part 30- It's Not a Happy Ending

8K 349 14
                                        

Untung saja sisa kawanan Mark datang tepat waktu. Mungkin beberapa dari mereka melihat perkelahianku dengan penyihir itu kemudian mengikutiku. Aku tidak perlu berurusan lagi dengan pengkhianat itu.

Kami dalam perjalanan kembali ke pack. Kami benar-benar berjalan, tidak seperti sewaktu berangkat. Kami semua benar-benar lelah. Shinta sudah diurus oleh kawanan, mereka mengikatnya.

Aku dan Mark berada di paling depan, memimpin jalan kembali ke pack. Kami berjalan dengan pelan karena banyak yang terluka. Walaupun werewolf bisa menyembukan luka mereka, beberapa luka yang cukup serius tidak akan bisa sembuh dan membutuhkan bantuan medis.

Aku benar-benar menikmati saat-saat ini. Tidak, bukan semua luka yang kudapat. Tapi, saat bersama Mark. Aku sudah memutuskan sesuatu yang terbaik bagi semua. Walaupun aku juga berat untuk melakukannya, tapi aku harus melakukannya untuk kebaikkan semua orang.

Kami akhirnya sampai di wilayah pack saat siang menjelang sore, karena kami banyak beristirahat karena rata-rata anggota kawanan terluka.

Memasuki mansion, kami disambut oleh Ibu dan anggota pack lainnya. Para pelayan datang dengan tergesa-gesa sambil membawa peralatan pengobatan.

Ibu memandang kami khawatir.
"Astaga, apa saja yang terjadi disana?? Kalian harus segera diobati. Astaga Mark! Ada apa dengan jarimu!!" teriak ibu histeris.

"Ibu.. kami akan menjelaskan semua nanti.." lirih Mark.

"Baiklah, ayo ke pusat pengobatan.." kata Ibu menuntun kami.

"Jack!! Dimana kau!!" teriak Ibu ketika sampai.

"Saya disini Luna."

"Bagus. Panggil dokter lainnya dan beberapa perawat juga. Kalian punya dua pasien VIP sekarang!" perintah Ibu.

"Siap Luna."

Aku dan Mark segera dibawa ke ruangan yang berbeda. Mark meminta agar Jack saja yang mengobatiku.

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur di ruangan VIP yang kutempati. Rasanya membaringkab tubuh seperti ini benar-benar melegakan.

"Pada saat seperti ini saja Alpha masih saja posesif padamu," kata Jack sambil mengobati luka-lukaku.

"Bukankah dia memang seperti itu," balasku.

"Yah, memang benar. Aku benar-benar berharap kalian bisa bahagia."

"Akupun juga mengharapkan hal yang sama Jack."

Jack memandangku sebentar kemudian melanjutkan pekerjaannya. Dia tak mengatakan apapun setelah itu.

"Kau harus banyak beristirahat. Luka fisikmu memang tidak parah, tapi kau benar-benar lelah. Kau harus beristirahat total. Tanpa bantahan."

"Baiklah, aku mengerti."

Jack memandangku sebentar sebelum pergi dari ruanganku bersama perawat yang membantunya.

'Apa aku masih bisa bahagia setelah melakukannya?'

~~~

Aku terbangun karena merasa telapak tanganku basah. Aku mengerjapkan mata dan melihat ada seseorang yang terbaring di sebelahku, tangan kanannya menggenggam tangan kiriku, dan tempat tidurnya.. didekatkan.

Mark tertidur dengan lelap. Wajahnya benar-benar damai dan.. tampan.

Aku memalingkan wajah ketika merasakan panas di wajahku.

Bahkan saat aku sudah menyatakan perasaanku aku masih saja tersipu saat melihat wajahnya yang tampan itu.

'Apa dia ingat waktu aku menyatakan perasaanku?' Hal itu tiba-tiba terpikirkan olehku.

He's MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang