Am I Wrong -9- Wildest Dream

636 35 6
                                        

BAGIAN DELAPAN

My Playlist - Wildest Dream by Taylor Swift
_______________________

"trimakasih sudah mau mengantar ku" ucap Vanya sembari tersenyum manis pada Reyhan disaat ia sampai pada depan kamarnya. Reyhan mengangguk namun ia tidak beranjak dari tempat duduknya. "kalau begitu"

"bisa aku masuk?" ucap Reyhan disaat Vanya hendak menutup pintunya, Vanya pun menyingkirkan badannya agar bisa Reyhan masuk kedalam. Ia bisa melihat Reyhan melirik sekilas kearah kamar Vanya sebelum kembali menatap Vanya.

"kau mau min-minum sesuatu?" Vanya menatap heran Reyhan yang berjalan mendekatinya.

"Reyhan apa yang-" ucapan Vanya terputus disaat Reyhan mencium bibirnya. mata Vanya membulat bersamaan dengan degupan jantungnya yang berpacu cepat disaat Reyhan memegang kepalanya agar disaat Reyhan mendorongnya ke tembok kepalanya tidak terbentur. otaknya tidak bekerja disaat Reyhan menciumnya dengan begitu perlahan berkat kelembutan Reyhan, Vanya mulai terbawa suasana, bibirnya mulai membalas ciuman Reyhan.

Reyhan melepas ciumannya sebentar untuk menatap kedua bola mata Vanya sebelum kembali melanjutkan ciumannya. tangan Vanya mulai memeluk leher Reyhan sedangkan Reyhan mengangkat badan Vanya layaknya anak bayi dan membawahnya menuju tempat tidur dan melanjutkan ciuman mereka dengan posisi mengangkangi Reyhan.

perlahan tangan Reyhan bergerak untuk melepas satu persatu kancing seragam Vanya, kancing kemeja yang hanya empat itu membuat Vanya sudah terlepas dari seragamnya dalam beberapa detik begitupun seragam miliknya sehingga memperlihatkan otot kekar miliknya. Reyhan melepas ciumannya kembali menatap Vanya sebelum menaruh Vanya pada tempat tidurnya dan melanjutkan ciumannya.

kali ini ciumannya berubah menjadi lebih bergairah dan tidak hanya dibibir, ciuman Reyhan perlahan turun ke dagunya hingga lehernya. jemari Vanya pun sudah menyelip diantara rambut rambut Reyhan. Reyhan hendak membuka pengait bra milik Vanya disaat suara getaran handphone menghentikan mereka.

"Shit" Vanya bangun dari tidurnya dan melihat ke arah handphonenya yang berada di atas nakas. Melihat nama Reyhan tertera di layar handphonenya.

astaga mimpinya erotis sekali

Vanya menutup matanya dan menghela nafasnya disaat deringan handphonenya terhenti. Apa yang sudah ia mimpikan? Kenapa mimpinya kotor sekali? Vanya menggelengkan kepalanya dan membuka handphonenya untuk menghubungi Reyhan.

Vanya berdeham sebentar sembari menunggu Reyhan mengangkatnya

"Hallo?"

"Hallo... ada apa?" Vanya mengusap wajahnya sebentar untuk menyegarkan matanya.

"Apa kau sibuk?" Tanya Reyhan di sebrang membuat Vanya mengkerutkan keningnya. Matanya melirik ke arah jam dinding modern yang berada di kamarnya. Waktu menunjukan pukul setengah tujuh malam. Astaga hari sabtu ini ia pakai untuk tertidur.

"Tidak"

"Kalau begitu, aku akan menjemput mu" belum sempat Vanya menjawab, Reyhan sudah memutuskan sambungan telefon. Vanya mengerjapkan matanya sebentar sebelum kembali tersadar dan segera melompat dari tempat tidurnya menuju Closetnya. Ia membuka seluruh lemari di closetnya untuk mencari beberapa baju.

Am I Wrong? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang