Status : Republish
Jadwal up date : Setiap Rabu
Genre : Romance
Plot : Plot maju mundur
---o0o---
Ting......
Sebuah email masuk ke ponsel Sasha, setelah membacanya Sasha beranjak meraih tas dan bergegas keluar setelah memberi kabar ke rekannya akan pergi dengan Mr. Valdez meninjau area untuk dijadikan kantor pusat mereka.
Setelah mencapai lobby, sebuah mobil sedan hitam mengkilat mewah sudah menunggunya.
Sasha langsung masuk ke dalam dan mobil melesat membelah macetnya Jakarta. Revian terlihat sangat santai hari ini, mengenakan kemeja polos yang lengannya digulung setengah, celana jeans dan sepatu suede loafer coklat.
Sangat manly menurut Sasha, dan yang membuatnya terlihat berbeda adalah..... dia senyum?
Laki laki ini tersenyum??? Hari aneh apa ini, Sasha bahkan terang terangan memandang wajah Revian membuat Revian terkekeh, Sasha membulatkan mulutnya karena terkejut.
"Kenapa melihatku seperti itu? Ada yang aneh?" Revian menengok sekilas kepada Sasha lalu fokus kembali kejalanan.
"Ah tidak pak, sepertinya anda sedikit senang hari ini?" tanya Sasha hati-hati takut menyinggung perasaan Revian.
"Bilang aja terus terang. Kamu mau bilang selama ini bapak terlihat seperti patung liberty, kaku dan dingin...... begitukan?" cibir Revian, Sasha mengangguk kaku.
"Selamat, anda menemukan Revian yang baru. yeey...." cibir Revian membuat Sasha tertawa lepas, tidak menyangka Revian mampu membuat joke seperti itu.
Revian melirik Sasha yang masih tertawa, sudut bibirnya tertarik ke atas melihat Sasha yang rileks saat bersama Revian. Akhirnya mereka sampai di lokasi tempat kantor perwakilan Revian dan Sawamura nanti dibangun, bertemu dengan penanggung jawab lapangan.
"Capek ?" Tanya Revian, Sasha menggeleng. Sejak tadi diajak berputar-putar, naik turun tangga. Bossnya seperti gak habis-habis energinya. Sasha menyender bangunan dengan tangan bertumpu pada kedua lututnya.
Sungguh hari yang aneh, selain senyum dan joke tadi pagi, sekarang Revian sangat perhatian....
"Sudah jam 4 sore, temani saya makan ya, ayo...," Revian menggandeng tangan Sasha ke arah parkiran, Sasha yang masih terkejut berjalan patuh di samping Revian. Entah apa yang terjadi tapi Revian benar benar terlihat lepas dan bahagia hari ini.
Sasha terbangun melihat langit sudah gelap, terdengar suara pantai dan bau garam laut. jam sudah diarah jam 6.00 sore.
Sasha menengok kearah kursi kemudi yang kosong, tidak ada Revian. Ternyata Revian sedang duduk sendiri di atas batu besar memandang laut, Sasha kemudian keluar dan duduk disamping Revian.
"Maaf saya terlalu lama tertidur ya?" Sasha sambil merapihkan rambutnya yang tertiup angin laut.
"Santai aja, disini nyaman sekali ya...," jawab Revian masih memandang laut.
"Iya, tentram dan nyaman," Sasha ikut menerawang, matahari sudah turun keperaduannya.
Ingatannya kembali ke Leon dan Alice saat di restauran. Wajah Sasha seketika sendu, menunduk, saat mengingat hal tersebut, Revian yang memperhatikannya dari tadi memegang tangannya.
"Sasha, pernahkan kamu mencari tahu dari mana asal kebahagiaanmu?" tanya Revian sambil memandang laut, Sasha memandang Revian tidak mengerti.
"..."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Serendipity
रोमांसWARNING!! First Story, jangan teruskan baca kalau sudah kejang2. *** "Tujuan kita menikah demi orang tua, tapi gw gak akan mengekang lo, begitu juga dengan gw, kita tetap seperti ini, berteman seperti dulu, kita tetap jalani hidup kita masing-masing...
