part7- Mark's Mansion

8.5K 560 1
                                        


Uh oh. Apalagi ini?

Aku menabrak seauatu.

Yeah, sesuatu yang empuk tapi keras, berbulu halus, matanya berwarna cokelat terang, dan moncong dengan hidung yang basah. Ewh.

Apa itu?

Grr..

Terdengar suara geraman pelan dari sesuatu di depanku ini.

Aku mundur peralahan, karena, aku tahu apa yang baru saja kutabrak.

Serigala.

Seekor serigala yang sangat besar. Tingginya saja sudah melebihi tinggi badanku.

Yaampun kenapa hari ini aku sial sekalii??

Mataku sekarang terasa panas, perlahan air mataku keluar dari tempatnya bersembunyi.

Bagaimana dengan Mark? Jika serigala ini disini, apakah Mark sudah.. tiada?

Mengingatnya membuatku menangis kencang. Dan serigala besar didepanku ini, anehnya, hanya melihati ku saja. Mungkin menilai bagaimana rasaku. Sekarang aku kesal.

“Hei kau!” tunjukku dengan marah bercampur kesal pada serigala besar ini.

“Kenapa kau tidak langsung saja menerkamku? Aku sudah menyerah.. Hiks.” Aku menangis lagi.

“Kenapa kau tidak membuatku langsung pergi dari sini seperti teman-temanku, seperti Mark. Kau pasti sudah memakannya.. Mengingatnya membuatku ingin menangis.. hiks. Dan sekarang kau mau memakanku. Huaa..” aku menangis lagi.

“Sekalipun aku berlari berusaha menyelamatkan diri, kau pasti dengan mudah bisa mengejarku bukan? Jadi tak ada gunanya menghindar.” Aku duduk di tanah, kedua kakiku kutekuk.

Serigala itu tetap mengawasiku.

Aku mulai menangis lagi. Aku mengingat sahabat-sahabatku yang aku sendiri tak tahu ada dimana.

Mark yang juga menghilang. Saat-saat terakhirku yang menyedihkan.

Serigala itu mulai melangkah mendekatiku.

Aku yang sedang duduk dan tinggiku yang hanya setengah panjang kakinya itu hanya bisa memeluk kaki dan menundukkan kepala.

Saat kupikir moncong serigala itu akan menyentuh kepalaku, terdengar sayup-sayup suara langkah kaki diantara ranting-ranting pohon.

Kemudian terdengar suara beberapa orang yang bercakap-cakap. Ku tajamkan pendengaranku, suara itu.. sepertinya aku mengenalnya.

Aku mengangkat kepalaku. Serigala itu sudah menghilang, entah pergi kemana.

Tapi aku tak peduli, setidaknya aku selamat.

Aku kembali menundukkan kepalaku karena merasa lelah, tak peduli rasa sakit yang kurasakan karena lututku terluka.

Kemudian..

“Dee?”

Aku kembali mengangkat kepalaku.

Disana, kulihat teman-temanku.. Kayla, Aylin, James, Nelson, Pete, dan Winston. Dimana yang lainnya?

“Dimana yang lainnya?” kataku parau.

“Mereka hilang. Yaampun! Apa yang terjadi padamu? Apakah kau habis menangis? Tenanglah, ada kami bersamamu sekarang,” Kata Aylin.

“Me-mereka hilang? Apa yang harus kukatakan pada Mr.Gove nanti? Hiks,” kataku pelan.

“Sudah, jangan pikirkan itu lagi. Shh. Kami ada disini. Kita akan hadapi dia bersama. Bukan salahmu.” Aylin berusaha menenangkanku.

“Iya, semua yang terjadi bukan salahmu, ini karena para pemburu non-profesional yang meninggalkan kita sendirian.” Kata Nelson sarkastis.

He's MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang