Aku update lagi!! Part ini pendek soalnya😂
Debby POV.
Kalian tahu rasanya memeluk orang yang salah?
Malu.
Itulah yang terjadi padaku.
“Jadi dia bukan Winston?” tanyaku pada Ibu dengan wajah yang memerah malu.
“Iya, dia Joan, serigala liar yang kuselamatkan dan dia suka tinggal disini,” jelasnya sambil tersenyum geli melihat wajahku.
“Lalu dimana Winston?” tanyaku.
“Dia sedang dibelakangmu tuh,” kata Ibu mengedip padaku.
Aku menoleh kebelakang dan melihat Winston yang sedang tersenyum padaku.
Aku berdiri dan memeluknya dengan erat, melepas rindu.
Setelah puas memeluknya aku melepaskan pelukannya dan bertanya.
“Kau, tidak terkena kutukan? Maksudku-“
“Kau tidak suka jika aku menjadi manusia ya Dee?” kesal Winston.
“Bukan! Bukan begitu maksudku-“
“Hahaha.. tak apa Dee, sebenarnya tak ada masalah dengan kutukan itu,” katanya sambil tersenyum.
“Jadi sekarang kau baik-baik saja?” tanyaku.
“Tentu saja.”
“Dan kau tidak mengunjungiku barang sekalipun!” bentakku.
“Eh? Maaf,” katanya sambil meringis.
“Baiklah, Dee, kau harus kembali ke Mark,” kata Ibu padaku.
“Tapi Bu.. aku..”
“Ibu akan menemanimu.”
“Aku ikut juga deh.”
Mendengar itu aku jadi merasa tenang.
“Baiklah ayo,” kataku sambil berdiri.
Kamipun berjalan menuju ke ruang rawat Mark.
.
.
.
Sampai di depan ruangan Mark, aku merasa takut.
Bagaimana kalau Mark menyukai Shinta? Bagaimana kalau Mark kembali bersama Shinta? Bagaimana kalau-
“Jangan gugup, kami bersamamu,” kata Ibu sambil menyentuh bahuku.
Winston teersenyum padaku.
Aku tersenyum menanggapinya.
Baiklah aku siap, batinku.
Aku menyentuh gagang pintu dengan tangan yang gemetar.
Aku membuka pintu itu perlahan.
Aku melangkah masuk dan berjalan pelan mendekati tempat tidur Mark.
Aku terduduk di kursi di sampingnya.
Tanpa sadar aku menangis, “Mark kau dimana?” lirihku.
“Hei, tenanglah, dia akan kembali padamu,” bisik Ibu yang memelukku.
“Aku takut dia merebutnya Bu,” lirihku sambil membalas pelukan Ibu.
“Jika itu terjadi, kita akan merebutnya kembali,” bisik Ibu sambil mengedip ke arah Winston.
“Bagaimana caranya?” tanyaku bingung dengan mata sembap.
“Kita buat dia cemburu, kau bisa melakukannya dengan Winston,” kata Ibu sambil tersenyum padaku.
Melihat raut wajahku yang ragu, Ibu kembali menjelaskan.
“Tak apa Dee, Winston pasti akan membantumu,” kata Ibu lagi.
“Bee..”panggilan itu membuat kami semua menoleh ke arah pintu.
Aku kembali merasakan sesuatu yang mengalir keluar dari mataku ketika melihat Mark yang dipapah oleh Shinta.
Aku berusaha menahan tangisku agar tidak mengeluarkan suara.
“Astaga Mark! Apa yang terjadi padamu??” tanya Ibu dengan nada khawatir yang jelas ketika mendekati Mark.
“Bu.. uhuk..uhuk..Aku mencari Bee-ku. Aku ingin kesana,” jawab Mark sambil melihatiku.
Shinta kembali membawa Mark ke tempat tidurnya.
“Kau lihat, gara-gara kau Mark sampai seperti ini,” adu Shinta.
“Aku baik-baik saja,” kata Mark dengan kesal.
“Gara-gara kau, Mark sampai harus pergi mencarimu! Padahal kesehatannya masih belum pulih, dan lihatlah, dia sekarang,” kata Shinta sambil memandangku tajam.
“Aku-aku..” kataku terbata-bata.
“Shine, dia tidak salah,” kata Mark sambil memandang Shinta.
“S-Shine?” tanyaku sambil menahan air mataku.
“Ya, itu adalah panggilannya untukku,” kata Shinta sambil tersenyum menang.
“Kau-“ kata-kataku terpotong karena Winston.
“Baiklah, aku sudah cukup mendengarkan ini. Dee, ayo kita keluar, disini terlalu panas,” kata Winston sambil menarik tanganku.
Aku hanya diam dan membiarkan Winston yang menarikku keluar.
Aku melihat Ibu yang tersenyum untuk menenangkanku, pandangan matanya seakan berkata, “semuanya akan baik-baik saja.”
***
26 Mei 2017- greynarays
KAMU SEDANG MEMBACA
He's Mine
Manusia Serigala"Kau akan apa? Melindunginya? Kau tidak akan bisa melakukan itu bodoh! Untuk saat ini dia akan menjadi pionnya, setelah penyihir itu berhasil mendapatkan kekuatanmu.. Dia.. akan menjadi milikku. Dan kau.. mati!" "T-Tidak.. dia.. tidak a-akan pernah...
