part2- A New Assignment

11.8K 620 1
                                        


"BERHENTI SEMUAA!!!" teriakku. Mereka yang masih terkejut dengan teriakanku itupun berhenti.

"Makanan kita GOSONG!!" teriakku lagi.

Awalnya mereka masih diam. Nelson malah mengendus-endus udara. Aylin yang pertama kali sadar

"OH, NOO!!" teriaknya sambil berlari ke tempat pemanggang yang sudah berasap.

Yang lainnya juga ikut menuju ke tempat yang sama. Saat kami sampai disana, Aylin sudah menbuang makanan yang gosong dan mulai memasak makanan yang baru.

"Sudah ya, jangan kita ulangi lagi. Lihat, makanan kita gosong. Huh, padahal yang itu tadi kesukaanku, jadi kebuangkan." kataku dengan sedih. Ya, aku memang orang yang menghargai makanan, tidak semua orang bisa seberuntung kita untuk mendapatkan makanan, jadi aku bersyukur bisa mendapat makanan yang cukup.

"Baiklah." kata mereka dengan pelan.

"Oke, sekarang lebih baik kita dengarkan musik saja, biar gak terlalu sepi gini." usulku, berusaha untuk merubah suasana ini.

"Ah~ ide bagus. Kuambil ponselku dulu." kata Pete yang kemudian masuk ke dalam rumah. Memang ponsel dia paling banyak lagunya daripada milik kami.

Tak lama kemudian Pete kembali dengan membawa ponselnya. "Nih" katanya sambil memutar sebuah lagu.

"Nah, ginikan jadi lebih asik." kataku yang disetujui oleh mereka.

Acara BBQ ini selesai saat tengah malam. Kami semua hanya memasukkan alat-alat yang mudah rusak saja karena kami semua terlalu lelah untuk membereskannya.

***

4 bulan kemudian

03.00 pm

Huh, capeknya hari ini.

Oh ya, sekarang aku, Kayla, dan Aylin bekerja menjadi dokter hewan di salah satu lembaga perlindungan hewan liar. Sedangkan James, Nelson, dan Pete nemutuskan untuk bekerja sama untuk membuat tempat praktik mereka sendiri.

Memang awalnya mereka mengajak kami untuk bergabung, tapi kupikir akan lebih seru jika kita keluar dari lingkup yang kecil. Jadi aku, Kayla, dan Aylin memutuskan untuk mengajukan surat lamaran kerja ke lembaga perlindungan hewan liar. Tak kusangka, kami semua diterima bekerja tempat yang sama, jadi kami bisa berangkat bersama.

Saat akan keluar dari tempat kerjaku, ada yang memanggilku.

"By!" panggil sesorang. Ternyata yang memanggilku adalah Winston Melville, dia adalah teman baruku disini. Umurnya gak beda jauh sama aku, cuma 2 tahun, jadi dia umur 24 tahun.

"What's up?" tanyaku.

"Itu Mr.Gove ingin bicara denganmu. Ditunggu di ruangannya sekarang." katanya

"Oh. Gitu ya? Padahal baru mau pulang. Huh." Mr.Gove itu atasanku. Jangan tanya umurnya berapa karena aku nggak tau. Mana mungkin aku tanya padanya "Excuse me, Anda umur berapa ya?" Bisa-bisa aku diusir keluar dengan tidak hormat.

"Udahlah, mendingan kamu kesana aja. Kamu tau sendiri dia nggak suka nunggu lama-lama. Kalau gitu aku duluan ya. Bye!" katanya pamit.

"Hmm.. bye.." balasku.

Aku berbalik, memasuki tempat aku bekerja ini. Aku sendirian sekarang, Kayla dan Aylin sudah pulang duluan. Aku pulang telat, karena aku ada pekerjaan tambahan.

Jika aku mau mengerjakannya, maka hari cuti-ku akan ditambah sesuai dengan perjanjian. Jadinya.. ya gitu..

Tok Tok Tok

"Get'in" sahut Mr.Gove. Kubuka pintu ruangan Mr.Gove. Ia sedang membaca berkas-berkas di meja kerjanya.

"Apa Anda mencari saya?" tanyaku formal. Mr.Gove mengangkat kepalanya, menatapku.

He's MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang