Savanah’s pov
Kami sedang berada di studio music milik one direction. Apa yang dikatakan El benar, ada Perrie, Daniele, dan……Kendall. Bahkan ada Simon Cowell disini. Mereka semua sangat ramah padaku dan El, mungkin tidak dengan Kendall, dia sedikit menjaga jarak terutama denganku.
“you look so innocent, Savanah” ucap Simon kepadaku. Kami sedang makan malam distudio milik mereka. Studio ini memang besar, hingga memiliki dapur yang didalamnya terdapat meja makan.
Aku hanya terkekeh mendengar ucapannya. “you’re right, Simon. Dia sangat polos, bahkan pacaran saja belum pernah” aku langsung melotot kearah El yang sedang tertawa dengan yang lainnya. Kendall terlihat sangat menyeramkan dengan smirk yang ia tunjukan kepadaku. Dia tidak tertawa, bahkan dia hanya tersenyum kepada Harry. Mereka terlihat sangat mesra.
“aku ingin memberitahu kalian” semua mata tertuju pada Harry seperti sedang memintanya untuk melanjutkat kata2nya. “aku akan memberitahu public bahwa aku dan Kendall telah resmi berpacaran” semua orang terlihat sangat terkejut, terutama Simon.
“TIDAK” ucap Simon tegas.
“mengapa tidak? This is my life, I can do what I want”
“I SAID NO, NO ONE CAN CHANGE MY MIND” Simon terlihat marah dengan perkataan Harry tadi.
“but I love her Simon, I cant hide this anymore. Aku harus memberitahu semuanya kalau kami memang berpacaran” aku merasa sakit hati mendengar ucapan Harry tadi.
“they don’t like Kendall, this is bad for one direction. Especially you. Banyak sekali tanggapan negative diluar sana Harry. Aku bahkan sempat berfikir untuk mencarikanmu fake girlfiend agar mereka tidak curiga dengan hubungamu dengan Kendall” semuanya sangat shock mendengar ucapan Simon tadi, termasuk aku.
“itu tidak mungkin Simon, bagaimana bisa aku harus berpura2 berpacaran dengan seorang wanita bayaran didepan seluruh dunia, sedangkan pacarku sendiri aku sembunyikan. You gotta be kidding me”
“no, I’m serious. Aku akan mencarikannya segera” Simon pun meninggalkan semua orang yang masih shock dengan perdebatannya dan Harry. Kendall terlihat menangis dan Harry sedang menenangkannya.
---
Eleanor’s pov
Sejak kejadian 3 hari yang lalu, Simon menjadi sering meleponku dan bertanya2 segala hal tentang Savanah. Dia bahkan memintaku untuk mengantarnya kerumah Savanah . Entah kapan aku belum tahu pasti, tapi dia memintaku untuk selalu siap. Aku tidak bisa menolaknya. Sepertinya Simon sangat tertarik dengan Savanah. Apakah dia menyukainya?? Entahlah.
Iphone ku berdering dan nama Savanah tertera dilayarnya, tidak biasanya dia meneleponku malam2 seperti ini.
“halo” terdengar suara isakan, ada apa?? Apa yang terjadi dengan Savanah??
“Savanah, what’s wrong? Why are u crying?” aku sangat khawatir.
“Rachel....she’s in the hospital now” apa?? Baru kemarin aku bertemu dengannya and she was fine.
“I’ll be there”
Savanha’s pov
Aku sedang menonton bersama mom disofa, hingga suara deringan ponselku terdengar. Aku pun mengambilnya dari atas meja dan melihat layar ponselku. ‘Ms. Anna’ ada apa ini?? Fikirku dalam hati.
“halo Ms. Anna, ada yang bisa aku bantu?”
“”halo Savanah, maaf mengganggumu malam2 seperti ini, tapi aku membutuhkanmu” ada apa dengannya?? Mengapa dia menangis??

KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Feelings
FanfictionMenjadi kekasih dari seseorang yg diidolakan adalah mimpi Savanah, tetapi bagaimana jika hal itu hanya sebuah sandiwara belaka? Ya, Savanah terlibat kedalam hubungan yg membuatnya merasa senang sekaligus tersakiti. Akankah Savanah terus menjadi pih...