"Papa!" Alexander mendekati Arabelle dan memeluknya. "Aku merindukan Papa." Arabelle berada di gendongan Alexander.
Kaneysa menatap Alexander dan Arabelle, "Kemarin kamu mengatakan Papa akan pulang. Kenapa Papa masih disini, Arabelle?" Tanya Kaneysa. Ia jelas sangat tahu jika kemarin Arabelle mengatakan Alexander akan pulang. Tapi kenapa Alexander ada disini?
"Aku mengatakan pada Papa, kita akan menyusul Papa ke Jepang." Arabelle memeluk Alexander dan tersenyum pada Kaneysa. Wanita itu memejamkan matanya beberapa detik dan melanjutkan perjalanan mereka. Hari ini Kaneysa, Arabelle, dan Laura memiliki rencana untuk berkeliling di daerah setempat. Tapi ia tidak tahu jika Alexander akan datang.
"Hei, kamu mau kemana? Aku tahu tempat yang bagus untuk kita datangi, ayo." Tanpa persetujuan, Alexander menarik lengan Kaneysa dan memasukkan wanita itu ke mobilnya. "Laura, kamu bersama Tony tetap disini. Ah, mohon bantuan kalian untuk memindahkan barang-barang Kaneysa dan Arabelle ke apartemenku. Sore nanti kamu pulang,"
"Alex, kamu menculik aku. Dan aku tidak mau tinggal di apartemen kamu, aku memiliki tempat tinggal sendiri." Arabelle duduk di pangkuan Kaneysa, "Mama, kita lebih baik tinggal bersama Papa. Aku ingin tidur bersama kalian."
"Disneyland adalah tempat yang bagus untuk kita datangi, Alexander?" Tanya Kaneysa kesal. Karena tadi Alexander mengatakan akan membawanya ke tempat yang bagus, ternyata ke Disneyland. Kaneysa sendiri berharap untuk pergi ke tempat makan, karena ia ingin memakan sesuatu.
Mata Arabelle terlihat sangat berbinar, "Sangat bagus, Papa. Aku akan bermain disini selamanya!"
Alexander melirik Kaneysa, "Sangat bagus untuk kita," Setelah memarkirkan mobil, mereka bertiga memasuki halaman Disneyland yang luas dan ramai. Banyak sekali karakter Disney, membuat Arabelle sangat kagum.
"Duduklah, aku akan berkeliling bersama Arabelle."Arabelle sudah berada di gendongan Alexander, "Kalau kamu ingin makanan, telepon aku. Aku akan membelikannya untuk kamu dan kamu tetap disini. Jangan kemana-mana,"
"Alexander, aku tidak mau diam saja disini. Aku mau ikut kalian." Bantah Kaneysa. Ia tidak mau duduk diam memperhatikan orang-orang yang lewat menikmati pemandangan Disneyland, ia juga ingin ikut berkeliling. "Kemarilah," Alexander menggenggam tangan Kaneysa dengan tahan kirinya dan tangan kanannya ia gunakan untuk menggendong Arabelle.
"Kalau kamu lelah, katakan padaku."
...
Kaneysa dan Alexander bersama Arabelle baru saja kembali dari Disneyland. Mereka bertiga menghabiskan satu hari penuh untuk menghabiskan waktu di Disneyland, Arabelle sangat antusias sampai membuat Kaneysa dan Alexander kewalahan menuruti permintaan Arabelle di Disneyland.
Mereka telah memasuki apartemen Alexander yang terletak di Ibu Kota Jepang, Tokyo. Letak apartemennya tidak jauh dari perusahaan cabang yang akan ia resmikan satu bulan lagi.
"Aku akan menidurkan Arabelle. Kamu mandilah dulu," Kaneysa mengangguk. Ia benar-benar lelah hari ini, ia ingin secepatnya berbaring dan tidur.
"Bu Kaneysa, apa Anda membutuhkan bantuan saya?" Tanya Laura dari luar kamar mandi. "Ya, Laura. Masuklah, bantu aku mandi." Laura masuk dan menyiapkan bathrobe untuk Kaneysa. Alexander ikut masuk dan memperhatikan mereka berdua. "Apa mau kamu, Alex? Aku sedang mandi, keluar." Usir Kaneysa saat melihat pria itu masuk begitu saja ke kamar mandi yang sedang ia gunakan.
"Laura, keluarlah. Aku yang akan memandikan Kaneysa."
Laura berhenti membantu Kaneysa dan berdiri di hadapan Alexander, "Pak Alex, saya mohon untuk tidak melakukan apapun pada Bu Kaneysa."
"Apa maksud kamu? Aku tidak akan melakukan apapun selain memandikannya."
"Berjanji lah untuk tidak menggoda Bu Kaneysa,"
"Laura, aku bisa menjaga diriku sendiri. Keluarlah."
"Tapi Bu—"
"Aku akan baik-baik saja."
Terakhir Anda bilang bisa menjaga diri, Anda malah mengetahui bahwa Anda hamil anaknya Pak Alexander lagi. Laura pergi dari kamar Alexander dan melihat keadaan Arabelle.
Alexander tidak membantu apapun, ia juga tidak memandikan Kaneysa. Ia hanya mengguyur badan Kaneysa dengan air dan memakaikan bathrobe, "Jangan terlalu lama, ini sudah malam. Kamu akan sakit," Alexander menggendong Kaneysa dan mendudukkan wanita itu di tempat tidur. "Pakailah baju kamu, aku akan mandi." Alexander mengecup pipi Kaneysa yang terasa dingin.
Alexander pergi ke kamar mandi dan melepaskan pakaiannya. Ia memikirkan perkataan Laura saat ia keluar dari kamar Arabelle.
"Pak Alex. Mohon bantuannya, tolong buat Bu Kaneysa tidur malam ini. Dua minggu terakhir, Bu Kaneysa tidak bisa tidur dan mengalami demam saat malam hari dan membuatnya terjaga sampai pagi. Karena itu, kesehatan Bu Kaneysa menurun drastis."
"Apa ada yang ia pikirkan?"
"Saya tidak tahu, Pak."
"Kamu tidak menanyakan alasannya? Pasti ada sesuatu yang ia pikirkan sampai membuatnya demam,"
"Silahkan Pak Alex tanya sendiri pada Bu Kaneysa,"
"Apa yang wanita itu pikirkan? Apa ada seseorang yang mengganggunya lagi, tapi siapa? Aku sudah memastikan tidak akan ada yang berani menyentuhnya dan Arabelle."
"Papa, setiap malam Mama tidur menggunakan jas Papa. Katanya, Mama merindukan Papa."
"Ah, ternyata dia bisa merindukan aku juga. Bahkan sampai memakai jasku setiap mau tidur." Alexander terkekeh saat mengingat perkataan Arabelle, "Tidak bisa tidur setiap malam, tapi dia memakai jasku saat mau tidur. Apa dia benar-benar menderita karena merindukan aku? Aku tidak menyangka." Alexander menyudahi mandinya dan menyusul Kaneysa.
"Ayo tidur, Kaneysa." Setelah memakai celana tidur, Alexander ikut berbaring di samping Kaneysa, menarik wanita itu dan memeluknya. "Aku tidak mau tidur dengan posisi seperti ini, Alex."
Alex menunduk dan menatap Kaneysa, "Kamu ingin posisi seperti apa? Berada di atasku atau di bawahku?" Kaneysa berdecak kesal. "Menjauhlah, aku sesak dipeluk kamu." Alexander mengabaikan kata-kata Kaneysa. Iya tetap tidur sembari memeluk Kaneysa.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Reach Everything Possible | #GHERALDSERIES
Romance𝗡𝗲𝘄 𝗩𝗲𝗿𝘀𝗶𝗼𝗻 Kaneysa harus terjebak dengan Alexander Dè Marco dalam project perusahaan. Ia melarikan diri karena tidak tahan dengan sikap Alexander yang selalu membuatnya kesal. Tapi, Ia juga melarikan diri dengan membawa anak Alexander D...
