Part 9

214 19 1
                                    

"Apa kau baru saja.. menciumku ??"
"N..ne ? a..aku tidak.. aku hanya.. mengukur suhu badan mu, ani.. kamar ini terasa dingin, aku lihat bibir mu kering dan bergetar.. kurasa..kau benci dingin"
"Ne..aku benci dingin" baekhyun mengangguk dengan wajah ngantuk.
"Kan kan kann.. aku hanya memastikan suhu tubuh mu, lihat wajah mu pucat, apa butuh aku panggilkan dokter atau.. suster ???" Chanyeol baru mau melangkah keluar.
"Mm.. nggak usah, aku hanya ngantuk, pulanglah.." kata Baekhyun seperti bergumam lalu mengeratkan selimutnya.
"N..nee, aku..pulang"

Sehun tersenyum sepanjang hari, mengingat eomma dan appa nya akan menjemputnya nanti malam dari rumah samchon nya.
"hhh jika kau ada , aku pasti akan menceritakan semua nya. Kapan kau masuk sekolah ?" gumam Sehun sendiri sambil memandangi kursi kosong Baekhyun.
Sepulang sekolah, Luhan segera kerumah sakit. Baekhyun sudah diizinkan pulang dan melakukan aktifitas seperti biasa nya.
"Hyunggg"
"Luhanniee"
"Ssstt..ini rumah sakit, kenapa kau teriak teriak seperti itu ?" Omel eomma baek lu.
"Hehehe.. aku hanya senang, mulai besok aku gak sendirian lagi berangkat sekolah"
"Hyung mu gak langsung masuk besok, dia harus istirahat dirumah minimal satu hari dirumah"
Luhan terdiam memandangi eomma nya kemudian tersenyum ceria lagi," hehe gpp asal hyung pulang kerumah, aku dah senang"
"Aigoo.. jangan mengajak hyung mu main dulu nanti..."
"Eomma.." Baekhyun menengahi saat senyum Luhan hampir luntur.

Chanyeol melihat Sehun yang sibuk dengan hadiah nya. Yoora juga membawa beberapa makanan ringan untuk Chanyeol.
"Ini untukmu"
"Perfume ? Noona aku.."
"Ini hadiah dari honeymoon kami karna kau dah mau jagain sehun, hanya terima dan jangan berbicara banyak"
"Gomawo.." kata Chanyeol sambil tersenyum
"Sehun-ah, ayo pamit dengan samchon, kita pulang sekarang"
"Ne eomma" Sehun berjalan keluar dari kamar membawa 2 koper besar.
"Hey albino , apa kau membawa semua isi rumah ku ? Kemarin kau datang hanya bawa tas jinjing"
"Hehe, samchon membelanjakan banyak barang untukku saat perjalanan ke paris dan italia, samchon lupa ?"
"Jinjja ? Kenapa aku gak menyadari nya ?"
Yoora menggeleng kepala nya, sejak sehun lahir Chanyeol adalah orang yang paling senang melebihi appa Sehun. Bahkan memanjakan nya secara gak sadar menjadi kebiasaan Chanyeol.
"Samchon, aku pulang. Kapan kapan aku akan mengunjungi mu"
"Hm, hati hati dan jaga eomma mu jika appa mu sibuk lagi"
"Hahaha ne samchon"
Mobil keluarga Oh sudah pergi, Chanyeol kemudian menutup pintu dan ke kamar nya. Seulas senyum terpatri diwajah Chanyeol saat melihat lukisan Aphrodite milik nya tergantung di atas tempat tidur nya.

Matanya beralih ke ruang lukis nya, perlahan mendekat dan membuka knop pintu.
Ruangan yang didominasi warna hitam legam dan bernuansa mistis. Dikelilingi empat tembok tanpa jendela, Chanyeol sengaja membuat ruangan ini untuk imajinasi nya. Hampir tidak ada seorangpun yang pernah melintas pintu ruangan ini karna Chanyeol gak menginginkan jejak seseorang diruangan ini terhapus, ruangan ini dia tata dan dia bersihkan sendiri. Ada sebuah lemari komik di sisi kanan, Chanyeol bersandar kursi lukis nya memandangi komik komik didalam lemari itu.
"Aku gak percaya ini sudah tahun ke 8 dan kau masih disini"
Ada bayangan hitam menelisik dan hilang dibalik lemari itu.

Baekhyun membersihkan ruangan lukisan nya dengan sebuah kemoceng mungil ditangan nya. Sebuah kaca pembatas yang menghias ruangan ini bisa membuat nya melihat ke taman belakang rumah nya sekaligus pemandangan kolam renang rumah nya. Baekhyun melambaikan tangan saat melihat Luhan baru selesai dari acara renang nya. Luhan sangat ahli berenang sejak sd, Baekhyun iri dengan kemampuan Luhan yang ini karena dirinya benci dingin jadi dia enggan menyentuh air lama lama.
Luhan mandi lalu memasuki kamar Baekhyun, dilihat nya Baekhyun yang sibuk dengan gadget nya.
"Hyung.." panggil Luhan sambil lompat ke tempat tidur Baekhyun.
"Hm"
"Hyung.."
"Hmm"
"Kau masih ingat pelukis yg kurang ajar itu ?"
Mata Baekhyun mendelik sejenak,"Mm.."
"Dia yang menyelamatkan mu"
Luhan sedikit heran dengan respon Baekhyun yang hening.
"Hyung.."
"Hm."
"Sehun ternyata keponakan pelukis itu"
"Ne ?" Luhan menyengir akhirnya mendapat perhatian Baekhyun.
"Malam hyung pingsan itu, Sehun dan pelukis itu satu mobil dan aku mendengar dr Lay kalo sehun memanggil pelukis itu Samchon. Apa hyung gak tau Sehun punya samchon seorang pengusaha artistik ?"
"Molla, aku gak terlalu akrab dengan Sehun"
"Oohh.. kemarin eomma mengajak nya makan malam dirumah, appa nanya nanya soal samchon sehun"
"Hm"
Luhan mengerut kening nya, Baekhyun kembali perhatian ke gadget nya.
"Appa berniat bertemu dengan pelukis itu"
"Untuk apa ?"
"Molla"
Baekhyun mengalihkan pandangan nya ke Luhan saat mendapat jawaban menggantung.

Luhan merasa senang pagi ini, Baekhyun bilang ingin ke sekolah karna banyak ketinggalan pelajaran jadi Luhan gak kesekolah sendirian hari ini.
Orang kedua yang paling senang adalah Sehun. Wajah yang sangat jarang senyum itu menunjukkan eyesmile menggemaskan nya dan lihat susu berkotak kotak dimeja Baekhyun.
"Apa kau berniat membuka toko kelontong susu ?"
"Hehe.. aniya hanya saja aku selalu membawa nya dan meninggalkan nya di laci mu"
"Kau membuat ku ingat sama absen ku melihat susu sebanyak jumlah hari aku gk datang sekolah. Seminggu kan ?"
"Ani.. tepat nya 10 hari, ini 3 kotak nya" kata Sehun lalu mengeluarkan dari tas nya. Baekhyun hanya memelotot melihat meja nya.

Istirahat, Baekhyun menemui gurunya meminta tugas menambah ketertinggalannya. Dan sekarang membuat nya berkutat diperpustakaan dengan roti dan susu dari Sehun tadi.
Luhan makan sendiri di kantin. Mengaduk aduk makanan nya gak berselera. Tiba tiba seseorang mampir dan duduk didepan meja nya.
"Makan sendiri ?"
Luhan melihat ke depan nya," ne, Baek hyung sibuk"
"Kkkk"
"Aku pikir aku gak akan sendirian jika baek hyung masuk"
"Aku akan menggantikan Baekhyun hyung"
"Wae ? Apa kau sekarang jadi.."
"Baekhyun yang menyuruhku" potong Sehun cepat.

Chanyeol baru selesai mengadakan meeting. Kembali ke studio nya dan menandatangani beberapa dokumen yang ditinggal oleh sekretarisnya.
Sebuah telepon masuk membuyarkan konsentrasi Chanyeol. Tangan nya tergerak mengangkat telfon itu.
"Hall.."
"Kkkk.."
Chanyeol mengerut kening nya mendengar suara asing diseberang.
"Hallo" Chanyeol mengulang
"I will kill you.. kkkk"
"ini siapa ?" tanya Chanyeol dengan suara rendah.
"I will kill you.. and your lovers , just wait.. and see" suara itu seperti berbisik kemudian sambungan terputus.
Chanyeol menutup telfon nya kemudian mendial beberapa nomor.
"Saring smua nomor yg akan masuk ke kantor ku, jika tidak dari client atau nomor keluarga alihkan ke sekretaris saya" *bipp
Chanyeol kembali menandatangani dokumen dan mengabaikan telfon prank tadi.

Baekhyun memainkan game di gadget nya, belajar seharian di sekolah membuat nya lelah dan mencari pelampiasan. Baekhyun memiliki keahlian bermain game online, selalu menjadi hobby nya apalagi kalo dah liburan sekolah.
Luhan masuk membawa beberapa komik,"Hyung, bisa ceritakan ini untukku ?"
"Hm. Apa kau anak kecil ? Lagi pula ini bukan buku dongeng"
"Karna aku bukan anak kecil, aku gak butuh buku dongeng. Ceritakan komik ini utk ku" manja Luhan
Baekhyun mengambil komik nya,"mwoya ? Genre horror. Kau yakin bisa tidur ?"
"Hmmm.. aku dah mau tidur" gumam Luhan yang dah memejamkan mata.

3 bulan kemudian, Saeguk high school mengadakan Ujian Akhir semester. Dua saudara byun ini melakukan kerja kelompok dengan beberapa teman kelas Luhan. Luhan melihat sekitar saat merasa kaku pada leher nya.
"eo, Itu Sehun"
"Biar saja, dia tadi bilang malas saat aku ajak belajar bersama"
"Apa dia pintar , hyung ?"
"Anii.."
"Hmm.." Luhan terus menatap ke Sehun.
"Hyung, apa dia selalu sendiri ?"
"Kurasa iya, dikelas selain bicara dengan ku, dia hanya punya teman basket team" jawab baekhyun sambil menjawab rumus fisika.

Appa Chanyeol baru mengirim beberapa musik klasik ke perusahaan Hangang. Chanyeol diminta untuk mengurus perluasan anak perusahaan di Jeju. Chanyeol melakukan perjalanan siang ini, berbekal tas kerja nya yang dibawa sekretaris nya dia berangkat ke Jeju.

Aphrodite statueTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang