15. It's not right thing to do

3.9K 276 7
                                        

Status : Republish

Jadwal up date : Setiap Rabu

Genre : Romance

Plot : Plot maju mundur

---o0o---

"Silahkan duduk Sasha, maaf memanggilmu, semoga sedang tidak sibuk...." ucap Mr. Jason, ayah Willy saat Sasha sudah masuk ke ruang kerja Jason.

"Ada yg bisa saya bantu pak? hari ini saya hanya mengurus beberapa dokumen saja," ucap Sasha setelah mengucapkan terima kasih dan duduk di sofa diruang kerja Jason yang terlihat mewah dan elegan.

"Bisa nanti tolong antar Mr. Valdez ke kantor baru mereka di Sudirman, Willy sudah dilokasi dengan Mr. Sawamura," ucap Mr. Jason ke Sasha.

"Baik pak, dimana saya jemput Mr. Valdez?" ucap Sasha sambil melihat jam tangan, satu jam lagi waktunya makan siang, apakah nanti diajak makan dulu atau langsung ke lokasi ya. Nanti chat Willy dulu deh.

"Jemput di hotel Paninsula, nanti sekalian ajak saja makan siang ya, kamu ajak Chandra dan supir kantor," jawab Mr. Jason seolah mengerti pertanyaan di pikiran Sasha.

"Baik pak, saya permisi dulu pak," Sasha undur diri.

_______________

Hotel Paninsula

President Suite, number 2209.

Sasha memencet tombol 22 sambil memegang secarik kertas pemberian sekretaris Mr. Jason tentang alamat kamar hotel Revian, Sasha menghela nafas berat, entah harus bagaimana menghadapi Revian yang dingin dan kaku tapi namun terkadang tiba-tiba berkata dan bertindak yang tidak terduga.

seperti ciuman ringan waktu itu....

atau saat Sasha tertidur dan dia pindahkan ke ranjang tempat tidur....

Setelah lift terbuka Sasha mencari kamar nomor 2209, ternyata tidak jauh dari lift. Setelah dirasa sesuai, dia mengetuk pintu kamar tersebut, di lihatnya jam tangan sudah jam 11.50 sudah tidak mungkin makan siang bareng Willy dan Mr. Sawamura, akhirnya Sasha chat Willy jika tidak bisa makan siang bersama. Sasha mengetuk pintu lagi karena tidak ada jawaban.

Ceklek

Pintu terbuka, dan terlihat Revian dengan wajah masih mengantuk, memakai kaos dan celana pendek, Sasha ingin protes kenapa belum bersiap tapi diurungkan karena bukan kapasitas Sasha. Revian membuka pintu mempersilahkan Sasha untuk masuk.

"Mba Sasha, ayo masuk...,"tegur Chandra melihat Sasha hanya terdiam di depan pintu yang terbuka. Revian sudah masuk kedalam.

"Eh iya, Ndra."

"Gila, luas amat ruangannya ya mba, cukup buat keluarga dua anak," ucap Chandra sambil duduk di sofa, menatap ke sekitar ruangan yang didominasi warna putih dan kayu.

"Lain lah sama kita Ndra. 1 kamar berame-rame kalau lagi tugas luar." Chandra dan Sasha terkekeh sendiri.

"Mba, pak Revian ini sodaraan sama pak Willy ya?"

"Iya."

"Gila, udah pada cukup umur tapi masih pada lajang. Kalau pak Willy mah ketahuan sukanya sama mba Sasha. Sayang mba Sasha ada yang punya." Chandra menganduh saat Sasha memukul bahunya.

Drtt.. drrt..

"Halo -- ya Fa, kenapa?" Sasha menatap Chandra yang sedang menerima telpon.

"Duh, kok bisa gitu sih?"

My SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang