Status : Republish
Jadwal up date : Setiap Rabu
Genre : Romance
Plot : Plot maju mundur
---o0o---
Office, Monday 10.00 WIB
Teleconference with Japan and Spain
Perbedaan waktu enam jam antara Indonesia dan Spanyol tidak mempengaruhi agenda meeting hari ini. Perusahaan Willy di Jakarta, Mr. Sawamura di Jepang dan Revian di Spanyol akan melakukan meeting dengan skype, membahas progress proyek di Sumatra yang telah berjalan dua bulan.
Internet ready,
web camera ready,
monitor ready,
Semua sudah siap, tinggal menunggu klien'nya. Sasha sudah mempsiap 30 menit sebelum waktunya, sambil menunggu teamnya, team dari Jepang dan Spanyol, Sasha meneliti kembali data yang akan di presentasikan.
Tiba tiba team dari Spanyol melakukan kontak. Terlihat Revian di depan layar dengan memakai jas hitam dan kemeja putih, tidy as usual batin Sasha menilai.
"Hai, pretty...," sapa Revian. Revian senang bisa kembali melihat wajah cantik Sasha. Senyum langka yang jarang dikeluarkan oleh seorang Revian Fernando Valdez terukir begitu saja karena wanita ini.
"Hai Mr. Valdez, is great to see you, I'm good thank you," ucap Sasha sambil tersenyum, "how is Spain, Sir?" ucap Sasha, dari dulu penasaran dengan Spanyol, sepertinya romantis.
"How if come to Spain and see with your own beautiful eyes? And I'll be your guide." wow undangan yang menggiurkan
"Dan kita bisa melakukan makan malam spesial berdua," ucapnya dengan tatapan intens khasnya. Sasha tidak menjawab,
Setelah itu kontak dari Jepang masuk dan team Indonesia juga sudah berkumpul, akhirnya mereka membahas tujuan diadakannya konference ini. Tidak terasa meeting ini berlalu sampai tiga jam.
"Baiklah, melihat progress yang sangat baik, maka bisa dipastikan akan selesai sesuai jadwal. Terima kasih untuk team Indonesia," ucap Mr. Sawamura mengakhiri diskusi.
"Mr. Revian ada pertanyaan lagi mengenai proyek?" ucap Sawamura, semua perhatian tertuju ke layar Revian.
"Tidak ada, sudah cukup bagus," ucap Revian datar, matanya tajam menatap Sasha membuat Sasha menunduk.
"Oke baiklah, sudah cukup untuk hari ini, terima kasih Willy dan Sasha atas kerjasamanya," ucap Mr. Sawamura.
Setelah teleconference selesai dan team kembali ke tempatnya, tinggal Sasha dan Willy di ruang meeting. Masih di tempat duduk masing yang bersebelahan.
"Sha, kamu akrab sama Revian saat di Medan?" tanya Willy penasaran.
"Gak terlalu, karena saat di Medan kami komunikasi sebatas pekerjaan,"ucap Sasha, tanpa mengatakan tentang Revian yang tiba tiba mencium pipi Sasha.
"Dia adalah orang yang pendiam dan dingin, selama ini tidak pernah terlihat dia bersama seorang wanita, sayang sekali nasibnya sama denganku," ucap Willy sambil tersenyum.
"Sepertinya Revian sangat menyukaimu. Sepanjang meeting tadi dia hanya memperhatikanmu."
"Hhehh nasib kami sama ya Sha, menyukai istri orang, such a family curse haha." ucap Willy dengan tawa yang dibuat buat. Sasha terdiam entah mau menjawab apa.
Wait.... Family curse?? It mean.....
"Kamu sepertinya sangat mengenalnya Will?" ucap Sasha penasaran.
"Dia adalah sepupuku dari pihak ayahku Sha, anak dari bibiku, kami jarang bertemu karena dia tinggal di Spanyol," jawab Willy sambil melihat Sasha.
"Jadi Revian sepupu kamu? Astaga..."
"Dia penasaran sekali sama kamu ya Sha?"
Memang susah menyembunyikan matahari kecil ini dari pandangan semua lelaki, terpesona oleh karena sinarnya, tapi matahari kecil ini tidak akan pernah dapat digapai siapapun.
Bahkan sepupunya yang terkenal pendiam dan dingin pun, hanya bertemu Sasha sekali mampu membuatnya penasaran.
Flashback on
Seorang laki laki muda sedang menunggu seseorang di lantai dua sebuah fastfood dekat kampusnya. Teman gadisnya yang dari tadi ikut menunggu sudah hampir tertinggal mata kuliahnya, akhirnya pamit untuk segera pergi ke kelasnya.
"Will, sorry tunggu lama," ucap Revian duduk sambil membawa kopinya.
"It's okay, bagaimana kabar aunty?" tanya Willy tentang ibu Revian.
"Mom is good, oh ya Will kamu kenal dengan cewek asia yang barusan keluar dari sini?"tanya Revian serius.
"Siapa? Banyak cewek asia disekitar sini," jawab Willy bingung karena banyak teman-temannya orang orang asia.
"Rambut hitam panjang, kulitnya bagus, mata bulat, dan ehm senyumnya, ehhm manis," ucap Revian gugup, dia membayangkan senyum Sasha membuatnya tersenyum tipis.
Wow ada apa dengan sepupu pendiam dan dinginnya ini? gumam willy dihati
Tapi... Ciri ciri itu seperti.........
"Tadi aku tidak sengaja bertabrakan dengannya di pintu masuk, dia meninggalkan ini," Revian menyodorkan form beasiswa Sasha.
Willy terkaget antara melihat form beasiswa Sasha, dengan raut bahagia Revian, oh tidak...
Kenapa harus ke Sasha, perasaanmu kamu jatuhkan Revian...
"Revian, dia adalah..." walaupun susah tapi Willy harus bilang ke Revian siapa Sasha dan statusnya, agar sepupunya tidak berharap terlalu banyak.
Flashback off
"Kamu gak mengenalnya?"
"Secara jelas gak, tapi ada yang femilier dengan dia deh Will."
"Gak mengingatkan kamu sama seseorang?" Willy berjalan keluar ruang meeting bersama Sasha.
"Ehm... Enggak...," Ucap Sasha bingung.
"Kalian pernah tidak sengaja bertemu, waktu kita kuliah di Inggris."
"O ya?"
"Waktu itu dia datang dari Spanyol bersama bibi untuk bertemu orang tua. Dia mampir ke kampus."
"Kamu gak kenalin aku?"
"Dia hanya sebentar karena dari Spanyol hanya transit beberapa jam di Inggris, waktu itu kamu buru-buru ada kuliah." Sasha mengangguk paham.
"Apa yang membuat kamu merasa familier?"
"Entahlah, kadang cara dia bicara atau cara dia memanggil seperti pernah mendengarnya."
Ddrrtt...
"Will, sorry ya. Leon telpon. Aku angkat dulu." Sasha berjalan kearah pantry sambil menerima panggilan dari suaminya.
Willy menatap Sasha bingung, bukannya Sasha dan Revian tidak pernah berkomunikasi??
KAMU SEDANG MEMBACA
My Serendipity
RomanceWARNING!! First Story, jangan teruskan baca kalau sudah kejang2. *** "Tujuan kita menikah demi orang tua, tapi gw gak akan mengekang lo, begitu juga dengan gw, kita tetap seperti ini, berteman seperti dulu, kita tetap jalani hidup kita masing-masing...
