Savanah’s pov
“ok, aku hanya ingin memberitahu kalian kalau hotel tempat kita menginap nanti akan jauh dari kata mewah” ucap Paul yang sedang duduk dihadapan kami.
“itu tidak masalah bagiku” jawabku sambil tersenyum.
“ya, itu juga tidak menjadi masalah bagi kami” ucap yang lain menyetujuiku.
“baiklah, aku senang mendengarnya. Sekarang kalian akai masker yang sudah diberikan tadi karena nanti akan ada banyak sekali asap” kami mengangguk lalu memakai masker yang sudah kami pegang masing-masing. Kami sekarang sudah berada dibus dan sedang dalam perjalanan menuju ke hotel tempat kami menginap. One Direction tidak akan mengadakan konser disini, mereka hanya akan menggelar sebuah acara untuk menghibu para warga yang berada disini. Tour mereka sudah selesai dan mereka akan melanjutkannya tahun depan. Harry bilang merekan juga akan mengunjungi beberapa rumah sakit, sekolah dan panti asuhan lalu membuat video clip mereka.
“wow…panas sekali” ucap Danielle saat kami sudah sampai ditempat tujuan kami. Aku pun melihat keluar jendela dan melihat tempat yang mirip seperti gurun pasir, tapi tidak ada pasir disini hanya saja tempat ini sangat panas dan berkabul seperti di gurun pasir.
“Savanah, ayo kita turun” ucap Harry yang tiba-tiba sudah berada disampingku, dia menarik pelan tanganku.
“apa menurutmu hotel yang kita tempati akan nyaman?” tanya Harry saat kami sedang berjalan menuju sebuah Hotel yang tidak terlalu besar.
“selama tempat itu aman dan bersih menurutku itu sudah layak untuk ditempati”
“meski tidak ada kasur disana dank au hanya akan tidur beralaskan tikar?” tanya Harry.
“iya” diapun mengangguk-anggukan kepalanya.
“menurutku hotel ini nyaman” ucapku kepada Harry saat kami sudah berada didalam kamar. Aku dan Harry akan sekamar selama kami berada disini, karena hotel yang kita tempati tidak memiliki terlalu banyak kamar dan sebagian kamarnya sudah terisi. Ini karena ide Zayn, dia menganjurkan agar kami tidur bersama pasangan masing-masing dan Niall akan tidur dengan Josh.
“kasurnya kecil sekali apa itu akan muat untuk 2 orang?” tanya Harry.
“jika kau mau aku akan tidur dilantai” dia segera menatapku dengan tatapan melarang.
“tidak, biar kau saja yang tidur dilantai, kamu itu baru sembuh mana tega aku membiarkan kamu tidur dilantai”
“kau yakin? Lebih baik kita sama-sama tidur dikasur ini saja. Sepertinya kasur ini cukup untuk berdua” diapun mengangguk lalu mengajakku duduk disebelahnya.
“lebih baik sekerang kita istirahat karena besok kita akan mengunjungi beberapa yayasan yatim piatu”
“really? Pasti aka nada banyak sekali anak-anak disana” ucapku ceria. Aku pun segera berbaring disebelah Harry.
Harry’s pov
“wow….sepertinya hari ini akan menjadi hari yang paling menyenangkan dalam hidupku” ucap Savanah saat kami sudah sampai diyayasan yatim piatu. Aku melihat mata Savanah yang berbinar saat melihat banyak sekali anak-anak kecil disini. Savanah sepertinya sangat menyukai anak kecil berbeda dengan Kendall yang tidak suka dengan anak kecil. Berbicara tentang Kendall, dia menolak saat aku ajak dia untuk pergi atau menyusulku kesini. Dia bilang tempat ini kotor dan tidak menyenangkan.
“lihat Harry, mereka sangat lucu sekali” ucap Savanah sambil menunjuk kearah sekumpulan anak-anak kecil yang sedang bermain dan tertawa riang.
“kalau begitu ayo kita bermain dengan mereka” Savanah pun mengangguk dan menrikku menuju anak-anak kecil yang sedang bermain itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Feelings
FanfictionMenjadi kekasih dari seseorang yg diidolakan adalah mimpi Savanah, tetapi bagaimana jika hal itu hanya sebuah sandiwara belaka? Ya, Savanah terlibat kedalam hubungan yg membuatnya merasa senang sekaligus tersakiti. Akankah Savanah terus menjadi pih...