18--Secepat itukah?

14 3 0
                                        

Aku sering merasakan cinta. Walaupun sekarang mulai pudar tak karuan. Sebab ketidak-pahamanku tentang arti cinta.
Sekarang, aku sering merasakan kesedihan yang terdalam di dalam lubuk hatiku. Sebab, penyesalan kelakuan diri ini.

Semua terjadi begitu cepat. Tak terasa dan tak terkira. Ku coba pertahankan apa yang sudah kucapai di puncak. Meski sesekali angin tertiup kencang untuk menjatuhkan aku. Meski sesekali erosi datang untuk menggoyahkan pijakanku. Aku tetap akan bertahan sekuat,selama yang aku bisa.

Hari ini pun datang. Hari bahagiamu dengannya. Hari pentingmu dengannya. Hari dimana aku memilih mematung dan mengingat-ingat kenangan kita di ruang pribadiku. Kenangan indah kita semasa pemerintahan kita di kerajaan cinta kita dulu.

Kenapa??
Secepat itu...
Secepat hembusan angin yang membawaku pergi dan musnahkan aku di ruang hatimu.
Lantas... apa arti kebersamaan kita selama ini.
Apa kau tak menganggapnya.

Tak mungkin...
Tak mungkin kau selupa itu melupakan kenangan kita.
Tak mungkin kau terlalu buta melihat perjuanganku untuk mempertahankanmu.
Tak mungkin kau terlalu tuli mendengarkan kicauan hatiku.
Dan Tak mungkin kau terlalu jahat mempermainkan hatiku.

Jika memang Cinta tak harus memiliki.
Biarkanlah aku berdiri disini.
Melihatmu bahagia dengannya.
Biarkanlah aku menangis disini.
Melihatmu bercanda dengannya.
Satu hal yang selalu menjadi keyakinanku.
Jika Tuhan ingin kau menjadi pendampingku..
Maka, kita akan menyatu.

Sebab jodoh pasti bertemu.

----------------------------++
#30DWC #Day18
----------------------------++

Lentera HarapanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang