Part 1

10.7K 532 4
                                        

Hari pertama sekolah pun tiba. Mereka-- Zarina dan Zero--sudah mendaftarkan diri ke sekolah yang sudah mereka tentukan. Mereka benar-benar pisah sekolah.

Kini gadis berpipi tirus itu sedang meratakan bedaknya, tipis. Kemudian mengambil lipgloss dan dioleskan di bibir mungilnya, menata rambut panjangnya perlahan.

"Hem," gumamnya dan beranjak dari kamarnya sambil menggendong tas di salah satu pundaknya.

Berjalan menyusuri tangga, kamarnya memang berada di lantai dua, bersebelahan dengan kamar Zero.

"Zero mana Bun?" tanyanya sesampai di meja makan.

"Kakak?" Bundanya malah balik bertanya.

"Rrr.. iya Bun, Kak Zero!" jawabnya dengan menekankan kata 'kak'.

"Dibiasain dong Ze kalo manggil Kakak tu!"

Gadis itu malah mendengus kesal.

"Kakak belom turun tuh, tumben, biasanya rajin."

Lagi-lagi gadis itu mendengus mendengar ucapan bunda yang seakan-akan menyindir dirinya yang malas. Ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan menaiki tangga.

Tok.. Tok.. Tok..

Gadis itu mengetok pintu kamar kakaknya.

Hening.

"Woy! Lo nggak sekolah?!" kini teriakan itu keluar dari bibir mungil gadis yang sudah menggunakan seragam sekolah lengkapnya.

Krett! Pintu kamar terbuka, menampakkan sosok laki-laki tampan yang sudah siap dengan seragam sekolahnya yang berbeda dengan adiknya dan jangan ketinggalan tas yang bertengger di salah satu pundaknya.

"Lo ngapain ha?" ucap laki-laki itu dengan gaya sok cool-nya, memasukkan tangannya ke saku celana.

"Egh, a-anu.. gue ta-tadi..."

Ish, kenapa gue jadi gugup gini!, batin Zarina.

"Egh, lo dicariin Bunda! Tuh, kehilangan anak kebanggaan!" jawabnya sembari berlalu dari hadapan sang kakak.

Sedangkan laki-laki di depan pintu tadi menampakkan senyum kemenangan. Ia segera mengikuti langkah sang adik menuju meja makan.

"Zero, kok tumben baru keluar?" tanya sang ayah setelah melihat anak sulungnya itu berjalan di belakang Zarina.

"Sembelit dia Yah," jawab Zarina tak acuh. Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum miring.

Akhirnya ruang makan menjadi sepi ketika semua yang ada di meja makan sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Srutt! Suara bibir itu membuat semua yang ada di meja makan menoleh menuju sumber suara.

Zarina, gadis itu sedang meminum segelas susu yang tinggal setetes dengan mengeluarkan bunyi. Ia langsung melirik ke semua orang yang kini sedang menatapnya.

"Apa?" tanyanya.

"Kebiasaan! Kalo udah abis ya udah Ze, nggak usah diseruput gitu gelasnya. Nggak sopan!" ucap bunda.

"Anak Bunda nih kayak nggak dikasih makan sebulan sampe mau makan gelas." kini giliran Zero menyindir, dengan segera Zarina menoyor kembarannya itu.

"Sengak banget lo sama gue!"

"Sadis banget lo sama gue!" balas Zero tak terima. Mereka pun saling pandang, memberi tatapan membunuh satu sama lain.

"Heran Ayah, punya anak kembar kok nggak akur," ucap ayah melihat tingkah kedua anaknya itu.

MY TWIN [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang