WARNING!!
First Story, jangan teruskan baca kalau sudah kejang2.
***
"Tujuan kita menikah demi orang tua, tapi gw gak akan mengekang lo, begitu juga dengan gw, kita tetap seperti ini, berteman seperti dulu, kita tetap jalani hidup kita masing-masing...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sinar pagi di Bali mulai merambat dan memaksa masuk melalui celah-celah jendela di kamar yang ditempati oleh Sasha dan Leon
Sepasang mata cantik itu merasa terganggu dan perlahan terbuka. Setelah kesadarannya mulai terkumpul, hal pertama yang dilihatnya adalah sepasang mata teduh yang sedang menatapnya dengan lembut.
Leon tersenyum dan memandang wajah damai istrinya yang terlelap, memperhatikan tiap jengkal wajah cantik istrinya dengan penuh kagum. Melihat pipinya yang sering bersemu merah saat dia goda, alis matanya yang lebat namun tertata cantik dan matanya yang terpejam itu memiliki sorot mata yang indah, bibir merah dan mungil yang tidak pernah bosan dikecapnya. perlahan mata cantik itu terbuka.
"Jangan menggoda suamimu ini dengan erangan sexy-mu itu sayang atau hari ini kita akan berakhir hanya di kamar ini," ucap Leon setelah mendengar erangan Sasha yg belum sadar sepenuhnya, menggigit kecil bahu terbuka Sasha.
"Morning, memangnya hari ini kita mau kemana?" Tanya Sasha yang kembali memeluk Leon dan menempelkan kepalanya di dada terbuka Leon, Sasha menutup matanya lagi.
"ke pantai tentunya?" usul Leon sambil mengusap dengan sayang punggung Sasha yang terbuka.
Sasha kaget saat badannya tiba tiba melayang karena tadi dia tertidur lagi dipelukan suaminya. Leon menggendong Sasha untuk di bawa ke kamar mandi dan meletakannya di bathub yang sudah terisi air hangat.
Sasha yang sudah sadar langsung membenamkan badannya yang terekspos ke dalam busa sabun.
Hari ini Leon begitu memanjakannya, dari membantunya menggosokan badannya di bathtub, menggendong kembali ke ranjang lalu mengeringkan badan dan rambutnya, menyisir rambutnya dan memilihkannya baju, lalu membawakannya sarapan pagi ke ranjang dengan sesekali disela aktifitas itu Leon mengecup bibir Sasha sekilas.
Sasha yang diperlakukan seperti itu merasa begitu istimewa dan dicintai, senyum penuh cinta dia persembahkan setiap memandang wajah suaminya.
--------------
Angin pantai disore hari terasa sejuk mengerpa badan tanpa berhenti dan menerpa wajah pasangan yang sedang berjalan menyisiri pantai tanpa alas kaki untuk merasakan air dan pasir dikaki mereka, saling bergandengan tangan.
"sayang masih ingat dulu, saat pentas seni di sekolah kita? Dan kita memainkan drama untuk pementasan, kalau gak salah cerita tentang 'Cinta Mariana' dimana Rania sebagai Mariana, aku sebagai Marcel pacarnya, Liana sebagai Ny Smith dan kamu berperan sebagai Dessy teman Marcel. Ingat gak?" cerita leon sambil kami terus berjalan dipinggir pantai dan merasakan ombak dikaki telanjang kami.