[ BUKU SATU ]
Completed ☑
Entah bisa dikatakan sebagai sebuah kesialan atau bukan, empat remaja terperangkap di sebuah hutan yang tidak terdata di peta mana pun di dunia. Seseorang dari van di tengah hutan menceritakan sebuah kisah yang menunjukka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kami berhasil melewati lorong tanpa gangguan sensor terkutuk seperti yang kami dapatkan di atas, tapi saat kami sampai di perempatan lorong, sekitar empat meter di depan kami, munculah sesosok hewan buas yang seakan menyetrum kami dengan tatapan matanya yang tajam. Serigala, kalau boleh kubilang. Dan buaya. Dan ular. Dan kalajengking.
Yang dimutasi jadi satu dan menciptakan monster.
Makhluk itu bergerak pelan mendekati kami. Satu langkahnya setara dengan lima langkah kami, jadi, aku cukup yakin Sam di depan sana sudah siap untuk mengambil jalan selanjutnya.
Rupanya, pertunjukkan tidak hanya sampai di sana.
Di belakang makhluk mutasi hewan-hewan mematikan itu, keluar juga anak-anaknya yang berukuran lebih kecil dengan bentuk serupa. Aku sampai kesulitan untuk memproses apa yang kulihat tatkala kudengar Sam mengatakan sesuatu yang hampir membuat jantungku membengkak dan meledak.
"Kalian boleh melihat hewan mutasi itu saja, teman-teman," kata Sam memberitahu. "Tapi aku melihat sesuatu yang tidak mungkin ingin kalian lihat."
"A-apa?" cicit Dylan ketakutan. "S-setan?"
Sam tidak menjawab, jadi kuasumsikan itu sebagai "ya".
Matilah aku.
Makhluk horor di depan kami bergerak makin cepat, dan aku cukup yakin kalau Sam tidak segera menyuruh kami mundur atau bergerak, kami akan mati. Benar-benar mati. Aku tidak akan ambil resiko menekan tombol lainnya dan membiarkan kepala kami ditebas paksa dengan kapak atau mati digantung dengan akar pohon beringin.