2. We are fine, just fun with our destiny

9.2K 564 2
                                        

Status : Republish

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Status : Republish

Jadwal up date : Setiap Rabu

Genre : Romance

Plot : Plot maju mundur

---o0o---


"Sasha, bumi memanggil...."

"Sasha!"

"Kenapa sih teriak-teriak?" jawab Sasha tanpa menengok temannya.

Sasha masih sibuk di kubikelnya mengotak-atik laptop karena pekerjaannya sudah diminta bossnya. Deadline.

"Iih dipanggil dari tadi juga, istirahat makan yuk, udah laper nih," rengek Marline, dia tahu temannya ini tidak akan bergerak kalau tidak ditarik.

"Iya iya, bentar lagi ya." Sasha masih fokus pada pekerjaannya.

"Dari 10 menit yang lalu bentar bentar mulu si!" akhirnya Marline benar benar menarik tangan Sasha, mereka pergi ke resto dilantai 5 gedung kantornya.

   

***

      
"Sha, gimana lo sama Leon? Masih gitu-gitu aja?" tanya Marline sambil menikmati makan siangnya, mereka mengambil meja paling sudut demi melihat pemandangan jalanan dari lantai 5 gedung tempat mereka bekerja.

"Memangnya gw sama Leon kenapa sih? We are enjoy with this relationship," jawab Sasha mengangkat bahunya tidak peduli sambil memainkan makan siangnya tidak nafsu.

Memang mereka harus gimana?

Leon saja tidak protes, bahkan terkesan cuek.

"Hehh, gw bingung sama kalian berdua. Lo terlalu cantik untuk dianggurin, terus si Leon cakepnya pake hot kalau hanya buat jadi pajangan doang."

"Kalian hidup berdua tapi kok kayak temen kos, aneh kalian," kata Marline sambil menyeruput jus jeruknya.

"Eh Sha, boys di lantai 15 dan 16 kirim salam buat lo." tambah Marline.

"No dating with same room work-mate yee, gedung tetangga lebih kece-kece keles....." Sasha terkekeh, membuat Marline meliriknya malas.

"Kenapa sih gak lo rubah kondisi rumah tangga lo Sha? Leon kurang apa coba, walaupun awal pernikahan kalian karena perjodohan, tapi kalian sahabat kental."

"Dan lo sama Leon udah bertahan 7 tahun, ya walaupun tanpa adegan 17 th keatas haha" sialan Marline ini.

'Mau bagaimana lagi, memang kami sudah menikah  7 tahun, tapi kami baru tinggal bersama 2 bulan yang lalu di satu apartemen. Karena setelah pernikahan perjodohan itu kami sepakat untuk mengejar cita-cita kami. Perjodohan yang mau tak mau kami terima karena keinginan orang tua kami. Kami sebagai anak terlalu cinta orang tua sehingga tidak mampu menolaknya, alasan mereka juga karena kami cocok dan terlalu lama bersahabat dari kami SMP, masih bocah ingusan.'

My SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang