"Saya di perintah oleh Nyonya Dianne untuk menjadi tangan kanan Pak Alex dan Bu Roseline. Sejak saat itu, saya memberitahu semua kegiatan Bapak kepada Bu Roseline, begitu juga sebaliknya. Termasuk saat Pak Alexander bersama Bu Julianne dan Bu Kaneysa, saya memberitahunya. Sampai saya tahu, ternyata Bu Kaneysa pergi ke Boston karena Bu Kaneysa hamil. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka berdua, tapi saya tahu jika kematian Nona Aurelia adalah perbuatan Caroline dan Victoria, atas perintah Bu Roseline."
"Apa yang dikatakan Antony itu benar, Kaneysa?" Tanya Alexander
"..."
"Roseline adalah penyebab Aurelia meninggal?"
"..."
"Jawab aku."
"Pergilah, Alex. Kamu harus menikah dengan Roseline, maka Arabelle akan baik-baik saja." Jawab Kaneysa. Ia sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Alex, Ia akan menjauhkan Arabelle dari Alex dan Roseline. Makan Arabelle akan aman.
"Ini salahku, kan? Seharusnya aku mencari kamu setelah kamu menghilang, seharusnya aku menyadarinya, menyadari jika kamu hamil anakku. Kalau aku datang lebih awal–"
"Alexander. Kamu mencariku atau tidak, tidak akan mengubah apapun. Selagi kamu masih bisa menyelamatkan Arabelle, lebih baik sekarang kamu pergi dan menikah dengan Roseline."
"Tidak ada hal bisa aku lakukan selain menikah dengan Roseline? Aku tidak akan menikah dengan wanita yang membunuh anakku,"
"Ada," Alexander menatap Kaneysa dalam, "Katakan, apa yang bisa aku lakukan untuk kalian."
Kaneysa membalas tatapan Alexander, "Pergi dan jangan pernah temui aku dan Arabelle lagi, Alexander."
Alexander menghela nafasnya pelan, "Antony, cari semua bukti kejahatan Roseline dan Victoria, dan masukkan mereka ke penjara." Tony pergi untuk mengumpulkan semua bukti yang ia miliki dan memberikannya kepada pihak berwajib, setidaknya jika ia harus masuk ke penjara karena masalah ini ia sangat rela. Karena ini adalah salahnya juga
Laura yang melihat Antony pergi meninggalkan mereka, ia juga berniat untuk meninggalkan Kaneysa bersama Alexander. Mereka pasti ingin memiliki waktu berdua untuk berbicara tentang ini, "Bu, saya akan pergi ke kantin." Ucap Laura, Kaneysa menahan Laura dan menatapnya seolah berkata untuk tidak meninggalkannya bersama Alex, "Stay here," Alexander melepaskan tangan Kaneysa dari Laura dan menyusuh wanita itu untuk pergi, "Pergilah Laura,"
Setelah Laura pergi, Alex menarik Kaneysa dan memeluk wanita itu. Alex tidak tahu wanita itu sudah berapa lama disini, tetapi mata Kaneysa terlihat sembab dan merah, pasti karena menangis. "Kita mengkhawatirkan Arabelle, Kaneysa. Kita sama-sama mengkhawatirkannya, berhenti bersikap egois dan katakan semuanya kepadaku."
Kaneysa memeluk Alexander erat, "Aku ingin Arabelle cepat sembuh dan keluar dari Rumah Sakit, aku ingin bersama Arabelle, Alex." Alex mengecup Kaneysa dan mengangguk, "Ya, aku juga."
...
Setelah Arabelle di pindahkan ke ruang perawatan, Kaneysa membaringkan tubuhnya di sebelah Arabelle. Ia menatap Arabelle dan mengelus rambutnya.
Alexander menarik tangan Kaneysa pelan membuat wanita itu berdiri dan menatapnya. "Apalagi, Alexander? Pulang sana," Kaneysa melepaskan tangan Alexander, "Kamu akan mengganggu Arabelle. Kamu tidurlah di tempat tidur, aku akan menjaga Arabelle." Alexander menunjuk tempat tidur yang ada di ruang rawat Arabelle.
"Aku saja. Aku yang akan menjaga Arabelle, lebih baik kamu pulang."
"Just this time, don't be so selfish. Istirahatlah," Alexander menyandarkan tubuhnya di sofa setelah Kaneysa berbaring di tempat tidur.
Pintu ruang rawat Arabelle terbuka oleh Laura. "Laura. Temani Kaneysa, saya akan membeli makan malam untuk kalian."
"Baik, Pak.
...
"Apa yang kamu lakukan, Alexander? Kamu pergi begitu saja dari pernikahan kamu." Dianne menatap lembut Alexander, pria itu sudah mengganti tuksedonya dengan pakaian biasa. "Setelah lari dari pernikahan kamu. Sekarang kamu menghindari Mama, Alex?"
Alexander mengehela nafasnya, "Aku tidak akan menikahi Roseline."
"Kenapa tiba-tiba? Kamu bisa membatalkannya satu bulan sebelum hari pernikahan kalian, kamu membuat keluarga kita malu dan menjadi tertawaan orang lain, Alexander." Dianne menatap putra keduanya. "Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Dianne, ia memperhatikan wajah anaknya yang terlihat cemas dan khawatir.
Alexander berhenti melakukan aktivitasnya sebentar dan menatap Dianne, "Ma, aku memiliki anak. Mereka kembar dan sangat cantik, aku sangat menyayangi mereka." Ujar Alexander
"..." Dianne menatap Alex dan mencoba untuk mencerna perkataan pria itu.
"Aku baru bertemu dengan anakku bulan lalu, saat aku di Boston untuk mengunjungi Daphne, aku juga melihat makam seseorang dengan nama belakangku."
"Alex—"
"Ya. Itu adalah makam putriku, Aurelia Beatrix Dè Marco. Apa yang Mama rasakan saat bertemu dengan anak Mama untuk pertama kali, tetapi dia sudah meninggal? Aku tidak mengetahui mereka, Kaneysa melarikan diri dari aku dan aku juga tidak mencarinya. Aku tidak tahu Kaneysa hamil, aku tidak tahu jika Aurelia dan Arabelle ada. Aku adalah Ayah yang buruk, bukan?" Dianne memeluk Alexander, "Sekarang, aku hanya memiliki Arabelle dan Kaneysa. Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti mereka."
"Dimana Arabelle, Alexander? Mama ingin bertemu dengannya," Tanya Dianne
"Arabelle di Rumah Sakit. Seseorang meracuninya saat Kaneysa berada di Kantor dan aku sibuk dengan pernikahanku. Roseline yang akan bertanggung jawab atas semua ini, termasuk kematian Aurelia. Aku berjanji Roseline akan membayar semuanya."
"Alex, bawa aku dan Ayahmu menemui Arabelle."
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Reach Everything Possible | #GHERALDSERIES
Romance𝗡𝗲𝘄 𝗩𝗲𝗿𝘀𝗶𝗼𝗻 Kaneysa harus terjebak dengan Alexander Dè Marco dalam project perusahaan. Ia melarikan diri karena tidak tahan dengan sikap Alexander yang selalu membuatnya kesal. Tapi, Ia juga melarikan diri dengan membawa anak Alexander D...
