Truth or Dare

174 14 8
                                    

Harry’s pov

“baby, darimana saja? Kenapa kalian sangat lama sekali? Kau tidak melakukan apa pun dengan wanita itu kan?” Kendall menyodorkan ku beberapa pertanyaan yang membuatku ingin sekali menutup telingaku, terlebih saat dia memanggil savannah dengan sebutan ‘wanita itu’. Aku sudah memberitahunya berkali-kali bahwa orang yang dia panggil dengan sebutan ‘wanita itu’ memiliki nama, namun dia tidak perduli. Itulah yang aku benci tentangnya, Kendall adalah wanita yang angkuh.

“kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” tanya Kendall saat kami sudah masuk kedalam lift menuju penthouse yang kami sewa.

“kau memberikanku terlalu banyak pertaanyaan jadi aku bingung mau jawab yang mana” aku melirik kebelakangku dan melihat savannah yang sedang asik mengobrol dengan Niall. Savannah memang paling dekat dengan Niall dan Liam karena menurutnya Liam adalah orang yang sangat dewasa saat mereka sedang membicarakan hal serius, sedangkan Niall adalah orang yang sangat heboh dan bisa membangun suasana saat mereka sedang bersama. Contohnya seperti sekarang ini, entah mereka sedang membicarakan apa tapi suasana di dalam lift berubah menjadi sangat berisik karena suara tawa mereka yang sangat besar.

“bisakah kalian diam!!! Berisik sekali!!” suara tertawa mereka berhenti saat Kendall menuruh mereka untuk diam dengan nada yang sarkastik.

“jangan hiraukan perkataan Kendall tadi savannah. Mungkin dia sedang PMS” Perrie menjawab perkataan Kendall tadi dengan nada yang menyindir. Yang lain pun tertawa mendengar perkataan Perrie tadi. Suara dentingan lift pun terdengar lalu pintu lift pun terbuka, kami semua keluar dari lift menuju sofa ruang tengah.

“ada berapa kamar disini?” tanya Liam.

“ada 5 kamar untuk kita dan sisanya untuk para crew” jawab Zayn sambil berjalan masuk kedalam salah satu kamar bersama Perrie.

“hey Zayn kau mau kemana?” teriak Niall pada Zayn.

“aku ingin beristirahat, I’m so tired and Perrie too, don’t you babe?” Perrie hanya menganggukan kepalanya.

“jangan masuk dulu kita akan membicarakan pembagian kamarmya” ucap Paul yang sekarang sedang duduk di sofa bersama yang lainnya. Perrie dan Zayn pun menghampiri kami dan duduk di sofa yang lain.

“baiklah hanya ada 4 kamar untuk kalian, jadi satu kamar hanya diisi 2-3 orang” kami hanya menganggukan kepala.

“baiklah. Louis kau akan tidur dengan Niall dan Harry, Zayn kau dengan Liam, Danielle dengan Perrie, El dengan Kendall dan Savanah”

“NO WAY!!!” teriak Kendall dan El bersamaan.

“aku tidak mau sekamar dengan mereka aku mau sekamar dengan Harry” Kendall terlihat sangan terkejut dengan keputusan Paul tentang pembagian kamar ini.

“siapa juga yang mau sekamar dengan orang sombong sepertimu?” El juga tidak mau kalah dengan Kendall. Kendall memang tidak pernah akur dengan Perrie, Danielle, Savanah dan terutama dengan El.

“kalian tidak bisa protes aku sudah memutuskannya” ucap Paul sambil beranjak pergi meninggalkan kami. Kendall pun melirik kearahku, aku tahu dia ingin aku membelanya dan memohon pada Paul untuk membiarkan kami sekamar. Tapi aku sedang tidak ingin sekamar dengannya, aku sedang ingin tenang dan jauh dari sifatnya yang kekanak2an itu.

“sudahlah Kendall, terima saja. Ini sudah malam kami semua butuh istirahat, jadi lebih baik kalian masuk kedalam kamar” aku melihat ekspresi Kendall yang sudah siap untuk menyemburkan semua perkataannya padaku. Aku melirik savannah yang sedari tadi hanya terdiam dan memperhatikan yang lainnya, seangkan El sedang merengek pada Loui untuk membantunya agar tidak sekamar dengan Kendall. Tapi aku rasa Louis juga tidak bisa melakukan apa2.

Hidden FeelingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang