Hermit in the Cave

1.1K 206 8
                                        

Amber POV

Aku menyelam ke bawah laut. Mengikuti bola yang menyebabkanku sampai ke bagian ini.

Ketika mencapai permukaan, aku sudah berada di dalam gua.

Tempatnya sangat gelap, cahaya bola adalah satu-satunya yang menerangi tempat ini.

Aku mendengar tetesan air yang mengalir dari batu.

Aku keluar dari air, dan mulai menjelajahi gua.

Aku tidak menyangka kalau gua ini begitu besar di dalamnya.

Ada banyak batu runcing di atap.

Ketika mencapai bagian terdalam dari tempat ini, aku berakhir di satu tempat yang diterangi oleh cahaya kristal di sekitarnya.

Mereka bersinar terang di semua tempat. Benar-benar terlihat indah.

Di tengahnya, aku melihat mata air kecil.

Aku pergi mendekati itu untuk melihat lebih jelas.

Kaget bukan main ketika mendengar suatu gerakan. Aku langsung saja meruamkan mataku di sekitar tempat ini. Mencari apa itu...

"Siapa yang berani memasuki guaku?!"

Sebuah suara menderu didalam gua, menggema keseluruh tempat yang membuat beberapa batu terjatuh.

"Aku Amber Joseph Liu, aku datang kemari karena mencari sesuatu" Aku menjawab, mencoba untuk mencari tahu di mana sumber suara berasal.

Ada keheningan singkat.

"Siapa yang membawamu kemari?" Ia bertanya dengan cara yang sama.

Aku melihat sebuah batu besar, yang kuasumsikan adalah sumber suara itu.

"Sebuah bola putih mengarahkan ku kesini." Jawabku sambil perlahan-lahan berjalan lebih dekat ke batu besar itu.

"Batu apa? Apakah kau menipuku?!" Jawabnya terdengar marah.

"Aku mengatakan yang sebenarnya." Menjawab dia dan aku berjalan di sekitar batu besar.

Aku melihat seorang pria tua dengan jenggot panjang.

Matanya melebar saat dia melihatku dan dia cepat menjauh dariku. Kenapa dia yang takut??

Aku tidak menyangka bahwa ada seseorang yang benar-benar hidup di sini.

"Tunggu!" Aku berkata padanya untuk menghentikan dia menghindar lebih jauh dariku dan untungnya dia mau.

"Aku mencari sesuatu. Seorang penyihir telah mengatakan padaku bahwa dia menaruh sesuatu di pulau ini." Aku menyatakan dan ia berbalik menatapku.

"Siapa penyihir yang kau ajak bicara?" Tanyanya ingin tahu.

"Nicole Jung." Aku menjawab kepadanya.

Dapat kulihat bahwa ia sedikit terkejut mendengar nama Nicole.

"Kalau begitu kau berada di sini pasti untuk mendapatkan sesuatu" Jawabnya dan mengejek.

Mendengar apa yang mengatakan dia membuatku penasaran.

"Apa yang kamu bicarakan?" Aku bertanya kepadanya.

"Apa kau tidak datang ke mari untuk mendapatkan Water of Life?" Ia bertanya dengan alis berkerut.

"Air kehidupan?" Bisikku dalam hati.

Aku melihat mata air tadi karena ku pikir dia mengacu pada itu.

"Dapatkah aku memiliki sedikit dari air itu?" Aku bertanya kepadanya.

"Ya, kau bisa. Hanya jika kau bisa menjawab dengan benar teka-tekiku" ( njir Dora😂 ) Dia menjawab padaku dengan seringai.

"Aku tidak punya waktu untuk disia-siakan di sini." Aku menjawab padanya.

Ketika aku berjalan menuju mata air, sebuah batu besar tiba-tiba bangkit dari tanah dan menghalangi jalan ku ke mata air tadi.

Aku terkejut ketika melihatnya. Aku tidak menyangka bahwa orang tua ini semacam penyihir.

"Kau berada di guaku nak, dan di sini, kau harus mengikuti aturanku" Dia berkata ketika aku melihatnya.
"Jika kau menjawab teka-tekiku salah, aku akan mengubahmu menjadi salah satu kristal bersinar seperti apa yang kau lihat di sekitar sini" Tambahnya yang membuat mataku terbelalak.

Orang tua ini bahkan lebih mengerikan dari pada Nicole Jung.

Dia benar-benar tanpa ampun.

Aku tidak menyangka bahwa kristal yang kulihat tadi adalah semua manusia sebelumnya.

Aku menelan ludahku susah tanpa mataku meninggalkan dia.

Dalam hati aku menenangkan diri sehingga aku bisa dapat berpikir dengan baik.

Aku menghela napas dalam-dalam dan melihat dia langsung di mata.

"Apa teka-teki mu?" Aku bertanya berani. Seringai kemudian muncul di wajahnya.

"Dalam ruang marmer putih seperti susu, dilapisi dengan kulit selembut sutra, dalam cahaya kristal terlihat jelas, sebuah apel emas muncul. Tidak ada kubu yang menjaganya, namun pencuri membongkar serta mencuri emasnya. Apakah aku? "dia bertanya.

.
.
.
.
.
.
.
Hermit ini benar-benar memberiku waktu yang sulit.

Dia menatapku dengan seringai di wajahnya dan aku bisa melihat di matanya bahwa ia mengharapkan aku untuk memberikan jawaban yang salah kepadanya.

Nah, aku akan menunjukkan pada orang ini bagaimana cerdasnya aku.

"Kau dapat mengambil waktu sebanyak yang kau bisa, Nak." Dia mengatakan kepadaku dan duduk di atas satu batu besarnya.


Krystal POV

Aku menunggu Amber untuk datang kembali.

Aku khawatir karena dia benar-benar disana begitu lama.

Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.

Sudah setengah jam telah berlalu dan dia masih tidak muncul dari laut.

Aku tidak bisa membantu tetapi berpikir bahwa apa ia sudah tenggelam.

Aku ingin mengikutinya tapi dia ngotot mengatakan padaku untuk hanya tinggal dan tetap disini.
....

Kemudian, aku merasakan kehadiran seseorang yang membuatku menoleh ke belakang.

"Siapa di sana?" Aku bertanya, melihat sekeliling.

Angin yang sangat dingin kemudian meniup lembut dan aku bisa mendengar seseorang memanggil namaku.

"Kita akan bertemu lagi segera, Krystal." Aku mendengar suara sebelum angin melewatiku yang membuat mataku melebar


.
.
.
.
.
.

.
.
..
.
.
.

.
.
"Chungsook!" Gumamku tak percaya.

.
.
.
.
.
.
.





Pada bingung yah?😂😂😂
Oh ya ada yang tahu jawaban riddle hermitnya??

Can You See Me?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang