"Are you ran away again from him, Kaneysa?" Malam hari setelah istrinya tidur, ia datang ke kamar Kaneysa untuk menanyakan sesuatu. "Arabelle memberitahuku, ia bertemu dengan Alexander kemarin. Kenapa, Kaneysa? Kenapa kamu terus menghindari Alexander?"
Kaneysa yang sedang duduk di tepi tempat tidur, memeluk Carter begitu Ayahnya duduk. "Pa. Aku tidak mau merusak pernikahan Alexander. Tidak dengan alasan Arabelle sekalipun. It's better for Arabelle meet him after he married with Roseline."
"Pernikahan Alexander dan Roseline tidak ada hubungannya dengan kamu dan Arabelle. Jika dia ingin menemui Arabelle, let him. Let him meet his daughter. Arabelle tidak akan mengganggu pernikahan Alexander dan Roseline,"
Kaneysa melepaskan pelukannya dan menatap Arabelle. Gadis kecil itu tidur di sebelahnya, "Aku tidak mau Arabelle disakiti siapapun. Hanya karena dia hadir dan memiliki nama belakang Alexander, aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti Arabelle. She is better with me and better do not know about her father."
"Is there someone will hurt you and Arabelle?" Ucap Carter. Karena Kaneysa berkata seperti itu, membuat Carter curiga ada sesuatu yang membahayakan putri dan cucunya.
"Aku dan Arabelle baik-baik saja, Pa. I don't wanna public knows about Arabelle before Alexander and Roseline get married."
"Then tell him. Tell him to not expose his daughter to the public, If you feel not safe for Arabelle's life."
Kaneysa mengangguk, "Aku akan bicara pada Alexander besok,"
"Besok? Kamu berniat untuk menemui Alexander di perusahaan pria itu besok?"
"Tidak, Pa. Alexander akan datang ke rumah besok pagi. Ia pasti sangat marah karena aku dan Arabelle meninggalnya di Boston."
Carter menyentil dahi Kaneysa. Ia merasa gemas dengan tingkah laku Putrinya dan Alexander. "You two, stop playing game like a kids. Kalian sudah dewasa bahkan sudah memiliki anak,"
...
"Seperti dugaan putriku, kamu akan datang pagi dengan perasaan kesal, bukan?"
"Aku tidak mengerti dengan jalan pikirnya. Dia sangat kekanakan dan apa yang dia lakukan dengan meninggalkan aku di Boston? Aku baru saja bertemu dengan putriku, Carter."
"I'll let you speak to her, Alexander. Promise me, you won't talk a bad word to her, just calm down. Aku yakin, Kaneysa memiliki alasannya sendiri kenapa ia melakukan ini kepada kamu."
"Tiga tahun yang lalu, ia memang selalu memiliki alasannya sendiri untuk membuatku marah padanya,"
"Then you should, calm down around her." Carter meninggalkan Alexander di ruang tamu saat melihat Kaneysa dan Arabelle menuruni anak tangga, "I'll leave you here, Alex. Remember, calm down." Carter berlalu, meninggalkan Alexander di ruang tamu.
"PAPAA!" Arabelle gadis berusia dua tahun tiga bulan. Rambutnya yang di hias denga Ponytail, poninya membuat Arabelle terlihat semakin menggemaskan. Arabelle berlari dan memeluk Alexander, "Kemarin saat aku dan Mama pergi ke rumah Grandpa, Mama bilang kalau Papa akan datang juga."
"Ya, Mama benar. Papa akan datang menemui kalian, always." Alexander mengecup kedua pipi chubby Arabelle, "Kenapa kemarin Arabelle meninggalkan Papa?"
"Kejutan untuk Papa." Arabelle terus memeluk Alexander, "Apa Papa membelikan aku mainan?"
Alexander mengangguk, "Tentu saja. Papa membelikan banyak mainan yang lucu untuk Arabelle. Papa sudah memberikan mainannya pada Laura, ia pasti sedang membereskan mainan kamu yang sangat banyak itu,"
"Benarkah? Aku mau menemui Laura!" Arabelle meminta Alexander menurunkannya kemudian gadis kecil berlari menyusul Laura yang baru saja memasuki rumah bersama Tony dengan membawa mainannya.
Kaneysa berdiri tidak jauh dari Alexander dan Arabelle, ia melihat semua interaksi keduanya. Sampai ia sadar, Alexander menatapnya tajam dan berjalan mendekatinya, "Aku harap kali ini alasan kamu masuk akal untuk aku, Gherald."
Kaneysa menatap Alexander yang lebih tinggi darinya, "Aku tidak memiliki keharusan untuk memberi tahu alasannya, Alexander. Aku mau, kamu tidak datang menemui Arabelle lagi sampai kamu menikah dengan Roseline."
Alexander menaikan sebelah alisnya, "Apa maksud kamu?"
"Kurang jelas? Jangan temui Arabelle sebelum kamu menikah dengan Roseline. Kalau kamu ingin menemui Arabelle, menikahlah dengan Roseline secepatnya." Kata Kaneysa.
"Arabelle tidak memiliki hubungan apapun dengan Roseline dan Arabelle juga tidak memiliki masalah dengan pernikahan aku dan Roseline. Apa maksud kamu sebenarnya?"
"Arabelle tidak akan menemui kamu sampai kamu menikah dengan Roseline dan aku tidak mau publik tahu tentang Arabelle. At least, hanya sampai kamu dan Roseline menikah, Alexander. Tiga minggu lagi, bukan?" Tanya Kaneysa untuk memastikan kapan pria itu menikah, "This is the best choice for Arabelle,"
"For you or Arabelle, Gherald?"
"For two of us, exactly. Sekarang, aku minta kamu pergi dari rumahku dan datang lagi tiga minggu kemudian."
Alexander menatap Kaneysa, "Kalau aku tidak mau?"
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Reach Everything Possible | #GHERALDSERIES
Romance𝗡𝗲𝘄 𝗩𝗲𝗿𝘀𝗶𝗼𝗻 Kaneysa harus terjebak dengan Alexander Dè Marco dalam project perusahaan. Ia melarikan diri karena tidak tahan dengan sikap Alexander yang selalu membuatnya kesal. Tapi, Ia juga melarikan diri dengan membawa anak Alexander D...
