Aku menoleh ke belakang.
Dan…
Serigala besar itu berada tepat dibelakangku.
Moncongnya mungkin hanya berjarak 2cm dariku. Tapi yang membuatku bingung, biasanya ia akan menggeram, tapi mengapa sekarang dia diam.
Aku melangkah mundur perlahan sampai sejajar dengan Pete dan Winston.
“Dee..” panggil Pete.
“Apa?” bisikku.
“Dee..” panggil Pete.
“Apaan sih?!” bisikku kesal.
“Dia.. Mark..” bisik Winston.
“Apa kau gila?! Itu tidak mungkin!” bentakku.
“Tapi itulah kenyataannya Dee..” kata Winston.
“Kau sudah tahu tentang ini?!” hardikku.
“yayaakusudahtahu,” jawabnya dengan cepat dan pelan.
“APA? Ulangi!” bentakku.
“IYA!” jawabnya.
“Dee,” panggil Pete.
“APA?” bentakku.
“Dia mau bicara denganmu,” kata Pete.
“Dia siapa?” tanyaku.
“Mark,” katanya.
Aku menoleh ke serigala besar yang katanya adalah Mark.
“Apa? Kau mau bicara apa?” tanyaku acuh.
“Tidak disini Dee. Kita harus kembali ke mansionnya,” kata Pete.
“Sekarang kau beralih profesi ya?” kataku sarkastis pada Pete.
“Kau-“ tunjukku pada Winston “-masih ada urusan denganku, nanti,” kataku.
Winston hanya mengangguk.
“Kau akan mendapatkan penjelasanmu Dee. Sekarang dia memintamu untuk naik ke punggungnya,” kata Pete.
“Siapa? Aku? Naik ke punggungnya? No thanks,” kataku sarkastis.
Grr..
“Akhirnya kau bersuara,” kataku masih sarkastis.
“Dee, lebih baik jangan membuatnya marah,” saran Winston.
“Lalu apa? Lagi pula aku tak bisa naik ke punggungnya yang tinggi itu,” kataku.
Kemudian, serigala itu -atau sekarang akan kusebut Mark- jalan ke depanku kemudian dia duduk didepanku. Dia juga menekuk kaki depannya sehingga perutnya mengenai tanah.
“Sekarang naiklah,” kata Pete yang aku yakin dia sekarang beralih profesi.
“Hei, aku tetap dokter hewan,” katanya kesal setelah aku melihatinya terus.
“Yaya, aku senang kau tidak beralih profesi,” kataku sarkastis.
Grr..
“Dee-“ kata-kata Pete kuhentikan dengan mengangkat tanganku.
“Kenapa kau jadi tidak sabaran sekali? Saat kau menjadi manusia kau sabar padaku,” kataku sambil menaiki punggungnya.
Grr..
“Ya ya, kau harus menjelaskan semuanya padaku,” kataku saat sudah duduk di punggungnya.
“Kuharap kau tidak keberatan dengan bobot tubuhku ini,” kataku mengelus bulunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
He's Mine
Lobisomem"Kau akan apa? Melindunginya? Kau tidak akan bisa melakukan itu bodoh! Untuk saat ini dia akan menjadi pionnya, setelah penyihir itu berhasil mendapatkan kekuatanmu.. Dia.. akan menjadi milikku. Dan kau.. mati!" "T-Tidak.. dia.. tidak a-akan pernah...
