Status : Republish
Jadwal up date : Setiap Rabu
Genre : Romance
Plot : Plot maju mundur
---o0o---
Setelah mendengar penjelasan mengenai kecelakaan yang dialami willy, bahwa pada saat itu Willy sedang dalam keadaan mabuk saat mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Untung Revian datang tepat waktu sehingga keadaan cepat ditangani dan tidak ada polisi ikut campur.
"Willy, don't you tired sleep all day??" Panggil Sasha lirih sambil memegang tangan Willy, hari ini hari ke 2 Sasha menemani Willy.
"Ingat gak waktu karnaval dikampus kita dulu, kamu janji mau jagain aku Will, sekarang aku tagih janji kamu, bangunlah..."
"Sudah Sha, kamu istirahat dulu, dari pagi kamu belum istirahat," ucap Revian yang setia menemani Sasha, sebenarnya ada perasaan senang karena dia bisa bersama Sasha cukup lama, walaupun alasan dibalik itu karena menunggu Willy.
"Aku gak tega lihat kondisi Willy, Rev." Sasha tetap memandang Willy.
"Rev, kamu tahu alasan kenapa Willy mabuk saat itu, ada kamu kan saat itu?"
"Aku juga gak tahu kenapa dia sampai mabuk seperti itu, aku di telepon pihak bar bahwa Willy mabuk berat. Tapi pas sudah sampai sana Willy sudah pergi dengan mobilnya, setelah aku ikuti tidak jauh dari tempat itu dia menabrak pagar pembatas jalan," ucap Revian sambil mengusap wajahnya lelah.
"Kamu sudah istirahat? Kamu tidur dulu saja di sofa, biar Willy aku yang temenin." Sasha gak tega lihat Revian yang sepertinya belum tidur. Mendapat perhatian dari Sasha, Revian tersenyum.
"Thanks princess, kalau ada perkembangan Willy, bangunkan aku ya." Revian menguap, akhirnya dia tidur di sofa ruang tunggu yang lumayan besar.
Sasha kembali memegang tangannya sambil merapalkan doa doa kesembuhan untuk Willy.
-----
"Morning big guy... Ayo bangun, malu sama mamah dan papah kamu, sebentar lagi mereka datang." Sasha membuka hordeng kamar rawat Willy yang masih tertutup, Revian masih tertidur di sofa ruang tunggu, dia jaga semalaman.
"Hari ini aku membawa sweater kesukaanmu, kamu kedinginan kan?" Sasha menatap willy dengan pedih, tapi dia berjanji untuk tidak menangis didepan willy. Dipakaikannya sweeter di dada willy
"Lihatlah jambangmu tuan William, kamu perlu bercukur, apa tidak malu dengan suster suster manis yang merawatmu siang malam," ucap Sasha sambil membelai pipi Willy.
Dipandanginya wajah Willy begitu lama dalam diam, bahkan Revian yang sudah bangun dan memperhatian Sasha, tidak disadarinya.
Kenangan kenangan kebersamaan mereka saat di Inggris maupun saat di Jakarta bermunculan satu persatu, mengingat bagaimana sikap protektif Willy kepadanya, perhatiannya, dan bagaimana perlakuannya yang membuatnya merasakan memiliki kakak laki-laki.
Sasha tahu dia berjanji untuk tidak menangis lagi didepan Willy, tapi rasanya Sasha sudah tidak bisa menahan air mata, Sasha mulai terisak pelan dan makin lama makin keras sambil membenamkan kepalanya ditangan Willy.
"Wake up willy, please... Wake up" lirih Sasha berharap agar Willy terbangun, menggenggam erat tangan Willy seperti biasanya.
"Sshh sudah sha, tenanglah, pengaruh alkohol dalam darahnya yang membuatnya tertidur lama. Semoga hari ini akan ada perubahan..." Revian yang sudah melihat Sasha menangis langsung merangkul bahunya
KAMU SEDANG MEMBACA
My Serendipity
RomanceWARNING!! First Story, jangan teruskan baca kalau sudah kejang2. *** "Tujuan kita menikah demi orang tua, tapi gw gak akan mengekang lo, begitu juga dengan gw, kita tetap seperti ini, berteman seperti dulu, kita tetap jalani hidup kita masing-masing...
