sesakit inikah ve??

2.8K 210 19
                                        

Sore ini hujan turun dengan deras menguyur seluruh kawasan kota Bandung seorang gadis bak bidadari sedang menikmati secangkir susu panas sambil menatap guyuran hujan dari teras kamarnya

"Dingin ka, ujan gini ga pake jaket kalo kak ve sakitkan ribet deh dunia karna bidadarinya sakit" keluh wanita lain yang baru saja keluar dari kamar sambil menyimpan sebuah hodi jaket di kepala gadis yang sedang duduk di atas kursi itu

"Gaapa-apa ko gre jarang jarang kan sore gini hujan dan kakak ga sibuk" ya gadis itu adalah veranda

"Tapi kan kalo kakak sakit nanti gre dimarahin tuhan ga bisa jagain bidadari" keluh gadis lain itu yang ternyata grecia saraya memeluk ve

"Ihh apaan sih kamu... bidadari jangan teriak bidadari deh.. oh ia kamu ga ngampus gre?" Tanya veranda menatap wajah samping gre yang masih memeluk tubuhnya...

Hanggat ya Hanggat yang di rasakan veranda saat itu... yang di rasa veranda ini adalah pelukan seorang adik terhadap kakaknya namun lain dengan apa yang di rasakan grecia, walau di bibirnya grecia berkata dia sudah membuang semua rasa terhadap veranda namun di hati kecilnya lain veranda adalah Cinta pertamanya Cinta pertama yang akan selalu sulit untuk di lupakan, saat grecia merasa dirinya berusaha keras membuang rasa itu namun seakan rasa itu tak ingin hilang dari benak grecia, dan disinilah grecia sekarang terjebak dalam status adik kakak yang akan selalu sulit untuk di tentangnya...

"Gre mau sama kakak ga mau kuliah dingin gini enaknya nemenin kakak sambil menum susu coklat kan lagian kalo gre kuliah,  males ketemu orang itu" keluh gre manja dan mengingat sosok seorang gadis cuek menyebalkan teman satu kampusnya...

"Ko makin hari makin manja sih kamu gre, yaampun gree, dia kan ga ngegangu kamu ngapain di malesin?" tanya veranda dan di akhiri kecupan singkat di pipi gre

"Udah sini duduk dulu biar kak ve bikinin susu coklatnya ya..." potong veranda sebelum gre mengomel tak jelas dan menarik tangan gre yang melingkar di balik lehernya

"Hmm ia kak" jawab grecia menganguk,

Ve pun berdiri dan menarik tangan gre untuk duduk di bangku teras segera ve menuju dapur dan membuat sebuah susu  coklat hangat untuk grecia,

Tanpa sepengetahuan gre maupun ve ternyata kegiatan mereka tadi di perhatikan seseorang yang sedang berdiri di tangga kostan veranda sambil meremas dada yang terasa begitu sakit, air matapun tak terbendung lagi rasanya sakit ia melihat gadis yang ia puja selama ini masih berlaku seperti itu di belakangnya

"Sesakit ini kah, untuk aku bertahan denganmu" keluhnya masih dengan meremas dada dan air mata yang mengalir

"Ini susunya" suara veranda di balik tembok itu sontak membuat orang yang sedang mengintip itu kembali melihat kegiatan veranda dan grecia

"Makasih kak ve baik banget sih" keluh gre mengambil segelas susu coklat di tangan veranda saraya meminumnya

"Enak kak ve makasih ya " keluh grecia saraya menyimpan gelasnya

"Kamu lucu banget sih gree" keluh veranda saraya mengusap sisi bibir grecia yang terdapat susu coklat disana

"Kalo minum itu yang bener jangan belepotan udah kuliah juga masih aja belopotan malu kalo di ajak ngedate sama si miss ice cube itu" keluh veranda

"Kak ve bisa ga, jangan bahas dia?" tanya grecia menahan tangan veranda yang ada di pipinya, mata mereka bertemu membuat veranda maupun grecia terhanyut di dalam kontak mata itu,

gadis yang sadari dari tadi mengintip setiap tingkah dua manusia itu akhirnya tak kuasa menahan sakit yang amat ia rasakan dengan masih meneteskan air mata ia segera pergi menuruni tangga, ia berjalan sambil terus memegang dadanya yang semakin terasa sakit, di bukanya pintu mobil hitam miliknya itu saraya memukul stir mobil dengan air mata masih membanjiri pipinya,

My Bidadari Senior (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang