Savanah’s pov
“jadi besok kita akan melihat-lihat area konser kalian?” tanya Perrie saat kami sedang berada di taman belakang hotel yang sengaja dikosongkan untuk kami.
“iya, kalian pasti akan menyukainya. Karena area konser itu letaknya dekat sekali dengan Eiffel tower” ucap Liam sambil menyuruput kopi panasnya. Semuanya sedang bersantai sambil menikmati angin malam yang lumayan dingin. Kami sudah mengganti baju kami setelah tadi kami berenang.
“apa itu berarti jarak dari area konser kesini itu dekat?” tanya El
“ya, lumayan dekat jika ditempuh dengan kendaraan” jawab Zayn yang sekarang sedang melingkarkan lengan kekarnya ke tbuh Perrie dari belakang. Mereka memang selalu terlihat romantic, bahkan aku belum pernah melihat mereka berdebat. Aku harap suatu hari nanti aku akan menjadi wanita yang beruntung seperti Perrie.
“kau mau?” tanya Niall sambil menyodorkan sebuah sosis bakar yang tadi dia panggang bersama dengan Harry. Aku pun menganggukan kepalaku sambil mengambil sosis itu dan menggumamkan kata ‘thanks’.
“apa kalian hanya akan mengadakan konser disini atau akan mengunjungi sebuah acara?” tanya El dengan mulut penuh dengan sosis bakar.
“kita akan datang ke acara Fashion Show, aka nada banyak model terkenal disana. Kendall pun akan ada disana” ucap Harry sambil membulak-balik sosis yang dia bakar.
“lalu kalian harus ikut fashion show dengan model-model lainnya. Danielle akan datang keacar itu” ucap Liam.
“itu pekerjaan yang mudah” jawab El sambil tersenyum.
“menurutmu itu mudah, karena kau itu adalah seorang model” jawabku sambil memukul pelan lengan El. Louis hanya berdecak melihat tingkah laku kami yang seperti anak kecil.
“kalian juga harus meragakan baju-baju seksi. Akhirnya aku akan melihat Savanah menggunakan baju seksi” ucap Niall sambil melirik kearahku. Yang lainnya pun tertawa mendengar ucapan Niall tadi.
“aku akan berusaha untuk berbicara kepada crewnya untuk mengganti bajuku menjadi sedikit lebih tertutup, bagaimana pun caranya” ucapku sambil tersenyum kearah mereka. Lalu aku melihat Harry yang sekarang sedang tersenyum.
Harry’s pov
Lagi-lagi Kendall mengoceh tentang aktingku dan Savanah yang terlihat terlalu berlebihan atau apalah itu. Aku lelah dengan sifatnya yang selalu ingin menang sendiri, dia bilang dia itu mengerti dengan posisiku dan akan mencoba untuk berfikir positif tentang hubungan bohonganku dengan Savanah. tapi sekarang dia malah marah-marah dan menangis kepadaku. Apa sebenarnya yang dia mau??
“you ok, Harry?” tanya Liam kepadaku.
“tidak, aku sedang pusing dengan Kendall” Liam pun menghampiriku dan duduk diseofa disebelahku.
“ada apa lagi dengannya?” tanya Liam.
“barusan dia meneleponku dan marah-marah dan menangis karena dia menonton talkshow kemarin itu. Padahal dia sudah berjanji padaku untuk mencoba mengerti dengan posisiku saat ini. Aku benar-benar bingung dengannya, Li”
“Harry, aku sudah bilang padamu bahwa Kendall itu bukan wanita yang pas untukmu”
“kenapa kau bilang begitu?”
“karena dia itu tidak pernah mengerti dirimu dan selalu egois. Lebih baik kau yakinkan dirimu Harry. Apa kau memang benar-benar masih mencintainya atau tidak, sudah hampir 2 tahun kalian menjalin hubungan dan selalu saja ada masalah yang membuat kalian bertengkar” perkataan Liam memang ada benarnya, tapi apa memang aku sudah tidak mencintai Kendall??

KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Feelings
FanfictionMenjadi kekasih dari seseorang yg diidolakan adalah mimpi Savanah, tetapi bagaimana jika hal itu hanya sebuah sandiwara belaka? Ya, Savanah terlibat kedalam hubungan yg membuatnya merasa senang sekaligus tersakiti. Akankah Savanah terus menjadi pih...