Hey guys..I'm back. Sorry bgt nih lagi2 update nya lama. Sebelumnya aku mau berterima kasih sama (cuman 1 org) yg comment di part sebelumnya. Thank you bgt love. Okelah aku berharap semoga kalian masih berniat buat baca cerita ini, dan maaf bgt kalo cerita ini gak sesuai/sebagus ekspetasi kalian. Hope you guys like it. And please leave your comments and vote. Kasih tau apa tanggapan kalian tentang cerita ini. Kalo kalian masih mau aku buat lanjut tolong comment dan vote sebanyak2nya.
Alright here we go!!!
___________________________
"hey love" sapa Harry dengan lembut sambil melingkarkan kedua lengannya di tubuh Savanah dari belakang. Savanah pun menoleh lalu mendapati ada seorang pria yang lebih pantas dikenal sebagai malaikat daripada Harry, sedang tersenyum dan memamerkan lesung pipitnya.
"hey Harry, kau sudah selesai latihan?" Harry hanya menganggukan kepalanya lalu menaruh kepalanya di bahu kanan Savanah.
"apa yang kau lakukan disini?" tanya Harry karena mendapati Savanah sedang berada didepan jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan jalanan di kota London, jendela ini terletak dipojok ruangan di studio.
"tadi aku sedang menelfon Mom, jadi aku mencari tempat yang sunyi tanpa gangguan suara teman-temanmu itu" Harry tersenyum mendengar penjelasan Savanah. Teman-temannya memang sangat gemar menggoda Savanah kapanpun dan dia juga tidak tau kenapa.
"kalau boleh tau, apa yang tadi kau bicarakan dengan Mom-mu?"
"tadi Mom hanya menanyakan keadaanku dan dia ingin aku menceritakan tentang apartment mu, dan dia juga sangat penasaran dengan apa saja yang kita lakukan di apartmentmu itu, Har" Harry tertawa kecil mendengarnya, dia jadi berfikir sedekat itukah hubungan ibu dan anak ini sampai apa yang dilakukan Savanah dan dimana dan dengan siapa pun Momnya tau.
"lalu? apa yang kau beritahu kepadanya, hm?"
"aku hanya menceritakan bagaimana nyaman dan bagusnya apartmentmu dan memberitahunya kalau tidak terjadi hal seperti yang difikirkan"
"kalau kau mau, nanti kita bisa mengajak Mom-mu untuk menginap di apartmentku beberapa hari untuk menghilangkan rasa penasarannya"
"tidak perlu, Har. Aku tidak mau merepotkanmu"
"aku tidak pernah merasa terepotkan oleh segala hal yang kau perbuat, baby, kau harus tau itu. Oh ya...dan tentang apa yang kita perbuat di apartmentku, kau juga harus tau kalau aku tidak keberatan jika kita melakukan sesuatu...you know...yang Mom-mu fikirkan" wajah Savanah sontak langsung memerah setelah mendengar perkataan Harry barusan. Dia bersyukur saat ini dia sedang membelakangi Harry, kalau tidak Harry pasti sudah meledeknya karena pipinya pasti sudah bagaikan kepiting rebus.
"walaupun aku tidak dapat melihat wajahmu, tapi aku tau kalau pipi chubby-mu pasti sudah sangat merahkan? Iya kan baby?"
"aww" erang Harry saat Savanah memukul dahinya yang berada di bahu Savanah.
"berhenti menggodaku Harry atau aku akan pukul lagi"
"baiklah-baiklah" jawab Harry sambil mengusap dahinya yang sudah dipukul oleh Savanah. Tapi tawa Savanah tiba-tiba berganti dengan ekspresi terkejut saat Savanah melihat ada seorang pria berpakaian hitam-hitam sedang memandang kearahnya dengan wajah yang tidak terlalu jelas karena di juga memakai kaca mata hitam, pria itu sedang berada di depan sebuah gang kecil dan gelap, lalu Savanah seketika merasa ketakutan saat pria itu tiba-tiba memperlihatkan seringaiannya yang menakutkan. 'oh god' ucap Savanah dalam hati. Savanah pun dengan cepat membalikan tubuhnya hingga sekarang dia menghadap ke Harry dan diapun langsung menyembunyikan wajahnya didada bidang Harry.
"ada apa, love?" tanya Harry yang juga kaget karena Savanah tiba-tiba berbalik dan menyembunyikan wajahnya seakan dia sedang ketakutan.
"Harry ada seseorang yang menyeramkan disana" tangan Savanah menunjuk kearaha gang kecil tersebut.
"dimana Savanah? aku tidak melihat siapa-siapa" Savanah pun memutar kepalanya dan benar saja pria itu sudah tidak ada disana.
"tadi dia ada disana Harry, dia menggunakan pakaian hitam-hitam, dan aku seperti sudah melihatnya beberapa kali, aku merasa sepertinya dia mengikutiku beberapa hari ini, Harry" Savanah menjelaskannya dengan cepat dan membuat Harry merasa khawatir kepadanya.
"love...mungkin..."
"kumohon percayalah kepadaku, Harry, kumohon. Aku takut..." Savanah mengucapkan 2 kata terkahir tadi dengan suara bergetar dan pelan. Melihat keadaan Savanah seperti ini Harry pun semakin mengeratkan pelukannya dan membisikan kata-kata yang semoga saja dapat menenangkan Savanah.
"shh...baby...aku percaya padamu sayang...jangan takut aku akan selalu melindungimu... semuanya akan baik-baik saja, kau juga akan baik-baik saja...shh...mulai besok aku akan menyuruh 2 body guard ku untuk melindungimu dimana pun, yeah?" Savanah mengangkat kepalanya dan memandang Harry yang menatapnya dengan sendu.
"apakah itu tidak akan meropatkan?"
"berhentilah berfikir kalau kau merepotkan, love. Aku akan melakukan apa pun untuk menjaga dan melindungimu dengan segalanya yang aku punya sekalipun nyawaku taruhannya"***
Savanah's povSudah seminggu ini aku selalu dikawal oleh 2 body guard Harry, mereka mengawalku dari jarak beberapa meter untuk menjaga kenyamananku, itulah yang Harry katakan padaku. Tapi tetap saja rasa was-was dan khawatirku tidak menghilang karena aku tetap saja merasa kalau aku selalu diintai oleh entah siapa, mungkin pria seram waktu itu.
"Savanah..." aku mendengar suara kecil yang tidak asing lagi memanggil namaku.
"ada apa honey?" tanya Savanah kepada Rachel yang duduk dikursi belakang bersama Mom dan Anna sedangkan disebelah kanannya ada El yang masih sibuk dengan handphonenya.
"hari ini kita mau pergi kemana saja?" tanya Rachel. Hari ini Savanah berniat untuk mengajak keluarga kecilnya berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama karena sudah lama sekali mereka tidak memiliki quality time seperti ini, sekaligus juga untuk merayakan kesembuhan Rachel. Mereka akan keliling kota London yang cerah hari ini menggunakan mobil milik El.
"kits akan keliling kota London, honey. Kamu mau kemana dulu?" tanya Savanah.
"aku mau naik kapal Savanah, kau tau kapal-kapal yang ada di sungai thames" semua yang berada didalam mobil terkekeh mendengar Rachel, dia sangat bersemangat hari ini.
"baiklah"***
"apa kau senang, honey?" tanya El kepada Rachel saat kita sudah berada diatas sebuah kapal.
"iya aku sangat senang" Rachel menjawabnya sambil mengangguk.
"terima kasih Savanah" ucap Anna tiba-tiba kepada Savanah setelah dia melihat betapa senangnya Rachel.
"tidak perlu berterima kasih, Anna. Kalian sudah menjadi bagian dari keluargaku, jadi aku melakukan hal yang semestinya aku lakukan" Anna terharu mendengar perkataan Savanah tadi lalu memeluknya dengan sangat erat."Savanah..."
"iya, honey?"
"mereka berdua itu siapa? Kenapa mereka selalu ada didekat kita?" tanya Rachel sambil menunjuk ke2 body guard Harry.
"mereka yang menjaga kita, honey. Sudahlah jangan fikirkan hal lain sayang, mari kita bersenang-senang hari ini"***
"halo"
"bagaimana kerjamu?" tanya seorang wanita kepada seorang pria melalui sebuah panggilan.
"sejauh ini sangat lancar, aku sudah memasang alat yang kau berikan kepadaku dimobil mereka tadi dan sekarang mereka sedang menikmati makan siang mereka"
"kemana mereka akan pergi selanjutnya?"
"aku mendengar mereka membicarakan tentang London Eye dan kurasa mereka akan kesana setelah ini"
"bagus, terus ikuti mereka dan kabarkan aku jika mereka sudah berada di London Eye"
"baiklah" jawab pria tersebut lalu memutuskan panggilan telfonnya. Pria itu sudah mengawasi mereka beberapa minggu ini dan sekarang dia sedang duduk disebuah meja yang berjarak tidak jauh dari ke-5 wanita yang terlihat sedang bersenang-senang itu.Sedangkan ditempat lain, seorang wanita sedang menunggu detik-detik kemenangan dan kebahagiaannya. Senyum licik terurai di wajah cantiknya.
"sebentar lagi kau akan merasakan apa yang aku rasakan, rasa sakit yang teramat dalam karena kau telah menghancurkan hidupku. Aku bukanlah orang yang mudah dikalahkan dan aku akan melakukan apapun untuk menyiksamu perlahan-lahan. Siksaanku memang tidak akan menimbulkan luka ditubuhmu juga tidak akan membuat darahmu mengalir keluar dari tubuhmu. Tapi kupastikan bahwa siksaan ini akan menyiksa batinmu dan membuatmu sakit, depresi dan kehilangan jati dirimu. Kau akan lupa siapa dirimu dan kau tidak akan kuat menjalani hidup ini. Kujamin itu...Savanah"

KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Feelings
FanfictionMenjadi kekasih dari seseorang yg diidolakan adalah mimpi Savanah, tetapi bagaimana jika hal itu hanya sebuah sandiwara belaka? Ya, Savanah terlibat kedalam hubungan yg membuatnya merasa senang sekaligus tersakiti. Akankah Savanah terus menjadi pih...