, rasa cinta yang telah dia rasakan pada istrinya.

Leon berharap agar dia dan Sasha bisa menjadi suami dan istri seutuhnya, berbagi ranjang tidak seperti sekarang tidur di kamar masing-masing, memeluk pinggang ramping istrinya, tangannya ingin merasakan setiap jengkal kulit halus dan putih Sasha yang membalut tubuh indahnya, melumat bibir kecil dan penuh Sasha yang sangat mengundang itu.

My SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang