Kaneysa menyantap makan siangnya bersama Roseline Heather. Wanita berambut merah dengan mata hazel itu menatap Kaneysa sesekali, "Ternyata kamu kembali lagi, Kaneysa."
"Yap, i came back where i belong to." Ucap Kaneysa. Makan siang lebih menyenangkan bersama Arabelle dibanding dengan Roseline. "Apa yang kamu mau, Roseline?"
"Aku mau kamu untuk menjauhi Alexander. Bukankah kamu sudah nyaman di Boston bersama Arabelle, Kaneysa?" Roseline memotong steaknya dengan melontarkan beberapa pertanyaan pada Kaneysa, "Kamu tidak bisa menyembunyikan Arabelle dariku, Kaneysa. Aku tahu Arabelle sama berartinya dengan Aurelia bagi kamu. Dan Alexander sangat berarti untukku. Would you go away from him until my wedding day? Stay away from him or give me... Arabelle,"
Roseline kembali menatap Kaneysa yang terlihat sama tenangnya dengan dirinya, "I'll be a good mother for her. Ah, aku dengar Arabelle sedang sakit, ya?" Roseline melirik Victoria yang berada di belakangnya, "Victoria, apa kamu ingat dimana kamu membeli obat untuk Aurelia waktu itu? Aku rasa Kaneysa akan membutuhkan obatnya untuk Arabelle,"
Kaneysa menatap Roseline marah. Ia sangat marah karena wanita itu terus mengancamnya dengan membawa Arabelle kedalam ancaman wanita itu. "Stay away from my daughter, Roseline. Biar aku ingatkan, aku dan Arabelle menetap di Boston sampai Alexander sendiri yang menemukan kami. Aku tidak mengejar atau merebut Alexander dari kamu, pria itu yang datang padaku dan Arabelle." Kata Kaneysa.
Ia tidak ingin berada di sekitar Roseline lebih lama,"Aku bahkan tidak memiliki keinginan untuk bersama Alexander. Kalian berdua, menjijikkan." Ujar Kaneysa kemudian pergi dari restoran itu.
...
"Tony, apa ada sesuatu yang aneh? Apa Kaneysa dan Arabelle akan pergi dariku lagi?" Tanya Alexander. Pertama kali ia bertemu Kaneysa dan Arabelle di Boston, keesokan harinya mereka meninggalkan Alexander dan kembali ke Indonesia.
Tony menggelengkan kepalanya, "Tidak ada, Pak. Hari ini, Bu Kaneysa pergi keluar untuk makan siang bersama Bu Roseline tanpa membawa Nona Arabelle,"
Alexander menatap Tony, "Sejak kapan Kaneysa dan Roseline saling mengenal?"
"Mungkin mereka adalah teman," jawab Tony.
Jawaban Tony sangat tidak memuaskan untuk Alexander. Hubungan Kaneysa dan Roseline sangat aneh. Kemarin Kaneysa memaksanya untuk menikahi Roseline segera, baru ia bisa menemui Arabelle. Sekarang, wanita itu bahkan makan siang dengan Roseline. Ada apa dengan mereka?
"Tony, kamu sudah membeli baju dan makanan yang aku suruh?" Tony menjawab dengan anggukkan, "Aku akan makan siang bersama Arabelle,"
Alexander dan Tony segera pergi menuju kediaman orangtua Kaneysa. Kemarin Kaneysa meminta Alexander tidak menemui Arabelle sebelum menikah dengan Roseline dan memberitahu tentang Arabelle kepada publik, tapi Alexander tidak bisa memenuhi permintaan Kaneysa untuk tidak menemui Arabelle sebelum ia menikah. Arabelle ada putrinya, ia memiliki hak untuk bertemu Arabelle. Tidak bertemu semalaman saja ia sudah merindukan Arabelle, bagaimana jika tiga mungkin. Sudah pasti ia tidak akan melakukannya. Alasan kenapa ia tidak mau mempercepat pernikahannya dengan Roseline, karena ia masih ingin menikmati waktunya bersama Arabelle, ia masih ingin menikmati waktunya sebelum terikat pernikahan dengan Roseline.
Alexander turun dari mobil dan berjongkok untuk menyambut pelukan Arabelle, "Papa. Apa Papa membelikan aku hadiah lagi?" Tanya Arabelle saat melihat Tony membawa banyak papper bag. Alexander mengangguk, "Pa, stop buying me those thing. Mama marah karena Papa membelikan banyak sekali mainan untuk aku. Kata Mama, barang-barang itu tidak akan berguna sampai aku besar, just buying something that more useful." Alexander menggendong Arabelle.
"Alex, masuklah. Aku sudah menyiapkan makan siang untuk kamu."
Alexander melirik Tony untuk memberikan makanan yang sudah ia beli, "Evelyn, Arabelle meminta makanan itu padaku." Evelyn mengangguk dan membawanya masuk. Ia meninggalkan Alexander bersama Tony.
Menyadari adanya seseorang yang hilang, seseorang yang harusnya selalu bersama Arabelle dimanapun ia berada, "Dimana Laura?"
"Laura sedang membantu Mama. Tadi Mama melarang aku masuk ke kamar karena Mama sedang sakit, Mama hanya mengizinkan Laura menemaninya, jadi aku bermain bersama Grandma dan Skyla."
"Kaneysa sakit?" Gumam Alexander. Bukankah wanita keras kepala itu barusan saja pergi menemui Roseline, bagaimana bisa dia sakit secepat itu.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Reach Everything Possible | #GHERALDSERIES
Romance𝗡𝗲𝘄 𝗩𝗲𝗿𝘀𝗶𝗼𝗻 Kaneysa harus terjebak dengan Alexander Dè Marco dalam project perusahaan. Ia melarikan diri karena tidak tahan dengan sikap Alexander yang selalu membuatnya kesal. Tapi, Ia juga melarikan diri dengan membawa anak Alexander D...
