"jadi kalian mau bergabung?"
"WOW.. Tawaran menyenangkan." kata Nelson.
"Hey! Menyenangkan apanya?! Kau tau kan Ellesmere Wood itu?! Disana banyak hewan buasnya tau gak?! Banyak orang yang terluka karena nekat masuk kesana!" teriak Kayla penuh emosi.
"Banyak orang yang terluka bukan tewas ataupun hilang. I'm join." jawab Nelson
"Bagaimana denganmu James?" tanyaku.
"Jika Nelson ikut, maka aku ikut." jawabnya santai. Kenapa mereka santai sekali?
"Baiklah. Nanti Pete akan kutanya. Kita akan berangkat sekitar 5 hari lagi." Jelasku
"Baiklah" kata James dan Nelson bebarengan dan mereka kembali ke ruang santai.
"Dasar pria. Bagi mereka fine fine aja kalau harus berkemah di hutan liar dengan banyak hewan liarnya. Tak bisa kubayangkan aku harus bertahan disana selama...?" kata-kata Kayla terhenti, dia menoleh ke arahku.
"Kita disana berapa lama?" tanyanya.
"eh? Entahlah, aku belum diberitahu. Besok akan kutanyakan pada Mr.Gove." kataku.
"Baiklah. Makanan sudah siap" kata Aylin yang sedari tadi diam ternyata meneruskan pekerjaannya.
***
05.00 am
tet tet tet
Kumatikan alarm yang berisik itu. Aku bangun menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi pagi dan bersiap untuk bekerja.
Setelah siap dengan pakaianku, aku keluar dari kamarku. Aku turun menuju dapur. Disana sudah ada Aylin yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"Good morning Lyn." sapaku.
"Good morning Dee. Come."
"Kali ini sarapan apa?" tanyaku sambil mendekat kearahnya.
"french fries with mozzarella cheese." jawabnya.
"Wow. Pasti enak. Masih lama? Aku tak sabar mencicipinya." kataku.
"Sebentar lagi selesai kok." katanya.
"Baiklah, kutunggu di ruang makan okey?" kataku
"Okey. Ah~ tolong bangunkan yang lainnya ya?" katanya.
"Kayla belum bangun?" tanyaku. Harusnya sekarang dia sudah siap.
"Dia sudah, tapi the boys belum," katanya.
"Baiklah, mom. Hahaha." kataku
Aku segera menuju ke kamar James.
"James! Wake up! Let's breakfast together," teriakku sambil mengetuk keras-keras pintunya.
"JAMES! Wake-" teriakkanku terpotong suara dari dalam.
"I'm awake Dee. Stop it please." katanya. Mungkin aku terlalu keras mengetuk pintunya.
Aku beralih ke kamar Pete.
"Pete! Wake up! Let's breakfast!" teriakku sambil mengetuk pintunya, kali ini lebih pelan sedikit.
Tak ada sahutan. Kuketuk lagi pintunya, "PETE!"
Masih tak ada sahutan. Aneh, biasanya dia langsung menyahuti teriakanku.
"Peter!" teriakku.
"Yes?" kata Pete yang tiba-tiba ada dibelakangku.
"Kau sudah bangun rupanya. Cepatlah ke ruang makan, kita sarapan." kataku.
KAMU SEDANG MEMBACA
He's Mine
Werewolf"Kau akan apa? Melindunginya? Kau tidak akan bisa melakukan itu bodoh! Untuk saat ini dia akan menjadi pionnya, setelah penyihir itu berhasil mendapatkan kekuatanmu.. Dia.. akan menjadi milikku. Dan kau.. mati!" "T-Tidak.. dia.. tidak a-akan pernah...
